epilogue

1.5K 310 41

19.20


wHY THE FUCK YOU LYING WHY YOU'RE ALWAYS LYING UHMM MY GOD STOP FUCKING LYI-

Gue pun terbangun dan segera mencari letak ponsel gue dengan mata yang susah terbuka akibat rasa mengantuk yang menyerang.


Incoming call from mama...

|answer||eject|


"Halo?" sapa gue setengah malas karena baru saja terbangun dari tidur.

"KAMU JADIAN SAMA CALUM YA, NAK?! ALHAMDULILLAH AKHIRNYA DOA MAMA SAMA TANTE JOY DI JABAH SAMA ALLAH!!! MAMA SENENG KAMU DENGER GAK JOMBLO LAGI, JADI KAMU GAK NGENES LAGI DEH. LANGGENG YAAA!!!" Ini emak-emak baru di angkat telponnya udah bawel setengah mati. Untung masih inget kalo dia yang ngelahirin gue.

Gue yang masih setengah sadar pun cuma bisa menjawab seadanya. "Hm, iya mah. Makasih ya. Amiin."

"Kamu abis ngapain, hayo? Kok suaranya kaya gitu?" tanya mama penuh curiga.

"Apaansi orang baru bangun tidur. Mama sih gangguin aku,"

"Mama yang gangguin apa Aa' Calum yang gangguin?" ledek mama dari seberang sana.

"Ah mama gajelas. Udah ya aku mau lanjut tidur lagi nih capek, da-"

"Eh tar dulu." cegat mama sebelum gue mau matiin telpon.

"Mm- kenapa?"

"Mama sama papa lagi dinner di luar nih, jadi selamat enaena sama Calum ya." lagi lagi mama ngeledek gue.

"mAMAAA-" sambungan telpon pun terputus.


Gue langsung melempar handphone ke sembarang arah. Gue melihat Calum ketika gue membuka mata untuk pertama kalinya, dia lagi ngeliatin gue dengan serius.


"Apa lo liat-liat?!" tanya gue di saat udah sadar secara sempurna.

Calum memanyunkan bibirnya kaya bebek. "Ih galak amat, Mba. Masa liat pacar sendiri gaboleh?"


Oiya, gue lupa dia sekarang pacar gue. Maklum efek jomblo berabad-abad.


Gue pun tersenyum sambil memamerkan deretan gigi gue yang rapih. "Hehehe, maaf ya aku lupa."

Calum mengelus puncak kepala gue, "No problem, kamu pasti kecapekan. Kan kamu banyak gerak kaya orangutan." timpalnya.

"Walaupun kaya orangutan juga kamu cinta, kan?" Calum cengar-cengir bak orang tampan. Yha emang tampan sih ku akui.


Di saat gue ngerasa nyawa gue udah terkumpul, gue baru sadar kalo mobil Calum udah terparkir di depan rumah gue.


"Lah ini kan rumah aku. kok kamu gabilang kita udah sampe?" tanya gue heran.

Ia mendaratkan kepalanya ke tengkuk gue, "Iya, biar bisa enaena sama kamu." kata Calum.

"Yee dasar mau menang banyak."

"Emang," tangannya memeluk erat tubuh gue.

Badan gue pun kini berada di dalam pelukan Calum. "Kalo lo minta lebih dari ini gue juga mau kok," canda calum.

"Cal," ujar gue mulai mengingatkan.

"Mau pilih yang kek mana? kissing biasa, french kiss, make out, apa langsung-"

Lagi-lagi gue menyebut namanya supaya dia berhenti, "Calum Thomas Hood." panggil gue dengan ekspresi penuh kebencian.

Suara tawaan calum mulai terdengar ketika matanya sibuk menatap wajah gue, "HAHAHAHAHAHA MUKA LO ANJIR PERSIS ONTA." ledeknya.

Gue pun langsung melepas pelukannya, "Ah, gatau ah. Males gue sama lo." ucap gue sok-sok ngambek.

"Dih ngambek," kata Calum saat melihat tubuh gue yang berputar jadi membelakanginya.

"Bodo,"

Laki-laki itu menggenggam tangan kanan gue, membuat kepala gue reflek menoleh ke arah Calum. "Gaklah, gue bercanda doang. Gue sama lo tuh tulus, ya cuma emang congor gue kadang ngalir mulu kaya air. Lagian kalo kaya begitu beneran gue tinggal nama doang apa gara-gara di hajar sama lo?"

Bibir gue yang cemberut pun berubah menjadi senyuman, "Nah, gitu kek daritadi. Jadi kan gue gaperlu mikir dua kali biar lo gak marah sama gue." katanya.

Lalu Calum berbisik sesuatu ke arah gue. "Tapi kalo lo mau beneran gue gak nolak kok."

"CALUUUUUUUM!!"


Gue bersyukur Tuhan ngirim dia buat jadi orang yang bakal gue gangguin sepanjang hidupnya, karena gue yakin apa yang gue lakuin bakal di bales lebih mengesankan sama dia.

Semoga Calum beneran ngebuktiin ke gue kalo dia bakal ngasih gue kebahagiaan juga kurangin kesedihan di dalam hidup gue.

Thankyou for all you have done to me today, Cal. Ich liebe dich.

***


dufan 🌿 hood [✔️]Read this story for FREE!