Part 11....Perasaan itu lagi!

7.1K 652 11

>The Queen Of Teh Kingdom Jaegsukk

Tanggal Publish: 26 April 2016, Selasa. 5:17 AM

Karya: Rianafni29

--------------------------
Assalamualikum...
Maaf Part ini sedikit! Makasih-makasih makasiiih buat semua pembaca... buat yang komen makasihnya empat kali deeh!... Ingsyaallah masukan-masukannya saya pakai, gak akan dikacangin kok!
Terima kasih.
Salam RNA...
---------------------------

Sesuai surat rahasia, Ji Eun masuk kelas dansa tepat waktu, padahal ia berniat kembali datang terlambat. Entah kenapa, sekarang Ji Eun ingin datang seperti biasa.

"Lee Ji Eun...?"

Ji Eun membalikan badannya dan melihat Putra mangkota Hyun Joon berdiri didekat pintu seolah menantinya, ada binar dimatanya. Cepat-cepat Ji Eun membungkuk.

Deg...

Perasaan itu muncul lagi, dengan langkah pelan Ji Eun melepas pegangan tangannya dengan tangan Hye ri. Lalu mengayunkan kakinya menuju tempat dimana putra mahkota Hyun Joon berdiri.

Deg... deg...

Semakin dekat, semakin cepat pula detakan jantung Ji Eun. Ji Eun memegang dadanya kesal, ia tak suka perasaan ini. Mata nya mencuri pandang pada Putra mahkota Hyun Joon, jujur dari hati Ji Eun yang paling dalam, akhir-akhir ini Putra mahkota Hyun Joon benar-benar tampan. Mungkin karna pakaiannya lebih bagus dari yang lain. Lagipula mana mungkin pewaris kerajaan memakai baju yang seragam dengan murid lainnya. Langkah Ji Eun benar-benar sangat pelan, kepalanya tertunduk, membuat ia tak sadar semua pasangan sudah siap untuk menari.

"Lee Ji Eun? Cepat!" Teriak Dayang Mi Yeon, Ji Eun mendongak ia membungkuk dan cepat-cepat berlari menuju putra Mahkota Hyun Joon yang sekarang entah sejak kapan sudah berdiri ditengah kelas.

"Maaf..." Ji Eun membungkuk, Putra mahkota Hyun Joon tersenyum manis. Putra mahkota Hyun Joon memakai Hanbok merah darah bercampur emas, berbeda dari yang lainnya. Sesekali ia juga memakai baju Khusus pewaris kerajaan, baju berwarna biru keunguan dengan ukiran naga emas dilengan dan dadanya.

Ji Eun tersipu malu melihatnya, seperti biasa mereka memulai dansa tanpa sepatah kata.

Alunan musik mulai memenuhi ruangan, setiap pasangan mulai sibuk dengan tariannya. Dayang Mi Hyeon tersenyum lega melihat murid-muridnya terlihat menikmati tariannya, tak ada rengekan, protes maupun kemarahan muridnya saat berpasangan dengan anak yang tak bisa berdansa. Sekarang, ia lega melihat kemajuan murid-muridnya.

"Mencari Yoo Hwan?" Tuduh Hyun joon saat Mata Ji Eun terus saja menjelajahi seisi kelas. Mereka masih dalam posisi berdansa, Ji Eun memaksakan seutas senyum. Ji Eun menggeleng.

"Tidak..."

"Jika iya, ia tak masuk kelas dansa..." Hyun Joon menunduk, menatap mata Ji Eun.

"Sudah kukatakan tidak... Tuan" Ji Eun menunduk, gelagapan melirik Jipsinnya.

"Panggil aku Hyun Joon..." Putra mahkota Hyun Joon semakin memperketat jarak nya dengan Ji Eun.

"T... tapi... itu tidak sop..."

"Berapa usiamu?"

Ji Eun memberanikan dirinya menatap Hyun Joon.

"Em... mpat belas ta..."

"Aku satu tahun lebih tua darimu" Potong Putra mahkota Hyun Joon, matanya menatap lekat mata hitam pekat milik Ji Eun.

"Ta..."

"Kalau begitu, panggil Putra Mahkota Hyun Joon saja ..." putra mahkota Hyun Joon kembali memotong ucapan Ji Eun, Ji Eun mengangguk pasrah.

"Apa kau menyukai Yoo Hwan?"

Ji Eun membelalakan matanya terkejut, dengan cepat kepalanya menggeleng.

"Ti... tidak" Ji Eun benar-benar gugup, ia tak suka situasi seperti ini, tarian dansa nya jadi semakin berantakan. Ups, seperti biasa kakinya menginjak Kaki Hyun Joon.

"Maaf..." Ji Eun menghentikan tariannya dan membungkuk, matanya menjelajah seisi kelas, takut-takut dayang Mi Yeon datang dan akan memarahinya lagi, beruntung Dayang Mi Yeon sibuk dengan pasangan diujung kelas dekat pintu.

"Kenapa?" Putra mahkota Hyun Joon bertanya tegas, ia seperti menahan kesal. Ji Eun gugup semakin bersalah, mungkin Putra Mahkota Hyun Joon marah padanya.

"Kakiku..."
Belum sempat Ji Eun melanjutkan ucapannya, Putra mahkota Hyun Joon Sudah kembali merangkul Ji Eun, kembali melanjutkan dansa.

Deg... deg... deg..

Ji Eun menatap dadanya kesal, ia benar-benar tak suka perasaan ini, perasaan yang muncul saat ia berdekatan dengan Putra mahkota Hyun Joon.

"Kakiku sudah kebal diinjak kakimu..." Ada tawa dinada bicara Putra mahkota Hyun Joon, Ji Eun memberanikan mendongakan kepalanya, benar saja Putra mahkota Hyun Joon tengah tersenyum lebar, Ji Eun menghembuskan nafasnya lega. Setidaknya mentertawakannya lebih baik daripada Hyun Joon mencacinya.

"Maaf ..."

"Jangan terlalu dekat dengan Yoo Hwan"

Ji Eun melirik Putra mahkota Hyun Joon pasrah, harus berapa kali ia katakan kalau ia tak menyukai Yoo Hwan? Kalau bukan putra Sang penguasa kerajaan, mungkin Ji Eun sudah memukul kepalanya karna sifat bodohnya.

"Dia bukan anak yang baik..."

"........." Ji Eun memilih diam.

"........" Pangeran Hyun Joon ikut bungkam.

Mereka sama-sama terdiam, membuat suasana semakin kikuk, sampai pelajaran berdansa selesai, Ji Eun membungkuk hormat dan pamit hendak pergi. Pangeran Hyun Joon tersenyum.

"Jangan datang terlambat ke kelas lagi !"

Ji Eun yang membelakangi Putra mahkota Hyun Joon sejenak membeku.

******

"The Queen Of Jaegsukk"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang