08. istana boneka

1.6K 351 42

13.15

Marilah kita pergi sekeluarga,

Untuk dapat puas bahagia,

Dalam dunia yg mempesona dunia fantasi kita.

Marilah nyanyi dan tertawa gembira,

Dalam dunia penuh impian,

Khayalan membawa harapan dunia fantasi kita.

Duniaaaa fantasiiii kitaaaaa.

Gue pun menyanyikan lagu itu terus menerus ketika gue sama Calum berada di dalam gedung wahana istana boneka.

Merasa terganggu, Calum menjewer telinga gue. "Berisik anjing. Mending suara bagus, ini udah kaya soang kelindes aja pede bener." celotehnya.

Bibir gue pun mengerucut. "Lagunya enak bego, Cal. Lo harus nyanyi bareng gue! Marilah kita pergi sek-"

Tangannya membekap mulut gue yang kembali bernyanyi. "Gua udah bilang kan tadi berisik." Calum kembali ngomel.

Gapapa deh kalo lo yang ngomel mah, seribu tahun lamanya juga gue mau.

Gue pun melepas bekapan dia, "Tangan lo bau babi, najis." kata gue.

Calum pun mencium tangannya. "Idung lo cacat ya? wangi geblek," balasnya tak mau kalah.

"Au ah gelap." susah emang buat ngomong sama orang yang otaknya cuma satu per delapan.

Tanpa dari mana tau mulainya, kepala Calum udah bersandar di bahu gue. Sedikit-sedikit gue ngelirik mukanya dia, duh damai banget buset.

Gue mengeluarkan handphone gue untuk mensnapchat kegiatan kami berdua di dalam sana.

"Halooo sekarang gue sama si boneka mampang lagi ngeliatin tuyul peliharaannya dia nih." ujar gue sambil merekam sekitar, termasuk Calum yang lagi nempel.

Calum menutup mukanya sok imut. "Ah malu anjeng abis panas-panasan," ucapnya malu-malu.

Lalu durasi video itu pun berakhir. Gue memberi effect 'Dufan' dan post ke story.

"Eh, Sha." panggilnya setelah gue memasukan ponsel gue ke tas.

"Paan?"

Jari telunjuk Calum menunjuk sebuah kamera yang terletak di atas langit-langit. "Itu kan kamera yang nanti ada di booth, pasang pose yang bener yak. biar jadi memorable."

Aduh senengnya berbi biar diinget. "—kan lo tau sendiri kan gue belum pernah ke Dufan. Itung-itung biar ada bukti lah kalo gue pernah kesini. Bukan gara-gara ada lo nya," lanjutnya.

Yah, gajadi baper kawan.

Gue pun mengambil ancang-ancang untuk berpose cantik di saat perahu yang membawa gue mendekati arah kamera itu berada.

1

2

3

JEPREEEET

Sebuah cahaya muncul dari arah atas. Gue pun merasakan sesuatu yang lembut mengenai pipi kiri gue—bibir milik Calum.

dufan 🌿 hood [✔️]Read this story for FREE!