Who are You?

973 86 11


Hari berikutnya merupakan hari yang dinanti Jimin. Ia sangat bersemangat akan hari ini, bahkan ketika waktu masih menunjuk pukul 05:35 a.m Jimin sudah bersiap diruang makan menunggu yang lain.

Yang pertama keluar dari guanya adalah Kris. Namja tinggi itu sudah berpakaian seragam meskipun hanya celana dan kemejanya saja. "Mana yang lain?"

"Entahlah... tidur mungkin?" Jawab Kris mengambil tempat duduk disebelah Jimin.

"Hyung! Kau duduk disana saja." Pinta Jimin membuat Kris menatap kecewa.

"Kenapa?"

Jimin mempoutkan bibirnya imut. "Aku terlihat pendek ketika disampingmu." Rajuknya membuat rasa kecewa Kris menguap begitu saja. Namja berhidung mancung itu tertawa keras mendengarnya.

"Tidak ada yang lucu Hyung!"

Jimin mendumel tidak jelas lalu pindah ke kursi yang ada dihadapan Kris. Entah sejak kapan Jimin dekat dengan Kris, dan sekarang ia memanggilnya Hyung.

Mungkin karena saat ia terbangun kemarin yang dijumpainya adalah Kris, terlebih sekarang mereka sekamar. Sedangkan Chen dengan Suho, dan Sehun dengan Chanyeol.

Jimin memperhatikan Kris yang masih saja tertawa tidak jelas. "Terserahmu sajalah Hyung."

"Baiklah, Hahaha.... Aku minta maaf... Hahahaha..." Jimin rasanya ingin membacok Kris.

"Minta maaf tapi masih saja tertawa." Sungut Jimin dengan wajah membunuh pada Kris.

Kris mengendalikan dirinya, Oh jangan salahkan dia. Menurutnya hal tadi itu sangat lucu, tapi pastinya Jimin bahkan tidak tau letak mana yang lucu, "Baik-baiklah Tuan Putri..."

"Aku Namja, Tiang!"

"Dan aku bukan Tiang sayang..."

Kris menatap Jimin dalam, punggungnya ia senderkan pada kepala kursi. "Jimin..."

"Ne Hyung...."

"Aku ingin-"

"Tunggu sebentar! Aku ingin mengambil ice cream ku." Cengir Jimin meninggalkan Kris yang cengo.

Tak lama kemudian suara sepatu dan lantai yang beradu menandai Jimin kembali ke meja makan. Ia kembali sambil membawa sebatang ice cream ditangannya. "Hyung tadi mau ngomong apa?"

"Begini... tentang yang kemarin." Kris menelan ludah kala Jimin mulai menjilat ice cream rasa stroberi itu. "Bisa kau ceritakan masa lalumu... padaku."

Jimin terdiam, tubuhnya membeku.
"Fuah... ini memang enak!" Riangnya melahap ice cream itu layaknya anak kecil. Sangat menggemaskan.

Kris cengo kembali, "Jim..." panggilnya berusaha mendapatkan perhatian si mungil.

"Kau tahu Hyung..."

Kris terdiam.

"...Jika Hyung mengetahui masa laluku. Hyung akan jijik padaku." Lirih Jimin menatap ice creamnya yang sedikit meleleh itu.

Namja yang lebih tua terpaku, jika Jimin bicara seperti itu. Ia menatap lekat Jimin.

Berarti masa lalu Jimin benar-benar buruk.

Tapi tetap pada rasa penasarannya. Kris tidak akan putus ditengah jalan. "Ceritakan... Aku tidak akan pernah bisa jijik padamu."

Jimin dapat melihat Kris bangun dari kursinya dan berjalan ke arahnya. "Jangan takut. Ceritakan saja..." Dan Namja itu duduk disampingnya.

Awalnya Jimin agak ragu, tapi melihat tatapan Kris. Sepertinya ia memang harus menceritakannya, meskipun ia tidak tahu apakah dirinya siap atau belum. Mengingat kemarin saja ia sampai pingsan.

The Story Is Based On The Mood Of Author - Jimin ukeBaca cerita ini secara GRATIS!