Permulaan

187 4 0


AMY SIDE.

Apa-apaan sih lelaki itu seenaknya saja menyentuh wajahku, gumamku kesal. Yah meskipun dia juga memiliki sisi baik mau rela meminjamkan novel ini kepadaku. Namun dia tampan juga, ah aku lupa menanyakan namanya..

"Dor! Ngapain bengong" aku dikejutkan oleh temanku yang bernama Velvet

"Apaan sih bikin kaget aja, kalo aku mati mau tanggung jawab?" dengusku kesal

"Haha iya iya sorry deh" katanya

"Sudah kau temukan novel yang kau cari?"

"Sudah" kataku sambil menunjukkan sebuah novel misteri berjudul "The Woman in White"

Aku dan Velvet pun pergi dari perpustakaan setelah mendapatkan novel yang kami ingin pinjam. Kami pun pergi menuju kantin. Setelah memesan makanan, kami pun mencari tempat duduk. Setelah menemukan tempat duduk, aku pun makan dengan lahap. Namun, acara makanku terusik ketika aku melihat diseberang tempat dudukku ternyata ada sepasang mata berwarna biru yang memperhatikanku sambil tersenyum. Ternyata itu lelaki yang diperpustakaan tadi. Seketika moodku untuk makan pun hilang. Aku pun hendak beranjak pergi, namun lelaki bermata biru itu berdiri dan sepertinya ia hendak pergi juga. Tapi ternyata aku salah sepertinya ia hendak menghampiri meja dimana tempatku duduk. Saat aku akan beranjak dari tempat dudukku. Dia sampai tepat dibeberapa senti disampingku. Aku pun tidak jadi berdiri dan kembali duduk.

"Hi" sapanya sambil tersenyum kepadaku

"Uh..." aku hendak membalas sapaannya namun telah didahului oleh temanku

''Hi Kevin" sapa Velvet bersemangat

Oh jadi namanya kevin, gumamku

Kevin membalasnya dengan senyum. Dia pun duduk disampingku. Sementara Velvet melihat Kevin dengan senyum-senyum senang. Velvet pun mengajak ngobrol Kevin dan Kevin pun menanggapi obrolan yang dilemparkan Velvet dengan senang hati. Sementara mereka berdua ngobrol akupun melanjutkan makananku yang belum habis. Entah darimana moodku untuk makan telah kembali HAHA.

"Amy, bisakah kau menunda makanmu itu? Tidakkah kau sadar di sampingmu itu ada lelaki tampan?" tanya Velvet

"Hah? Apa peduliku? Mau ada lelaki tampan atau alien yang duduk disampingku, yang jelas aku akan tetap mendahulukan makananku" jawabku bak seorang proklamator

"Hahaha Velvet sudahlah biarkan Amy menikmati makanannya" kata Kevin terkekeh

"Nah, Velvet kau sudah dengar sendirikan? Kevin pun tidak mempermasalahkannya."

"Baiklah baiklah kau menang, Amy" kata Velvet sambil mengangkat kedua tangannya

Usai menghabiskan makananku, aku pun ikut nimbrung ngobrol dengan mereka. Velvet melihat jam tangannya. Wajahnya berubah menjadi pucat pasi, dia pun izin duluan dia mengatakan bahwa ia harus menyerahkan tugas yang seharusnya ia serahkan sebelum makan siang tadi. Aku pun menganggukan kepalaku. Velvet lantas pergi meninggalkanku berdua dengan Kevin.

"Jadi, Amy bagaimana bisa kau tertarik dengan novel misteri seperti itu? setahuku wanita hanya tertarik dengan novel-novel romantis picisan"

"Hahaha kau jangan langsung menjudge semua perempuan itu hanya menyukai novel romantis"

"Lantas apa alasanmu suka dengan novel misteri seperti ini?''

"Sederhana saja, karna aku menyukai novel misteri. Saat kau menyukai sesuatu, kurasa tidak membutuhkan alasan bagaimana bisa kau menyukainya"

"Alasan yang menarik, nona Amy"

"Tidak juga" elakku

Kevin lantas menatap mataku dengan dalam. Entah apa yang ada difikirannya. Yang jelas tatapannya itu tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Terlalu rumit. Aku pun merasa tidak nyaman dengan tatapannya itu.

"Ada apa?" Tanyakku

"Tidak ada apa-apa" jawabnya agak tergagap

bersambung..

I Found You.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang