56

6.1K 385 3

Keyla merasa dirinya semakin hari semakin bodoh, kadang dia selalu bersikap munafik bahwa ucapannya tak sesuai dengan apa maksud hatinya. Ini semua bukan salah Zain, dan tak seharusnya Keyla bersifat ke anak-anakan karena hal sepele? Penjelasan Zain sudah cukup kuat membuat gadis itu tersadar. Keyla tidak bisa terus menerus begini?

"Gue cuma gak mau kak Zain berpaling ke Shela, bahkan dia lebih cantik dari gue, dia punya segalanya, gue takut kak Zain lebih tertarik sama dia? Gue juga gak mau buat ayah sedih karna kak Zain ngebantah terus.." ucapnya sambil menangis.

"Gue bingung.. hikss."

*

Menatap polos langit, merenungkan apa yang terjadi barusan, merenungkan betul apa yang salah dari cowok itu.

"Kenapa gue susah banget ngertiin dia, dan dia susah buat ngertiin gue?"
 ucapnya sambil menarik rambutnya.

di tempat yang berbeda.

"Gue gak mau kehilangan kak Zain, dan baru aja gue bertengkar karna hal sepele? gue terlalu emosi, gue takut dia malah bosen karna sifat gue yang kayak gini!! gue harus minta maaf.. ini jelas salah gue? pasti dia bingung deh, Ya Tuhan.."

Mereka menghembuskan nafas pasrah..

"Semoga hubungan ini akan terus berlanjut." Ucap mereka bersamaan.

*

Pagi harinya, suasana begitu canggung. Semua sudah berkumpul untuk menyantap sarapan. Misca melihat kedua anaknya bingung, biasanya mereka sudah mulai mengeluarkan lelucon dan kejahilannya masing-masing. Tapi, kali ini mereka sangat pendiam dan tak banyak polah. 'Pasti ada masalah deh?'

'dia bener-bener marah? Sampek sekarang aja gue gak tau apa salah gue?' - Zain

'Gimana gue minta maafnya? Gue gak mau kita perang dingin terus..' - Keyla.

"Emm.. Zain gimana kemaren Shela? Kamu pasti jalan-jalan kan sama dia? kapan kamu mau tunangan ayah udah gak sabar berbesan dengan dokter Jeff?!" Ujar Yasser tiba-tiba.

'Astaga kenapa harus bahas sekarang?' Batin Zain, sedetik kemudian Keyla beranjak dari kursinya.

"Keyla kamu mau kemana? udah mau berangkat?" Tanya Yasser.

"Mau ke kamar yah.. ada barang yang ketinggalan." Lalu beranjak pergi, Zain tau betul Keyla pasti kesal mendengar pertanyaan ayah untuknya.

"Jadi gimana Zain?" tanyanya sekali lagi.

"Zain gak mau tunangan sama Shela  yah!! Udah berapa kali Zain bilang sih!!" Jawabnya ketus, lalu beranjak dari kursi dan menyusul Keyla.

Tokk.. tokk..

"Keyla aku masuk ya?" tak ada jawaban, membuka pintu kamar berlahan, terlihat Keyla sedang menghapus air matanya dengan cepat.

"Key.." Zain mendekat, sampai akhirnya Zain memeluk Keyla.

"Maaffin aku-" Keyla membalas pelukan Zain.

"Aku yang seharusnya minta maaf, aku egois.. aku naif, aku munafik!! maaf kak.."

"Aku maklumin. Aku seneng kamu cemburu gini? Berarti kamu makin cinta dong ya sama aku?" Godanya. Keyla memukul dada Zain.

"Ngertiin suasana yang mellow kek, malah godain.."

"Gemes sih.. oya Key, soal ayah tadi gak usah kamu pikirin ya? aku gak bakal terima pertunangan itu, kamu tau kan aku maunya sama siapa?" Keyla mengangguk, lalu memeluk Zain erat.

"Sama Bu Jum penjual bakso di kantin kan?" Jawab Keyla sambil terkekeh.

"Oh.. bales dendam. Yaudah aku nikah sama dia aja kalok itu mau kamu?" Jawab Zain terlihat pasrah.

"Hah? ya Enggak lah, orang bercanda doang kamu anggep serius mulu." protesnya.

"Lah kan? Nyalahin lagi."

"Iya-iyaa, untung..."

"Cinta." ucap mereka bersamaan. Keyla memutar bola matanya.

"Plagiat."

"Dih.. kamu yang plagiat."

"Ya suka-suka gue dong." Jawab Keyla.

'Kamus ini gak bakal berubah, Cewek selalu bener.'

"Yaudah yok berankat, aku gak mau telat kyk kemaren!"

"Siap Tuan Putri.." Zain menggenggam tangannya.

'Semarah-marahnya gue.. sekesel-keselnya gue.. sesedih-sedihnya gue ,lo dateng dan dengan mudah lo buat hati gue luluh.. gue sayang sama lo Zain.'

________

Sorry ini chapt ter pendek:"v Next? Vommentnya yukss

btw, udah romantis belon?? :v

I Love My Stepbrother ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang