03. kora-kora

2.1K 411 20

10.30

"Selamat pagi. Mau beli untuk berapa tiket?" Calum membentuk angka dua pada jarinya. "Pembelian untuk dua tiket totalnya tiga ratus sembilan puluh ribu rupiah," Gue dan Calum pun sibuk merogoh uang dari dompet kami masing-masing.

Calum mengeluarkan empat lembar uang berwarna merah dan langsung ngasih ke mbak-mbaknya. Disaat gue mau ngasih uang gue ke dia, eh malah ditolak. "Simpen aja uang lo, bakal jajan di dalem." ujarnya.

"Apaansih. Itukan tiket gue, ya gue lah yang bayar!" Gue kekeuh mau bayar pake uang sendiri.

Dia mendorong tangan gue sebagai tanda penolakan. "Gue yang ngajak, berarti gue yang bayar." Baru aja gue mau maksa Calum buat ambil uangnya, dia memberi gue ancaman. "Take your money back, atau gue bakal tinggalin lo disini sendirian."

Terpaksa, akhirnya gue mau di bayarin sama dia.

***

Gue dan Calum langsung masuk dengan bebasnya karena hari ini adalah hari Selasa. Berarti weekday, dong? Jadi Dufan tuh lumayan sepi, tapi gak tau deh nanti siang. Biasanya kalo udah siang bakal membludak, apalagi hari ini udah masuk classmeet gitu jadi orang-orang bakal milih buat ngabisin waktu buat liburan daripada gabut di rumah gitu.

Contohnya kaya kita berdua.

"Buat pemanasan kita mau naik apa, nih?" tanya Calum sembari meregangkan tubuhnya saat gue sama dia berdiri di depan wahana turangga-rangga.

Gue melihat sekeliling biar dapet ide. dan akhirnya gue tau wahana apa yang bakal gue sama calum naikin, "How's about kora-kora?"

Wajah laki-laki itu berubah menjadi tengil. "Ah elah, kora-kora doang. Kecil gituan doang mah, mau seribu kali juga gue jabanin."

"Yes. paling belakang ya, Cal." timpal gue.

Tanpa gue ketahui, muka Calum menjadi pucat pasi di saat gue memandu jalan di depannya.

***

"wAAAAAAAAAAA"

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHh"

"ANJING UDH- AAAAHHHHHHH"

"TAITAITAI GUE PENGEN TURUUUNHH— AAAAHH"

Itulah jeritan yang keluar dari mulut Calum selama kita naik wahana kora-kora. Sementara gue cuma ngakak ngeliat ekspresi dia yang kaya mau kelempar dari rooftop apartemen.

Bibirnya sedikit memerah waktu wahana itu sudah selesai. Gue langsung keluar ke sisi kiri bareng Calum dan berjalan melewati booth foto wahana kora-kora.

"Mbak, Mas, coba cek dulu fotonya barang kali bagus mau di cetak?" suara mas-mas itu bikin gue pengen ngeliat ekspresi calum di foto waktu kita naik kora-kora.

Gue pun berhenti di depan booth. Sementara Calum yang masih sedikit takut hanya bisa memandang gue dengan tatapan kesal. "Mana, Mas? Saya mau liat dong."

Mas-mas tersebut langsung menunjukan foto yang terfokus kepada gue dan Calum. Baru aja ngeliat beberapa detik, gue langsung ketawa ngakak sengakak-ngakaknya orang ngakak.

Orang-orang di sekitar gue pun langsung memusatkan perhatiannya ke arah gue.

Iya gue sadar gue cantik dari lahir, tapi gausah diliatin gitu juga.

Lo tau kan ekspresi orang terjun dari ketinggian? Nah, kaya gitu muka Calum. Tapi dia lebih najis lagi.

Jari gue menghapus air yang jatuh dari pelupuk mata gue akibat tertawa terlalu keras. "Yaudah, Mas. Saya cetak foto yang itu."

Terdengar suara gumaman di saat mas-mas booth fotonya lagi nyetak, "Awas ya lo, Sha. Gue bales lo tai."

Siapa lagi kalo bukan seorang Calum Thomas (idung voldemort) Hood.

🎆🎆🎆

plis gua ngakak td pagi gue dipanggil guru grgr keceplosan ngomong anjing HAHAHA

dufan 🌿 hood [✔️]Read this story for FREE!