Part 16 - Misunderstanding

1.1K 32 0

-Flashback-

-Cloudy POV-

Sepulangnya Adrian dari apartemenku, aku bergegas mandi lalu duduk termenung di samping jendela kamarku. Aku menopang daguku, menatap langit malam yang hanya dipenuhi oleh bintang-bintang. Ditempat ini aku biasa termenung untuk berpikir jernih atau sekedar untuk menenangkan hati.

Sejak tadi aku masih memikirkan hal yang sama. Ibuku, Tante Angel, dan juga Adrian. Aku masih tak habis pikir, kenapa hal-hal yang tidak masuk akal itu terjadi disaat yang hampir berdekatan. Aku sadar, aku tidak boleh sembarangan menarik kesimpulan. Tapi semakin ku pikirkan, semuanya semakin terasa pahit.

"Baiklah, mari kita jabarkan ceritanya satu per satu." Gumamku pada diri sendiri.

Aku memutar otakku, kembali mengingat ulang segala kejadian aneh yang terjadi selama ini.

Kejadian aneh yang pertama, aku tidak sengaja tertabrak oleh mobil yang sedang dikendarai Tante Angel saat sedang bersepeda bersama Adrian.

Kejadian aneh kedua, Adrian mendapatkan teror sms yang isinya berupa perintah untuk menjauhiku. Alasannya apa? aku juga tidak mengerti sampai sekarang.

Kejadian aneh ketiga, saat aku dan Adrian bermusuhan, Adrian semakin dekat dengan Devina. Dan yang lebih anehnya lagi, teror itu tidak ada lagi.

Kejadian aneh keempat, aku mendapat sms teror, dan setelah dikonfirmasi, nomor yang mengirimiku sms teror tersebut sama dengan teror yang pernah masuk ke ponsel Adrian.

Kejadian aneh kelima, saat Ibuku dirawat ada Tante Angel disana dan fakta yang paling mengejutkan adalah Tante Angel teman lama Ibuku. Setelah pulang dari rumah sakit, Ibuku menyuruhku untuk menjauhi Adrian.

"Aneh. Sangat tidak masuk akal."

Aku benar-benar punya firasat yang buruk. Perasaanku mengatakan bahwa pengirim sms teror itu adalah Tante Angel. Dan kalau soal Adrian.....

Aku mengusap wajahku sembari menghela nafas berat. Kesimpulannya sudah bisa aku dapatkan.

"Jadi, Tante Angel sengaja kirim sms teror karena dia nggak suka liat kedekatan gue sama Adrian. Tante Angel itu kan Tantenya Devina. Hmm.." Aku memijat pelipisku.

Tante Angel sengaja melakukan itu demi membantu keponakannya untuk mendapatkan lelaki yang disukainya yang tidak lain adalah Adrian, dan Devina yang meminta itu semua.

"Ya Tuhan, kenapa harus begini..."

Aku memejamkan mataku, berusaha menahan tangis yang hendak keluar. Aku tak habis pikir, kenapa perbuatan Tante Angel tega sekali. Parahnya, kenapa Devina melakukan hal licik seperti itu. Ia bisa saja mendapatkan Adrian tanpa harus menggunakan cara seperti itu.

Ponselku berdering, membuyarkan pikiranku. Tertera nama 'Mas Anton' di layar.

"Ada apa, Mas?" Tanyaku heran. Tidak biasanya Mas Anton meneleponku malam-malam begini.

"Ody, di dapur ada handphone Mbak Yeni nggak? Kayanya tadi ketinggalan."

"Sebentar aku cek dulu ya, Mas." Aku keluar dari kamarku, dan berjalan menuju dapur.

"Ada nih, Mas." Ujarku usai menemukan ponsel Mbak Yeni yang terletak di dekat wastafel.

"Syukurlah. Kirain hilang. Ya sudah kalau begitu besok saja diambilnya. Makasih ya, Ody. Maaf sudah mengganggu malam-malam begini."

"Iya. Nggak apa-apa, Mas." Ujarku lalu menutup telepon.

Aku menatap ponsel Mbak Yeni, tiba-tiba saja aku terpikirkan hal yang belum pernah terpikirkan olehku sebelumnya.

Only One [Completed]Baca cerita ini secara GRATIS!