CHAPTER XVIII: SCIENTIST, SOLDIER, POP IDOL

Mulai dari awal

"Ada apa? Mengapa kau begitu terkejut?"

"I ... ini adalah dokumen rahasia dari Project Unravel DNA. Aku tak pernah melihatnya karena kurasa dokumen ini dibuat sebelum aku bergabung dengan proyek itu. Dan isinya ... benar-benar sukar dipercaya!"

"Apa isinya? Jangan membuatku penasaran! Kau tahu aku tak bisa membaca grafik-grafik dan bahasa laporan ilmiah seperti itu!"

"I ... ini adalah hasil pemetaan gen dari Patient Zero ..."

"Patient Zero? Sagami Haruo maksudmu?"

"Namun hasilnya ... Ini sungguh tak mungkin, berlawanan dengan semua teoriku ..."

"Apa maksudmu?"

"Lihat angka ini! Gen ghoul adalah 60% manusia dan 40% vampir!"

"Apa? Jadi mereka adalah keturunan dari vampir?"

"Ti ... tidak, angka ini terlalu sempurna .... hampir seperti, rekayasa genetika!"

"Maksudmu mereka dibuat?"

"Tak hanya itu ... mereka dirancang! Oleh kita ..."

"Oleh kita? Maksud Kakak pemerintah kan?" Hanick nimbrung, "Sudah kuduga!"

"Apa maksud semua ini? Fazri kebingungan.

"Dokumen ini menjelaskan sebuah percobaan rekayasa genetika untuk menciptakan ghoul. Dari tanggalnya, sepertinya percobaan itu dilakukan saat Jakarta-Nova dikuasai vampir. Aku menduga, pemerintah kewalahan menghadapi serangan vampir dan berusaha membuat senjata biologis ... tentara berkekuatan super dengan menggabungkan DNA manusia dengan DNA vampir. Dan hasilnya adalah ... ghoul!"

"Maksudmu, ghoul bukan disebabkan wabah infeksi seperti yang sering diceritakan?" Fazri tak percaya.

"Gho ... ghoul sama sekali bukan penyakit!" Andieta sendiri juga tak mempercayai apa yang ia baca, "Astaga, pemerintah selama ini menyembunyikan semua ini. Mereka merancang ghoul sebagai senjata untuk menumpas vampir. Namun begitu vampir begitu dimusnahkan, para ghoul justru membelot dan menjadi musuh baru."

"Tu ... tunggu dulu! Kembali ke Patient Zero! Lalu siapa itu Sagami Haruo? Bukankah menurut cerita ia-lah yang menyebarkan virus ghoul?"

"Tak pernah ada virus ghoul! Menurut dokumen ini, Sagami Haruo adalah nama samaran dari seorang pria bernama Dimas Raven, seorang cosplayer yang menawarkan dirinya sebagai kelinci percobaan setelah kematian saudarinya, Yuuki Raven, dalam insiden serangan vampir di UGM. Dia rela tubuhnya dicangkoki DNA vampir. Namun pemerintah akhirnya 'menidurkannya', entah apa maksudnya, di sini tertulis demikian."

"Menidurkannya? Karena apa?"

"Kekuatannya terlalu dahsyat dan bisa menimbulkan kerusakan skala besar yang mampu menyebabkan kepunahan umat manusia. Disini tertulis begitu. Dan di sini ada pula rencana pemerintah untuk melaksanakan Fase Holocaust ... sesegera mungkin!"

"Apa maksudmu? Katamu fase itu tidak akan dilakukan?" tanya Fazri.

"Tapi kematian peneliti penting seperti Profesor Vanriz pasti akan mendorong pemerintah untuk menginisiasi tahap itu. Jika fase itu dimulai dan Profesor Vanriz sudah terbunuh, maka yang akan menggantikannya adalah kedua putrinya."

"Dua peneliti darah suci itu? Lyla dan Jojo?"

"Hmmm ..." Hanick sepertinya sangat tertarik dengan percakapan antara Fazri dan Andieta, kakaknya, "Jika benar kata kakak kalau ghoul adalah buatan pemerintah, maka ini akan menjadi alasan yang tepat untuk melindungi kaum ghoul. Akan segera kusebarkan dalam instagram dan fanbase-ku!"

"Tidak!" Fazri segera menghentikannya dengan mencengkeram pundak pemuda itu, "Kau tak bisa melakukannya! Aku tahu kau vixen, namun kenyataan bahwa mereka merupakan hasil rekayasa genetika tak mengubah kenyataan bahwa ghoul membunuhi manusia. Kau hendak memperingatkan para ghoul itu tentang Fase Holocaust bukan?"

Hanick segera mengibaskan tangan Fazri dari pundaknya, "Apa kau tahu bahwa tak hanya manusia yang terancam oleh ghoul, namun juga sebaliknya – manusia juga membunuhi ghoul!"

"Untuk membela diri, itu berbeda!" Fazri bersikeras, "Namun ghoul memangsa manusia seenak mereka, tanpa mempedulikan ..."

"Oh, jangan berpikir bahwa manusia adalah pihak tak berdosa, Kapten. Kau tak sepolos itu, bukan?" cibir Hanick, "Kau tak melihat bahwa manusia juga membunuh para ghoul demi kepentingan mereka?"

"Apa? Apa yang kau maksud? Manusia tak pernah membunuh ghoul hanya demi kesenangan mereka!"

"Lalu kau pikir darimana asal kekuatanmu?"

Fazri tersentak.

"Aku tak sebodoh dugaanmu, Kapten. Kau bisa lolos dari Jerri, ghoul terkuat di muka bumi, dan menurutku keajaiban itu hanya bisa terjadi karena satu hal: kau mentransfusikan darah suci yang mengandung DNA ghoul ke dalam tubuhmu. Benar bukan?"

Fazri hanya terdiam.

"Hanya ada dua cara kemampuan ghoul berpindah ke tubuh manusia: lewat transplantasi organ dan lewat darah suci. Transplantasi organ akan memungkinkan DNA ghoul bersatu dengan gen manusia, memberikannya kemampuan super ghoul tersebut secara permanen, tanpa membuatnya menjadi ghoul pula."

"Namun cara kerja darah suci agak berbeda. Entah mengapa, darah suci mampu menyerap kemampuan ghoul. Percobaan laboratorium memungkinkan terciptanya serum manusia super dengan menggabungkan DNA ghoul ke dalam darah suci, kemudian menyuntikkannya ke tubuh manusia normal. Namun cara itu hanya berlangsung sebentar, kemudian manusia itu akan kehilangan kekuatannya begitu darah suci berhenti beredar dalam tubuhnya. Begitu bukan? Cara itu sering digunakan para polisi dan mliter untuk menghentikan aksi ghoul."

"Da ... darimana kau tahu sebegitu detail?" tanya Andieta, "Itu semua rahasia. Tak ada yang mengetahuinya kecuali pemerintah! Dan aku juga tak pernah memberitahumu!"

Hanick ganti mencibir kakaknya, "Ya, kita memang tak sedekat itu Kak! Namun tak ada yang namanya rahasia di internet. Aku mendapatkan informasi itu dari Gresy, yang karena keingintahuannya yang besar, akhirnya kalian bunuh!"

"Kami tak pernah membunuh Gresy!" bantah Fazri kembali, "Harus berapa kali kukatakan, kami tak pernah membunuh manusia!"

"Namun tunggu ..." potong Andieta, "Apa maksudmu dengan mengatakan manusia membunuh ghoul demi kepentingan mereka? Apa yang kau ketahui, Hanick?"

"Apa kau benar ingin tahu semua rahasia kelam itu, Kakak??" Hanick tersenyum ke arahnya.

TO BE CONTINUED

CITY OF GHOULTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang