Alpha's Babies 10

5.2K 379 20

T/n: sori guys, q sibuk sama akun webtoonku. Q jg nerjemahin di sana soalnya. Ini dia chapter 10 #kabur sebelom dilempar gegara kelamaan.

------------

Review (karena kelamaan gak apdet):

Rayven yang dibuang dari pack lamanya mengembara mencari tempat tinggal baru. Di kota baru, ia bertemu dengan sebuah pack baru yang bersedia memberinya tempat tinggal sementara saat Alphanya sedang dinas luar kota.

Setelah ternyata Raiven tahu bahwa Alpha pack itu adalah ayah dari anak kembarnya, hidup mereka belum bisa tenang karena Derek menghipnotis Raiven dengan ramuan cinta. Ia diculik oleh Derek dan kakaknya serta mantannya, Zack. Saat Colten berhasil menyelamatkan Raiven, Kakak Raiven, Kale, menyuntik adiknya sehingga Raiven menjadi manusia.

Akankah Raiven dan Colten bisa mengembalikan kondisi Raiven?

*******

"Colten! Kau harus melakukan sesuatu!" kataku sampai hampir menjambak semua rambutku.

"Sedang kucoba! Sedang kucoba! Tapi tak ada data apa pun tentang mengubahmu kembali menjadi serigala," jawabnya sembari membalik-balik halaman tumpukan-tumpukan buku mitologi. Ia menyuruh seluruh anggota pack untuk bergegas mencari dari ujung atas sampai bawah mencari semacam obatnya atau semacamnya.

"Well, coba lebih keras!" kataku. Aku merasa seolah aku belum tidur selama tiga tahun. Aku tak menyangka bahwa manusia benar-benar sebegini lemahnya, belum lagi menyebutkan bahwa mereka juga benar-benar buta dan tuli.

Colten mengacak-acak rambutnya. "Apa kau kira ini tidak sulit untukku juga? Kau sudah diculik dua kali, dibius dan diracun beberapa kali dan sekarang kau seorang manusia, semua dalam waktu kurang dari seminggu dan aku harus terus menyelamatkanmu. Jadi kau jangan mulai berteriak padaku bahwa aku tidak mencoba!" sentaknya.

Aku mengunci mulutku cepat-cepat setelah itu. "Maaf," gumamku.

Colten menghela napas dan meninggalkan semua buku serta kertas yang tercecer di sekeliling ruang kantornya lalu menghampiriku. "Begini, aku tahu semuanya menjadi buruk bagimu satu minggu ini, terlalu berat bagimu untuk kau atasi, tapi kita akan melaluinya.," katanya.

Aku suka betapa dalam dan menentramkan suara Colten. Aku ingin ia melingkarkan lengannya di sekelilingku, memelukku, atau lebih bagus lagi menciumku seperti yang ia lakukan sebelumnya.

Tangannya hampir menyentuhku, tapi ia menariknya kembali dengan cepat dan berdiri. Air mata menyeruak melalui pelupuk mataku. Rasanya seperti ia tidak menginginkan kami untuk menjadi mate lagi. Aku takut bahwa ini semua akan menjadi terlalu berat baginya dan ia akan meninggalkanku. Aku tak akan kaget kalau ia melakukannya. Ia kembali menunduk menelusuri halaman-halaman bukunya dan aku hanya melihatnya saja. Alisnya mengernyit dengan menarik saat ia benar-benar fokus dengan buku-bukunya.

Aku menelan ludah. "Kau tak harus melakukan hal ini untukku, tahu."

Leher Colten menegak dengan cepat. "Apa?"

Aku menyibak rambutku ke belakang dengan tak sabar. "Maksudku, kita hampir tak mengenal satu sama lain..." suaraku bertambah lirih saat ia mengepalkan tangannya sejenak.

"Apa maksudmu?" tanyanya, cukup tenang wlaupun terdengar seakan ia berteriak di depan mukaku.

Aku mengangkat bahu sedikit. Aku benar-benar tahu apa yang kumaksud. Kupikir bahwa Alpha mana pun seharusnya tak memiliki manusia sebagai pasangannya. Itu tidak adil baginya.

Colten menegakkan diri. "Raiven, aku tidak membahayakan diriku sendiri memanjat ke atas kendaraan yang sedang bergerak hanya untuk kau--" suaranya telah mencapai nada tinggi sebelum ia dipotong oleh Tara yang membuka pintu. Rambutnya berantakan dan ia terengah-engah. Di belakangnya, Caden dan Corbin membuntut masuk. Colten mendelik pada Tara. Secara otomatis, Tara mundur selangkah.

Alpha's Babies (Indonesian Translation)Baca cerita ini secara GRATIS!