51

7.1K 395 4

Waktunya kembali ke sekolah, tinggal menghitung beberapa minggu lagi Zain akan menghadapi ujian nasionalnya, ya walaupun masuk ke universitas di luar negri gak mandang nilai UN melainkan nilai rapotnya. Meskipun nakal, jarang belajar,maupun jarang masuk sekolah kemampuan otak Zain tak bisa diajak main main, ya walaupun di kehidupan ini takdir Zain begitu tak adil dengan perilakunya yang nakal tetapi punya otak yang cerdas. Bisa saja karna keturunan? Almarhum ibunda Zain sangatlah cerdas dulu beliau adalah seorang dokter di bidang organ dalam. Ibunda yang cantik dan cerdas itu tak bisa memandang dan hidup lebih lama dengan anaknya karna beliau mengalami pendarahan dan pecahnya ketuban sang anak saat itu, jadi mau tak mau salah satu harus di selamatkan, bukan Yasser yang mengambil keputusan melainkan Kethen sang ibu kandung Zain, Yasser sangat terpukul akan keputusan Kethen karna dia memutuskan tanpa persetujuan dari pihak suami, Kethen melakukan ini karna dia tau perbuatan mulia seorang ibu menyelamatkan anaknya terlebih dahulu adalah jabarannya sebuah rumah dan di tempatkan di surga. Walaupun dia sudah tiada Zain tetap mengingat ibu kandungnya lewat foto foto yang sempat Zain curi di kamar ayahnya waktu kecil. Sedangkan untuk ayah gadis cantik itu? Masih menjadi sebuah teka teki, Misca menyuruh anaknya untuk melupakan jejak ayahnya. Keyla mengerti akan perasaan bundanya tentang keberadaan ayah kandungnya saat ini,terkadang gadis itu ingin sesekali bertemu dengan ayahnya yang sebenarnya, tapi selalu dia urungkan niatnya untuk menghargai perasaan sang ibu, dia percaya bahwa ayahnya sekarang tak baik untuk mereka,karena sudah banyak menyakiti ibunya dan tak menganggapnya ada buktinya ayahnya tak mencarinya hingga detik ini?

"Zain.. lo di panggil ke ruang guru."

"Hishh.. ngerepotin aja. Hm."

"Buruan.. ntar ngamuk."

"Iya ini mau jalan brengsek!" Bentak Zain, membuat temannya bergidik ngeri.

Dengan sangar Zain melangkahkan kakinya ke ruang guru. Dan sampailah dia disana.

"Zain.."

"Ada apa bu?"

"Kamu masih punya utang ulangan harian 3 kali sama pak Yadi 2 kali sama bu Jeni 2 kali sama Pak Dedi jadi.. 3 matematika 2 bahasa Inggris 2 lagi mapel ekonomi, kamu samperin guru yang ibu sebut, kalok kamu gak ujian susulan jangan harap nilai rapot kamu kayak sebelumnya apalagi kamu di jelas 12 malah banyak absennya! Udah sana buruan."

"Hm." Dehem Zain membuat wali kelasnya menggeleng geleng melihat tingkah muridnya.

*

Selesai dengan apa yang sudah dia lakukan dia kembali ke kelasnya, tapi langkahnya terhambat saat dia melihat Edgar memojokan seorang gadis di bawah tangga koridor, dimana tempat itu jarang di lewati orang. Mengkerutkan kening memperhatikan apa yang akan cowok itu lakukan.

"Kak Edgar lepassin!! Sakit!"

"Bentar doang.."

"Lepasin, atau gue teriak."

"Gue sobek baju lo!"

Plakk.. gadis itu menampar Edgar.

"Gue gak tau apa-apa kak.."

"Lo kok berani nampar gue!!" Edgar mendorong gadis itu hingga terjatuh.

"Hehh!!" Tak bisa melihat kelanjutannya Zain mulai menyerang.

"Ngapain lo disini!"

"Apa urusan lo!! Ngapain lo ganggu dia?"

"Bukan urusan lo juga!!"

"Mending lo balik sekarang." Ujar Zain pada gadis yang sudah kelewat takut itu.

"Heh! Gue gak nyuruh lo buat pergi!!" Gadis itu diam di tempat.

I Love My Stepbrother ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang