55

6.5K 395 11


Selesai rapat OSIS semua berhamburan keluar ruang rapat.

"Ayo Key.. santai aja kalik, bareng kita aja." Tawar Amar.

"Gak usah kak makasih, palingan sopir udah otw ke sini." Jawab Keyla santai.

"Bener nih? jam 5 udah gak ada angkutan umum lho? ke jalan rayanya aja lumayan jauh." Tawar Jasmine, meyakinkan Keyla.

"Haha, gak papa Jas.. udah sana kalian pulang lagian gue di jemput."

"Serius?" Keyla mengangguk.

"Yaudah gue duluan ya?"

"Oke, hati-hati di jalan."

*

20 menit menunggu..

"Katanya gue di jemput? mana nih.. niat gak sih?"

"Iya pak, di dalem udah gak ada anak-anak lagi."

"Oke, saya kunci ya den."

"Iya pak."

kirain tinggal gue doang, ternyata masih ada dia.

"Keyla? lo belom balik? Zain mana?"

"Gue nunggu jemputan kak."

"Oh, masih lama?" Keyla menggeleng sambil menaikkan bahunya.

"Coba lo telphone yang mau jemput lo." Keyla mengangguk, lalu mene;phone sang supir.

"Astaga non, saya lupa buat ngasih tau non.. kalok bannya baru aja kena paku. ini lagi tambal ban non, maaf. Maaf non saya-"

"Oh, yaudah gakpapa, saya pulang sendiri aja pak."

"Tapi non, saya di tugasin jemput non Keyla."

"Saya naik taksi, nanti bapak langsung balik ke rumah aja."

"Maaf ya non sekali lagi?"

"Iya gak papa pak, yaudah saya tutup dulu."

Menutup telphonenya, melirik ke arah Anggara, yang ternyata sedang memperhatikannya.

"Gimana?"

"Gue pulang naik taksi, yaudah gue duluan ya kak."

"Emm.. Key?" menahan tangan Keyla.

"Sorry, mending lo balik bareng gue? ya kalok lo mau sih." Tawarnya sambil menggaruk kepala yang tak gatal.

"Jangan salah sangka dulu, gue cuma nawarin lagian ini udah sore, bentar lagi gelap, dan jalan raya masih harus jalan kaki, dan kalok lo telphone taksi juga kelamaan, gue sih cuma nawa-"

"Haha, iya gue mau. Tapi apa gak ngerepotin?"

"Ngg.. Enggak lah santai aja kalik, lo pasti suka berfikiran gue itu galak, nyebelin, pemarah."

"Ya mungkin dulu gitu, tapi makin lama , lo asik kok kak. Lo tu gak pemaran atau galak, lo itu tegas dan gak salah lo jadi ketua OSIS." pipi Angga memanas.

"Haha, bisa aja lo, nih helmnya."

setelah naik ke atas motor Angga, motorpun melaju.

*

"Zain kita jangan pulang dulu. gue masih mau jalan-jalan di mall.. abis itu kita dinner, baru pulang, okey? C'mon Zain."

"Lo ngomong lo lagi kesel sama orang tua lo? tapi lo ngabisin duit mereka?"

Shela menghentikan langkahnya. lalu menatap Zain.

"Wajar, karna gue masih anaknya, mereka kerja buat gue, dan gue cewek, kalok gue kesel gue jalan-jalan atau belanja."

I Love My Stepbrother ✔Baca cerita ini secara GRATIS!