Part 1

3.7K 239 15

Annyeong.
Namaku Jeonghan, Choi Jeonghan-24 tahun. Baru kemarin aku mengganti margaku menjadi Choi-marga ku sebelumnyaa dalah Yoon, karena aku menikah dengan pria bernama Choi Seung Cheol-26 tahun.
Kami sudah berpacaran sejak Sekolah Menengah Atas, Seungcheol adalah sunbae ku saat di sekolah dulu.
Saat ini Seungcheol sudah bekerja di Pledis Cooperation sebagai karyawan dibagian keuangan. Dan aku memiliki cafee yang ku bangun sendiri tanpa campur tangan orang tua ku maupun Seungcheol. Aku dan Seungcheol sebenarnya sama-sama dari keluarga yang berada tetapi kami sepakat ingin hidup lebih mandiri, lagipula sekarang kami sudah berkeluarga. Terutama Seungcheol, jika dia mau dia bisa bekerja di perusahaan milik keluarganya tapi dia tidak ingin karena Seungcheol bilang dia ingin memulai semua dari yang kecil terlebih dahulu.

Jeonghan POV

Cahaya matahari yang menembus jendela berhasil membangunkan tidurku. Badanku terasa remuk dari atas sampai bawah, terutama bagian bawahku.

"astaga, pukul berapa ini?" saat melihat sinar matahari yang sudah sangat terang. Saat ku tengok jam ternyata sudah pukul 10. Ya Tuhan, aku terlambat bangun dihari pertama menjadi istri.

"Ach!" ringisku saat mencoba berdiri. Ouch, bagian baahku terasa sangat perih karena ritual ku bersama Seungcheol semalam.
Tiba-tiba wajahku bersemu saat mengingat kejadian semalam. Seungcheol bermain lama sekali, karena Seungcheol sangat lama untuk 'keluar', bahkan aku sudah hampir keluar 5 kali tetapi Seungcheol bahkan samasekali belum keluar . Ah....mengingatnya saja membuatku lelah. Ku tahan sakit yang mendera bagian bawahku dan ku seret kakiku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena badanku sangat lengket.

Setelah 30 menit membersihkan diri aku keluar dari kamar mandi dan melihat Seungcheol masih bergelung nyaman dibawah selimut.

"Cheolie" pangilku sambil menggoyangkan kakinya
"Cepat bagun dan mandi"

"sebentar lagi sayang, aku sangat lelah. Kau tentu ingat bukan berapa lama kita bermain semalam" jawab Seungcheol dengan suara serak khas orang bangun tidur dan ucapannya membuat wajahku memerah.

"ya! Cepat bangun dan mandi!" teriakku sambil menarik selimut yang membungkus tubug Seungchol.

"baiklah baiklah, tidak prlu berteriak istriku" sambil mengecup bibirku dan langsung menuju kamar mandi. Setelah itu langsung ku bereskan kamar, memungut baju kami yang berserakan di lantai lalu aku pergi ke dapur untuk membuat sarapan-makan siang sebetulnya- untukku dan Seungcheol.

Saat sedang asik bergelut dengan bahan masakkanku tiba-tiba sepasang tangan melinggak di pinggangku ang membuatku terlonjak.

"selamat pagi sayang" sapa Seungcheol sambil mengecup kepala atasku.

"lebih tepatnya Selamat siang" jawabku dengan mata yang masih fokus pada masakkanku

"ahahaha benar juga" Seungcheol tertawa renyah "apakah butt-mu masih sakit?"

"aish kau ini frontal sekali" kusikut pelan perutnya

"ahahaha tidak perlu malu, hanya ada aku dan kau saja sayang" ujurnya sambil berjalan ke meja makan.

"tetapi tetap saja" jawabku menggerrutu sambil meletkkan masakan ku didepan Seungcheol.
Aku dan seungchol menikmati sarapan tertunda kami diselinggi beberapa obrolan.

"Hannie"

"Hm.. Wae?" jawabku tanpa menoleh karena saat ini aku sedang mencuci piring

"kemarilah"

"sebentar, aku masih mencuci piring"

"ada apa?" aku berjalan ke arahnya, Seungcheol langsung menarik tanganku dan menuntunku untuk duduk dipangkuannya

"apa kita perlu membeli rumah baru?" Seungcheol meletakkan dagunya di bahuku

"ku rasa tidak perlu, aku baik-baik saja dengan apartemen kita saat ini"

"bukankan ini terlalu kecil. Maafkan aku, aku akan bekerja lebih keras lagi supaya bisa membelikanmu istana kelak"

"kau ini berlebihan" apartemen kita memang kecil, hanya ada 1 kamar dan satu kamar mandi luar, ruang tamu yang merangkap sebagai ruang keluarga, dan dapur tentunya.

"jika kau tidak nyaman kita bisa tinggal di rumah orangtua kita terlebih dahulu"

Ku balikkan badanku dan kutangkup wajahnya

"sayang, aku sungguh tidak apa-apa dengan apartemen kita saat ini. Ini membuatku tidak terlalu lelah saat membersihkannya"

"terima kasih sudah mengerti keadaanku, aku mencintaimu"

"aku lebih mencintaimu"

Lalu Seungcheol mencium bibirku, kubalas ciumannya dan kukalungkan tanganku di lehernya.Kegiatan kami berlanjut tetapi aku tidak bisa menceritakannya, tapi kalian pasti dapat menebak apa yang selanjutnya terjadi.

To Be Continue

Maafkan kalau penulisannya masih kacau, maklum ini FF pertama aku /.\

Marriage Life (JEONGCHEOL)Baca cerita ini secara GRATIS!