RedMonster

1.6K 103 2


Park Jimin, Namja berandal yang hobi membolos tiap jam pelajaran. Pembuat onar yang dibenci sekaligus ditakuti. Tentu saja mereka harus takut, karena jika tidak.... mereka akan bernasib sama dengan siswa yang saat ini tengah dihajar Jimin.

Brugh!

Tubuh Siswa itu menghantam lantai dengan keras. Ia terbatuk, sudut bibirnya mengalirkan sedikit darah. Lebam-lebam menghiasi wajahnya yang pucat pasi, dengan mimik wajah yang ketakutan ia memohon. "K-Ku mohon maafkan aku Jimin-ssi."

Tidak pernah dipikiran siswa itu ia kan berurusan dengan si Park Jimin. Dan hari ini karena kecerobohannya, ia tidak sengaja menumpahkan minumannya pada kemeja Namja itu kala ia melewati bangku yang diduduki Jimin.

Jimin tertawa merendahkan, "Hah... kata maaf tidak akan membuat seragamku kering, Tolol."

Namja itu menendang korbannya dengan keras, "Kau masih ada urusan denganku, serangga." lalu ia meninggalkan tempat itu tanpa menoleh sedikitpun.

°

•••
ו•°••×
•••
°

"Aku pulang!"

Ia melepas sepatunya lalu membuangnya asal dan melangkah masuk ke dalam rumah. Kebiasaan buruk itu memang sulit Jimin hilangkan, tapi masa bodoh. Toh, dirumahnya ada banyak pembantu yang akan mengurusnya.

Jimin masuk ke kamarnya yang dipenuhi warna hitam dan merah sembari melepas kemeja sekolahnya yang ada noda coklat dibeberapa bagiannya. Dan lagi-lagi ia membuang kemeja itu dilantai begitu saja.

Ia membanting tubuhnya ke atas kasur king-size miliknya. Menghela nafas lelah, ia pun segera memejamkan mata.

Brakk!!

Pintu kamar terdobrak begitu saja, Jimin membuka matanya secepat kilat, dan langsung saja ia mengerang begitu melihat siapa yang ada disana. "Haaah.... Brengsek!! Keluar dari kamarku sekarang!"

Jimin menarik guling miliknya lalu tidur memunggungi orang itu. Hyung nya, Park Namjoon. Siswa cerdas kebanggaan sekolah, anak tersayang dalam keluarganya. Si Jenius dari kelas 11-A. Dan Rapper yang sangat keren.

"Ini apa?"

Jimin tidak menjawab, ia hanya menjulurkan lidahnya mengejek.

"Jimin...."

"Park Jimin...."

Jimin mendengus kesal, ia menoleh lalu berucap kasar. "Berisik!!! Mengganggu sekali kau itu! Tidak lihat aku sedang mencoba tidur!! Gunakan matamu!!! Itu kertas Bodoh!!"

Ia kembali memunggungi Hyungnya.

Namjoon mendekati adiknya itu lalu meletakkan kertas ulangan itu di nakas yang ada disamping ranjang. Wajahnya menunjukkan ekspresi sedih yang kentara, "Baiklah tidurlah. Dan lain kali jika kau kebingungan terhadap pelajaran yang kau terima... datanglah ke kamarku. Aku akan mengajarimu."

"Seperti aku butuh saja." Gerutu Jimin lalu menutup telinganya menggunakan guling yang tadi dipeluknya.

Mengusap wajahnya frustasi, Namjoon keluar dari kamar Jimin. "Menyedihkan, aku bahkan tidak bisa menjadi panutan untukmu."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jimin melangkah menuju meja makan, disana sudah ada sang Eomma -Park Yujin- dan Namjoon. "Jimin-ah, Ayo makan!" Yujin tersenyum lembut.

Jimin cuek menanggapinya, "Jalang, hari ini kau masak apa?"

Perkataan Jimin serasa menusuk ulu hati Yujin. Senyum lembutnya agak goyah, ia mencoba tersenyum kembali meskipun yang nampak hanya senyum cacat. Tubuhnya sedikit bergetar menahan tangis, matanya sudah berkaca-kaca. "A-Aku memasak-"

Jimin tersenyum manis lalu memotong perkataannya, "Ah, lupakan. Aku sudah tau apa yang kau masak. Hmmm, Makanan menjijikan!" Ia memakai jaket kulit yang tadinya tersampir dibahunya.

"Aku pergi!"

Setelah langkah kaki Jimin tidak terdengar lagi barulah pertahanan Yujin jebol. Kepalanya menunduk, perlahan ia terisak. Suasana hening makan malam itu pun berlanjut diiringi tangisan Yujin yang semakin kencang.

"Hikksss.... Aku lupa... HHikkss.... K-Kapan t-terakhirs Hikss... kkali Jimin.... Memanggilku Hikkksss.... E-Eomm.. Eomma...."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Vodka satu!"

Ia mendudukkan diri pada kursi dimeja bar lalu meneriaki salah satu minuman yang sering ia beli disini.

Para Wanita jalang mulai mendekatinya, memberikan pandangan menggoda, mengelus bahunya, lalu berbisik sensual ditelinganya, "Masuki aku dengan keras Tuan..."

Wanita itu masih dengan tidak tau malunya mendudukkan diri pada pangkuan Jimin. Ia mengecup sudut bibir Namja yang kini memasang wajah datar itu. Tangan tangan nakalnya mulai membuka kancing kemeja Jimin.

"Ahhhh....."

Satu desahan lolos kala Jimin tiba-tiba meremas buah dadanya yang dibalut gaun ketat itu dari luar. Kakinya bergerak mengangkangi pinggul Namja dibawahnya hingga kain gaunnya tertarik ke atas, menampilkan 3/4 pahanya.

Tangan Jimin merambat menuju leher wanita itu. Mengelusnya dengan lembut hingga membuat wanita itu merasa diatas angin.

"Ahhhh.... Tuan!!!"

Lalu Jimin MENCEKIKNYA!!!!

"KYAAAA!!!! AKH!!! LEPASH!!!! K-KUMOHOON!!!"

Wanita itu mencoba melepaskan diri dari cekikan Jimin. Wajahnya membiru kesulitan bernafas, teriakannya membuat tempat itu menjadi hening seketika. Orang-orang didekat mereka mulai menjauh, menatap Horror pemandangan didepannya.

"Hei Jalang, ingin merasakan kerasnya aku hm?" Jimin berbisik ditelinganya.

"Pergilah sebelum kau mati! Jangan pernah menampakkan diri dihadapanku."

Cekikan melonggar dan berangsur-angsur wajah wanita itu kembali seperti semula. Wanita itu menangis lalu segera lari menjauhi Jimin. Dapat dipastikan ia akan keluar dari tempat kerjanya.

Suasana mulai menjadi seperti biasa meski masih ada beberapa orang yang memperhatikan Jimin.

Jimin menikmati Vodka miliknya sampai beberapa orang Namja mulai mendatanginya, "Yo dude! Aku mengenal mu. Redmonster dari kelas sebelah heh?"

Jimin hanya melirik nya.

"Oh Sehun, Leader EXO." sapa Sehun tanpa bisa menyembunyikan Smirk miliknya.

"Lalu? Kau ingin aku melakukan apa?"

Sehun tertawa, "Tentu saja bergabung dalam geng ku."
.
.
.
.
TBC

Zyan minta Voment please. :'v meskipun ini fic aneh.

The Story Is Based On The Mood Of Author - Jimin ukeBaca cerita ini secara GRATIS!