Part 44... Dejavu

6.8K 501 31

The Queen Of The Kingdom Jaegsukk

Tanggal Publish: 25 Mei 2016, Rabu. 11.03 AM

Karya: Rianafni4

------

Assalamualikum...
Duuh lagi panas-panasnya habis Olahraga malah sempetin buat publish... padahal kan masih waktu pelajaran Olahraga... Oh guru! Maafiiin ria! Niatnya mau Hiatus, malah gak jadi... emang dari dulunya kali ya gak bisa nepati janji sendiri... Minta doanya lah biar diri makin baik... Selamat membaca!

Salam Ria Nur'Afni:)

-----

Lee Ji Eun's P.O.V.

   Sepertinya aku tersesat... sial!. Dua pedang ini begitu berat membuat tangan kanannku lelah, ku lemparkan pedang Jae Jin kearah semak-semak, dan membawa miliku saja.

   Darah segar langsung merubah seragam basahku dari warna putih menjadi merah kehitaman, aku kembali menangis. Bahkan sekedar menghapus air mataku saja aku tak mampu, pipiku perih. Mungkin pedang Jae Jin berhasil melukai pipiku, tubuhku melemas, aku semakin mengeratkan mantel yang mengikat perutku, darah mengucur deras disana.

"...kau bisa menghentikan pendarahannya sebentar dengan obat-obatan dihutan lalu mulai berlari mencari bantuan tabib..."

Aku mengingat kembali perkataan Kak Sung Min saat dipinggir kolam, saat aku begitu malas menghapalkan nama-nama tanaman obat. Dan sekarang aku malah mengalaminya, tetapi bukan digigit serigala namun digigit oleh sesuatu yang lebih menakutkan dari serigala.

Kubelokan kakiku kererimbunan semak-semak, semoga disana ada pohon pisang atau pun daun bethadine, aku akan berusaha menghentikan pendarahanku terlebih dahulu. Sepertinya diikat dengan mantel saja masih belum cukup.

   Tapi sayang, hutan ini begitu gelap, aku tak bisa mengenali setiap tanaman. Dengan putus asa aku kembali melangkahkan kakiku dijalan setapak, berharap bisa segera keluar dari hutan ini.

Syuuuut....

  Jleb!

"Kyaa!!...hiks..." Tubuhku tersungkur, tak kuat menahan sesuatu yang tajam menembus punggungku. firasatku benar, Jae Jin pasti mengejarku kembali.

Syuuuut....

   Jleb!

"Hiks..." kenapa aku begitu bodoh tidak mengambil alat panah dan busurnya?, tapi aku tak boleh menyerah, dengan tertatih-tatih aku terus melangkah. Merasakan perih tak tertahankan yang begitu menyiksa.

Syuuuut....

  Jleb!

"Ohokkk...huwaa.." darah menyembur dari mulut dan hidungku, mataku berkabut, kakiku terlalu lemas untuk menopang tubuhku, aku jatuh tersungkur. Mata ku menangkap sesosok manusia yang berdiri dari jarak jauh, dan setelah itu semuanya terenggut oleh rasa perih yang menghujam punggungku.

*******



(Ibu... aku datang!)





****

Lee Sung Min's P.O.V.

"Aku sudah meminumkannya obat, tetapi ia masih saja tidur, dia cucu ku yang paling keras kepala, aku akan memukulnya jika ia tersadar..." Omel tabib kwang menatapku pilu, aku tersenyum menenangkan.

"Dia akan sadar, dia seorang lelaki yang kuat!" Ucapku menghibur seraya duduk disampingnya, tiba-tiba ekspresi tabib kwang terlihat baru menyadari sesuatu, jangan-jangan...

"The Queen Of Jaegsukk"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang