Tak beberapa lama kurasakan seseorang rasa sakit yang amat sangat di daun telingaku.

"a a a sakit ya! ku lirik siapa yang berani menjewer telingaku.

" ya? kau berani meneriakiku?"

"a aa aa ne ne maaf sunbae tolong lepaskan aaa apo "

"Kali ini kau ku ampuni. Tapi lain kali jangan harap lain kali kau akan ku lepaskan. APA KAU FAHAM!"

"ne. Maafkan. Tak akan kuulangi lagi." Kataku kesal sambil mengelus telingaku yang sakit.

" baiklah, hari ni kita mulai dengan berkeliling" seo sunbaepun memulai tournya....

Dasar menyebalkan umpatku dalam hati sambil mengepalkan tanganku ke arak si bacot seo

"SIAPA YANG MENEBALKAN!" kata seo sunbae yang tiba-tiba berbalik ke arah kua.

"aniyo " kataku kaget sambil menyembunyikan tanganku dibelakan tubuh ku dan langsung menunduk.

Tourpun di lanjutkan kami menuju UGD. Aku terus menunduk sambil meruntuki seo sunbae yang memang sejak kuliah selalu saja membulli ku, pasti dia sangat senang sekarang. dan berjalan paling belakang.

"YA MOON CHAE WON apa kau akan kabur? "

"aaa niyo"

Akupun maju dan berjalan di belakangnya. Kami pun berhenti di sebuah ruangan. terlihat beberapa dokter berlarian. Sepertinya ada yang telah mengalami kecelakaan. Aku memandangi sekitar. Omona aaa ada seung gi sunbae. Aaaaaa yaampun dia sangat keren dia berlari menuju ruang operasi. Seo sunbaepun mengajak kami melihat bagaimana proses operasi. Yes aku bisa melihat seung gi sunbae. Waah dia sangat keren. Dia seniorku dulu. Satu angkatan dengan seo sunbae. Ahh dia sangat tampan tanpa sadar aku melamun. Hingga lagi-lagi aku dibentak si bacot seo ini. aaah mengganggu saja

Jong ki pov

Ah sial ban mobilku kempes terpaksa aku harus menaiki taksi. Padahal hari ini aku harus segera ke rumah sakit untuk menemui nunna ku. Lebih tepatnya pacarku sih hehehe. Sepertinya aku harus menyebrang jalan terlebih dahulu. Kulihat di sebrang ada sebuah taksi berhenti. Aku pun langsung berlari dan memasuki taksi tersebut. Dan mengatakan pada supir taksi kemana aku akan pergi. Takku sangka ternyata seorang wanita juga memasuki taksi ini. dari penampilannya sepertinya ia sedang terburu-buru. Aah wanita macam apa dia? Apa dia tidak menyisir rambutnya? Lihatlah bajunya juga kusut. Ah apa peduliku.

"permisi, sepertinya aku dulu yang menaiki taksi ini. Jadi silahkan anda keluar." Kataku.

"maaf lebih baik anda saja yang keluar karena saya sedang teruru-buru"

"sepertinya kalian berdua mimiliki tujuan yang sama lebih baik bersama saja."

"tapi.." ah sebenarnya aku malas satu taksi dengan wanita seperti ini. ah tapi biarlah.

"baiklah ajushi, bisa cepat sedikit tidak?"

Sesampainya di rumah sakit dia berusaha membayar sebagian ongkos taksi. Ah sangat merepotkan tanpa memperdulikannya aku langsung saja pergi. Lagipula menemui nonna ku lebih penting dari separuh ongkos taksi.

Aku pun bergegas menuju ruangan ji hyo nunna. Ah dia sedang berbaring. Sudah beberapa hari ini dia di rawat di rumah sakit ini. ia mengalami radang usus buntu yang cukup serius. Ya sepertinya hal itu dikarenakan kesibukannya. Aku merasa sanat menyesal. Aku bukan pacar yang baik hingga tak memperhatikan makanannya.

Chae won pov

Aahh sungguh lelah sekali. Seharian ini kami berkeliling rumah sakit. Dan mendengar omelan seo sunbae setiap saat. Tapi kenapa selalu aku yang di bentak. Ahh sial aku sudah menjadi incarannya. Akupun menghempaskan tubuhku di kursi samping mesin minuman. Kulihat arloji ku sudah menunjukan pukul 4 sore. Aku pun memejamkan mataku. Betapa kagetnya aku setelah merasakan dinginnya kaleng minuman yang menempel di jidatku. Ah rupanya jang mi.

Please Move OnWhere stories live. Discover now