11. ontang-anting

1.7K 347 15

15.19

Sekarang, gue sama Calum lagi nyasar. Niatnya sih mau ke hello kitty, tapi balik lagi balik lagi ke tempat halilintar. Sebenarnya gue juga pengen naik halilintar, tapi ngantrinya bejibun ah males. Lagian calum juga belum tentu mau, dia pasti udah capek duluan gara-gara tadi dia naik wahananya lebih banyak daripada gue.

Ilah, satu wahana doang tot. Lebay amat lu.

Dan gue pun mendadak ngiler waktu liat Es Krim Zahra di deket wahana hysteria.

"Lo mau?" Calum nanya ke gue waktu mata gue terus ngeliatin konter Es Krim Zahra. Gue menggeleng, "Ngga kok. BM doang," ujar gue boong.

BM artinya Banyak Mau, goblog.

Calum pun berjalan ke arah konter Es Krim Zahra. "Mas, es krim nya dua ya." pesannya.

"Eh, nggak mas. Satu aja, buat dia doang." kata gue.

"Bener kok, Mas, dua. Orang saya yang bayar. Dia mah diemin aja, anggep aja setan lewat." lah tai juga ini si Calum.

Mas-mas es krim pun menyodorkan dua cone es krim ke arah Calum di saat Calum membayar es krim tersebut. Calum mengulurkan tangan kanannya yang memegang es krim buat gue, "Ambil atau gue buang." ancamnya.

Daripada dibuang, mending gue ambil dah. Sayang banget kali, lagian sih emang gue mau HEHEHE. "Duh, udah keberapa kalinya nih gue bilang makasih ke lo. Padahal kan gue juga bawa uang, jadi gaenak deh." kata gue setelah menjilat es krim tiga rasa itu.

Gue merasakan tangan Calum merangkul pundak gue saat kita berdua udah ngelanjutin jalan.

Kalo baper jatohnya kepedean, tapi masa temen rasanya kaya begini.

Ah serba salah banget sih jadi Ayesha.

"Kita main itu, yuk!" ajak Calum sambil menunjuk wahana ontang-anting.

Menurut gue sih itu termasuk wahana ter tumblr yang ada di dufan, selain turangga-rangga sama halilintar.

Setelah setuju, gue sama dia pun berjalan ke arah wahana ontang-anting buat ngantri.

***

"Cal," panggil gue disaat kita berdua lagi main di wahana ontang-anting.

"Hmm?" sang pemilik nama bergumam sebagai tanda menyahut karena mulutnya masih penuh sama es krim. "Kok lo mau sih ngambur-ngamburin uang buat traktir gue? Kenapa gak cewek lain yang lebih cantik aja?"

Calum pun langsung menelan eskrim di dalam mulutnya seketika. "Nih ya, sha. Orang tuh malah kesenengan kali di traktir, bukannya gaenakan kaya lo gini. Lagian gue maunya ngajak lo, bukan orang lain."

Gue langsung mengarahkan pandangan gue ke arah samping seraya melihat pemandangan sekeliling wahana ini di sore hari, "Kenapa maunya ngajak gue?"

Calum tak menjawab pertanyaan gue. Dia malah berbicara suatu hal yang menurut gue gak penting, "Abis ini ke bianglala ya, Sha." ia mengalihkan pembicaraan gue ke topik yang lain.

"Cal, jawab gue. gue gasuka lo alibi," gue berusaha membuat Calum kembali membahas percakapan antara gue sama dia yang sebelumnya.

"Gue bakal jawab nanti setelah kita naik bianglala. Deal?" ia mengulurkan tangannya ke arah gue.

Gue pun dengan terpaksa menjabat tangannya, "Deal." 

btw w ganti uname ya :-)

got inspired from one of oasis's title song wonderwall hehe

dufan 🌿 hood [✔️]Baca cerita ini secara GRATIS!