Back

1.2K 101 18

Tiing..

"Huh siapa itu?", Jinhwan yang sedang berbaring di sofa sambil memainkan teddybear-nya segera berdiri dan menghampiri pintu rumah. "Siapa?", ujarnya sambil membukakan pintu. Saat pintu rumah itu terbuka, terlihat seorang pemuda berperawakan tinggi dan tegap. "Hyungie!!", Jinhwan menjerit dan segera memeluk Junhoe. "Hahaha.. Sepertinya kau sangat merindukanku", kata Junhoe sambil membalas pelukan Jinhwan. "Hyung kenapa kau tidak bilang akan pulang hari ini?", kata Jinhwan. Ia mengerucutkan bibirnya. "Eyy.. Aku hanya tidak ingin kau memaksa appa mengantarmu ke airport", jawab Junhoe. Ia menangkupkan wajah mungil Jinhwan dengan kedua tangannya. Jinhwan hanya menundukkan wajahnya. Kemudian Junhoe mengacak rambutnya gemas. "Sebaiknya aku menemui appa dan kita segera pulang. Aku sangat merindukan rumah kita", ujar Junhoe.

Junhoe memasuki ruang kerja ayahnya. "Appa aku pulang", ujar Junhoe. Sementara Junhoe berbincang dengan ayahnya, Jinhwan mengambil baju dan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam tas.

"Jinhwanie! Apa kau sudah selesai?", Junhoe sedikit berteriak agar terdengar oleh Jinhwan yang berada di kamar. "Ne! Tunggu sebentar", jawab Jinhwan. Ia mengambil tasnya dan segera keluar. "Aku siap!", serunya sambil tersenyum ceria. "Appa! Aku pulang dulu!", Jinhwan masuk ke ruang kerja untuk pamit. Junhoe yang sedang berada di ruang tengah menemukan sebuah boneka di sofa. Ia mengambilnya. Kemudian ia tersenyum mengingat boneka tersebut adalah boneka pemberiannya tahun lalu sebelum ia pergi ke Jepang. Ia harus pergi ke Jepang karena urusan perusahaannya yang tidak bisa ditunda. Ia akan pergi selama setahun maka Jinhwan tinggal bersama ayahnya untuk sementara. Karena ia tidak ingin Jinhwan sendirian di rumah. Ya, Junhoe dan Jinhwan tidak tinggal di rumah orangtuanya lagi. Junhoe memutuskan untuk tinggal di rumahnya sendiri. Lagi pula ia sudah berusia 23 tahun, dan ia telah memiliki berbagai perusahaan. Penghasilannya besar, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya dengan adiknya, Jinhwan. Ia tidak begitu dekat dengan ayahnya sejak ibunya meninggal dunia. Ayahnya terlalu sibuk dan lebih mementingkan urusan usahanya.

"Hyung ayo kita pulang", perkataan Jinhwan membuyarkan lamunannya. "Apa kau akan meniggalkan ini?", tanyanya sambil mengangkat teddybear itu. "Astaga aku lupa", kata Jinhwan. Ia mengambil boneka itu dari tangan Junhoe dan memeluknya sejenak. Junhoe hanya mengacak rambutnya dan tertawa kecil. 'Bagaimana mungkin seorang anak yang sudah berusia tujuh belas tahun dan duduk di bangku kelas dua SMA masih bertingkah seperti ini?'





**********

AN:

Hai, ff ini sempet aku unpublish. Ini aku publish lagi setelah diedit, dan diperbaiki alur ceritanya. Maaf baru muncul lagi setelah sekian lama. Semoga kalian suka 😊

Jangan lupa vote...

Protect [JunHwan/Hoehwan]Baca cerita ini secara GRATIS!