Thanks Chen!!!

1.2K 95 4


Sehun kembali melancarkan aksi mabuknya. Ia menggenggam 'adik kecil' Jimin dan menggerakkannya dalam tempo sedang. "Kau... manis ternyata." Gumam Sehun kala mendengar pekikan imut Jimin.

Ia mempercepat tempo kocokkannya. Jimin hanya bisa mengerang nikmat, sejujurnya ini adalah pertama kalinya bagi Jimin melakukan ini. Kaki si manis bergetar, wajahnya memerah dan ia pun berejakulasi.

Tubuhnya sangat lemas, ia bahkan hanya bisa menatap sayu Sehun yang kini menggendongnya bridal ke salah satu kamar yang ada disana.

Kembali Sehun mendominasinya. Namja itu menindih tubuh kecil Jimin, bibirnya meraup bibir sang Uke manis yang sudah tak berdaya dalam kungkungannya. "Engghhh..."

Dilumatnya sadis bibir menggoda itu sambil sesekali menggigit-gigitnya. Lidahnya menyusup nakal, membelai lembut atap-atap mulut Jimin serta mengabsen gigi-gigi putihnya.

Jimin merasa kasur yang ia gunakan bergerak. Selanjutnya terdengar jeritan dari sana. "YAA!! DISINI ADA MANUSIA, SIALAN!!!"

Detik berikutnya, Sehun sudah terjengkang ke belakang dengan Jimin yang menindihnya. Tak menyia-nyiakan kesempatan, ia pun mencoba kabur.

Belum sempat ia bangkit, sebuah tangan menarik tubuhnya sehingga kembali jatuh ke pelukan Sehun. Sepertinya Namja yang lebih tinggi belum menyerah. Ia mengungkung pinggul Jimin lalu kembali menyesap bibir yang sudah membengkak itu.

Chen yang merupakan korban tertindih pun terbelalak melihat sang Leader dengan wajah memerah asik mencium Jimin beringas yang sepertinya tidak bisa menikmati ciuman Sehun. "Leader bodoh kau mabuk!!"

Secepat kilat ia menarik Jimin menjauh dari sang leader, dia dapat mendengar Jimin bergumam 'Thanks Chen' dengan pelan dan Chen hanya membalas seadanya.

Ia mendekati Sehun lalu menyeret Namja yang meracau tidak jelas itu ke kamar mandi yang ada disana. Setelah sampai, ia pun membanting tubuh itu kelantai dan menyirami wajahnya dengan air.

"!?"

Sehun mulai membuka matanya ketika air membasahi wajahnya. Mulutnya menggap-menggap mencari oksigen. Ia mengusap wajahnya yang basah itu, "Huahhhh.... Apa-apaan ini!?"

Chen tidak menggubrisnya, Namja itu melepas jaket yang sedari tadi dipakainya lalu menaruhnya dipundak Jimin. Keadaan Jimin lebih baik dari yang tadi, tapi dia hanya bisa melongo mencerna hal yang baru saja Sehun lakukan padanya.

Gila!

Ia meruntuk pada kesalahannya sendiri. Mengeratkan jaket Chen, Jimin bergumam, "Ayo ke meja makan...."

Chen meliriknya, "Tidak. Jika kau masih mengenakan kostum itu." Hardiknya membuat Jimin terkekeh pelan. "Aku membawa baju ganti, di ranselku. Ambilah jika kau tidak ingin holemu dihajar mereka." Lanjut Chen lalu menghela nafas, "Dan kau Leader...." ia melempar handuk pada Sehun. "Urusi dulu 'punyamu'."

"Ummm.... dimana ranselmu?"

"Ah, sial. Di kamar satunya, yang digunakan Chanyeol."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jimin keluar dari kamar mandi dengan mengenakan celana hitam selutut dan kaos biru muda kebesaran bergambar mickey mouse.

Dan hal pertama yang didapatinya seusai keluar dari sana adalah Sehun yang menunduk menyesal diatas pinggiran ranjang. "Maafkan aku Jimin. Aku sungguh tidak sadar tadi, maaf." Ringisnya dengan wajah mengernyit.

Dan saat itu Jimin tahu, jika Oh Sehun bukanlah Namja sebrengsek yang pernah ia kira. "Tak apa, aku tahu." Jimin tersenyum lembut. Benar-benar tersenyum. Sepertinya bergabung dalam geng ini memberikan dampak yang luar biasa padanya.

Sehun membalas senyumannya meskipun agak ragu. "Aku benar-benar.."

"Aku tahu Aku tahu. Ayo makan malam." Ajaknya mendahului Sehun melewati pintu kamar.

Sehun pun hanya terdiam mengekorinya.

Suasana di meja makan sangat bising, "Hei Jimin! tidak kusangka kau pintar masak ternyata." Puji Chanyeol selepas menelan satu sendok penuh masakan Jimin.

Sedang yang diberi pujian hanya acuh dan memilih duduk disamping Chen. Mendengar suara kursi ditarik, Chen menoleh. Ia meneliti Jimin, "Kebesaran ya?"

Jimin memasang senyum lebar, "Sedikit."

Ia sudah tidak mendengar suara bising lagi. Mereka mendongak saat merasakan tatapan intens dari anggota lain. "A-Apa?" Chen membeo.

Suho mengerutkan kening, ia menunjuk Chen menggunakan garpunya. "Chen sialan! Kau melakukan pendekatan pada Jimin ya??"

Sehun yang tadinya diam pun angkat bicara, "Kenapa kau mencuri start duluan?"

Kris? Dia masih melanjutkan makannya.

Chen tidak terima, "Aku bahkan tidak melakukan apapun. Benarkan Chin?" Ia menoleh pada Jimin.

"E-eh? Chin?"

Chen tersenyum manis, "Itu panggilanku untukmu. Jika aku Chen maka kau Chin."

"Itu panggilan yang buruk Chen. Lebih baik Chim saja, itu mencerminkan dirinya yang manis dan imut." Kris menimpalinya.

"Ta-Tapi..."

"Kami setuju!" Koor Sehun dan Suho serempak membuat Chen mendengus.

Ia menatap Chanyeol, "Heh brengsek. Kau tidak setuju kan pada mereka??"

"Siapa bilang?"

"AH MENYEBALKAAAN!!!"

"Hahahahaha...."

Mereka menoleh pada makhluk menggemaskan yang sedang tertawa itu. Mempesona jujur saja.

Jimin menyeka air mata disudut matanya, "Kalian lucu. Ugh perutku... Hahahahahaha...."

Mereka pun tertawa bersama ditengah makan malam yang menyenangkan.

TBC

WAHAHAHA.... JIMIN DISELAMATKAN CHEN ANGEL. :'V tambah Absurd kah? VOMENT PLEASE....

The Story Is Based On The Mood Of Author - Jimin ukeBaca cerita ini secara GRATIS!