US

867 85 9


Jimin merasa hari-harinya semakin berwarna semenjak ia bergabung dengan EXO terlebih sekarang Donghyuk ikut bergabung dengan kelompok mereka. Tentu saja dengan Puppy eyes Jimin dan ketidak relaan Sehun selaku Leader mereka.

Jimin juga mulai merubah sikapnya yang tadinya dingin menjadi ramah. Yang tadinya pemalas tiba-tiba menjadi rajin, dan dalam seminggu ini ia sudah menjadi anak kesayangan guru-guru.

Dan setelah ia membuka kotak pemberian Dongwook, ia merasa dunianya total berubah. Tidak ada anggota geng EXO yang tau apa isinya, tapi Jimin hanya menunjukkan sebuah surat pada mereka. Surat berisi nasihat Dongwook pada Jimin mengenai keluarganya.

Dan secara tidak langsung membuat Jimin harus berjanji untuk merekatkan hubungannya dengan keluarganya.

Jimin...

Obat ini semakin merusak Hyung. Hyung takut jika Hyung secepatnya akan pergi.
Hyung menyayangimu.
Jika nantinya Hyung benar-benar pergi, kau harus berjanji untuk memperbaiki hubunganmu dengan keluargamu. Entah kenapa Hyung yakin jika mereka bisa memberikan kasih sayang padamu.
Jiminnie, Hyung harap kau juga harus lepas dari benda benda laknat itu.
Hyung menyayangimu...

Ah, jika kau sudah membaca ini. Itu artinya kau sudah membuat janji denganku. ^^

Ingin rasanya Jimin menjambak surai Dongwook yang berbeda warna dengan kembarannya itu.
Tapi mengingat Dongwook sangat jauh darinya dan Jimin tidak ingin cepat-cepat menemuinya membuat Jimin harus menunda keinginannya.

Dan mengenai isi lain yang ada didalam kotak. Kuharap kalian tidak memberitahu anggota EXO yang lain.

Isinya puisi-puisi cinta, setangkai mawar merah dan sebuah boneka teddy bear kecil.

Kalian mengerti maksudku kan?

Dongwook mencintai Jimin.

"Jimin!"

Seseorang memanggilnya dan lamunan Jimin buyar seketika, ia menatap sekeliling dan menyadari jika mereka berada dilapangan basket, Jimin mendongak. "Ah, Kris Hyung!" Namja tinggi itu tampak berkeringat dengan rambut yang tampak lepek.

"Kau tidak main?" Tanya Kris mengambil sebotol air mineral yang diletakkan disamping Jimin.

"Basket? No thanks. Aku sadar diri Hyung." cibir Jimin membuat Kris tergelak. Ia meminum air dalam botol itu hingga menyisakan setengahnya sebelum akhirnya ia gunakan untuk menyirami kepalanya.

Kris menengadah lalu menyisir rambutnya menggunakan jari-jari panjangnya, "Kau tahu Jimin. Basket bukan masalah tinggi badan." Namja itu mengepalkan tangannya, "Tapi mengenai Tekad dan keinginan dalam masuk ke permainannya."

Jimin melihatnya melangkah ke belakang lalu bergabung bersama yang lain. "Nah, itu Hyung. Aku juga tidak memilikinya." Ringis Jimin sebelum kedua bola matanya menangkap siluet seseorang.

Namjoon.

Jimin berdiri dengan tergesa, "A-Aku ada urusan!" Teriak Namja mungil itu pada mereka.

Ia segera lari menghampiri Namjoon yang akan berbelok ditikungan jalan. Jimin meruntuki kakinya yang pendek sehingga lama mengejar Namjoon.

"Namjoon!" Panggilnya saat melihat Namjoon hendak masuk ke kantor guru.

Dapat ia lihat bahu Namja yang cukup tinggi itu menegak, ia tampak terdiam sebelum menunduk dengan perlahan.

The Story Is Based On The Mood Of Author - Jimin ukeBaca cerita ini secara GRATIS!