CHAPTER XXVIII: SCORPION GIRL TRAGEDY

195 17 0

Aldhi terbangun dan melihat beberapa orang di depannya tampak berdebat.

"Kau mengincar darah suci?" tanya Andieta, "Namun apa hubungan kami dengan Project Holocaust?"

"Rupanya benar ia adalah darah suci," bisik Fazri dalam hati, "Mengapa ia tak pernah menceritakannya?"

"Ayahku selalu ingin menemukan cara untuk melenyapkan para ghoul. Lalu ia menemukan sesuatu yang menarik dari penelitiannya tentang darah suci, bahwa keberadaan mereka dapat menetralkan ghoul." Jojo menjelaskan.

"Menetralkan?"

"Benar bukan, Aldhi?" Jojo berbalik ke arahnya. Aldhi tersentak begitu menyadari ia tengah terperangkap di dalam sebuah mesin. Kekuatannya juga tak berfungsi, pasti karena gadis bertudung mantila tadi, pikirnya.

"Kau mungkin tak sadar, tapi semenjak kau lepas dari rumah sakit setelah kau kabur bersama Ajeng, kami selalu mengamatimu. Menarik sekali kekuatan Sharon justru berpindah ke dalam tubuhmu setelah ia menggigitmu dan ia justru perlahan berubah menjadi manusia."

"Namun jika begitu, bukanlah kalian telah menemukan penawar bagi ghoul?" seru Andieta, "Kau bisa mengubah semua ghoul menjadi manusia biasa. Bukankah itu bagus?'

"Hahaha ... cara itu terlalu mudah bagi mereka bukan?" Jojo tertawa bengis, "Aku tentu tak setuju melepaskan para ghoul dengan semudah itu. Jika kita akan membasmi mereka, maka aku akan memastikan mereka mati dengan cara yang menyakitkan. Namun apa boleh buat, itu adalah keputusan Sang Maleficent!"

"Maleficent?!" seru Andieta terkejut, "Ini semua adalah perintahnya???"

"Siapa itu Maleficent?" tanya Fazri.

"Kau tahu kan aku bergabung dengan sebuah proyek raksasa bernama Unravel DNA, sebuah proyek untuk mengungkap misteri dan potensi DNA manusia. Maleficent adalah pemimpin tertinggi proyek itu. Konon proyek itu dibentuk sebagai bentuk perlawanan terhadap kaum vampir yang kala itu menyerang Jakarta dari sudut pandang sains, sebagai bentuk penghormatan para peneliti UGM yang meninggal saat invasi vampir di Yogya. Setelah para vampir musnah, badan ini masih berdiri untuk meneliti cara membasmi ghoul. Kurasa, ia pulalah yang menciptakan para ghoul."

"Kau tahu siapa sebenarnya Maleficent itu?"

Andieta menggeleng, "Keberadaannya sangat dirahasiakan untuk menjaga keselamatan dan keamanannya sendiri. Dengan posisinya seperti itu, pasti banyak vampir dan ghoul yang ingin membunuhnya."

"Semua darah suci ini ... apa yang hendak kau rencanakan terhadap mereka?" seru Fazri. Ia tahu, apapun yang kedua bersaudari psikopat ini rencanakan, pastilah sesuatu yang amat jahat.

"Untuk keselamatan umat manusia, diperlukan pengorbanan." Lyla bergabung dengan adiknya setelah tadi sempat disibukkan dengan menciptakan robot T-Rex dari alat-alat konstruksi.

"Apa maksudmu?"

"Di atas menara tertinggi di dunia ini, kami akan meledakkan tubuh mereka, menghasilkan hujan darah yang kuyakin, akan amat indah dengan warna merahnya ..." Lyla tertawa terbahak-bahak, "Para ghoul rendahan itu pasti sulit untuk menolak godaan makanan yang jatuh dari langit. Jika mereka meminumnya, maka darah itu akan menginfeksi para ghoul, mematikan daya regenerasi mereka dan membuat mereka menjadi manusia kembali."

"Namun tentu saja itu belum selesai." lanjut Jojo. "Kami sudah memasukkan isotop ke dalam para darah suci ini sehingga kami bisa melacaknya keberadaannya di dalam tubuh ghoul. Begitu mereka tak berdaya karena kehilangan kekuatannya, akan lebih mudah bagi kami untuk menghabisi mereka satu demi satu."

CITY OF GHOULTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang