BAB 1 PART 1

12.4K 262 5

AKU dandelion...

Teguh berdiri di lapangan yang menghijau...

Terbuai-buai ditiup angin malam...

Bersendirian di bawah cahaya terang Sang Bulan

yang sentiasa ditemani oleh Cik Bintang...

Dan disini...

Aku melihatmu pergi...

Melihat kau pergi dan ditelan oleh kepekatan malam...

Adakah kau akan berpatah balik dan tersenyum untukku?

Jari-jemari yang halus dan runcing terhenti dari mengetuk papan kekunci. Matanya dihalakan ke arah sekumpulan dandelion yang terbuai-buai di luar jendela rumahnya. Kedengaran satu keluhan halus dilepaskan. Sedetik kemudian, matanya dihalakan semula ke arah komputer ribanya.

Jika ini berterusan...

Adakah aku mampu bertahan?

Tanpa melihat... aku dapat melihatmu...

Tanpa mendengar... aku dapat mendengarmu...

Aku ingin dihidupkan semula melalui nafasmu...

Seperti dandelion...

Walaupun aku ingin pergi... aku tak bisa...

Walaupun aku ingin memelukmu... aku tak bisa...

Kerna hatiku telah terusik oleh jari halusmu...

Dan setelah malam ini berlalu...

Adakah kau tahu?

Umpama cinta yang tersenyum dalam tangisan...

Aku ingin dihidupkan semula melalui setiap degupan jantungmu...

Tanpa melihat... aku dapat melihatmu...

Tanpa mendengar... aku dapat mendengarmu...

Seperti dibawa angin dan berserakan...

Dan aku terbang...

Terbang dan berserakan ke dalam hatimu...

Sepertinya aku terbang...

Akulah dandelion...

Dan detik itu juga, airmatanya terus jatuh berguguran ke pipi mulusnya. Amni Jasmina melepaskan sebak yang bertakung di dadanya seraya tersedu-sedu menangis mengenangkan kisah cinta halalnya yang semakin hilang terhakis dek kerakusan nafsu. Matanya yang redup itu memandang dandelion yang ditanamnya. Seraya itu, tangan kecilnya mengusap-usap perut yang mempunyai nyawa yang hidup di dalamnya.


Cinta Seorang IsteriRead this story for FREE!