Part 4-Dia Kembali

4.2K 334 18

"Hai barbie, ketemu lagi."

Kata-kata itu terus terngiang di kepala Cellyn. Bahkan wajah seseorang yang sangat ia hindari satu tahun lalu tampak menyeringai ke arahnya.

Genta Nandra, sosok yang sudah menghancurkan masa lalunya saat di sekolahnya dulu. Membayangkannya saja membuat Cellyn ingin menangis sekarang juga. Jika saja Darrel tidak datang tepat waktu saat itu, mungkin dia sudah akan menyesali hidupnya seumur hidup.

Seorang gadis tengah diseret oleh seorang cowok yang napasnya terengah-engah karena perlawanannya. Dia Cellyn, secara paksa ditarik Genta dari kerumunan siswa yang sedang merayakan promnight di aula.

Saat itu sudah bukan rahasia lagi kalau Cellyn sudah putus dengan Genta satu minggu sebelum promnight. Tentu saja Genta tidak terima dan merasa harga dirinya terinjak-injak.

"Lepasin!" berontak Cellyn. Namun percuma, tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Genta.

Genta terus menariknya hingga ke belakang sekolah yang terkenal angker. Cellyn takut karena dia hanya sendiri, bukan karena angkernya tempat itu. Cellyn takut Genta akan macam-macam kepadanya.

"Mau lo apa sih? Kita udah putus!" ulang Cellyn lagi.

Genta menghempaskannya ke tembok sehingga punggung Cellyn terasa sakit. Gadis itu menahan tangisnya supaya tidak terlihat lemah di depan Genta. Karena Cellyn tau, semakin dia terlihat lemah, semakin gencar Genta menyakitinya.

Cellyn memutuskan Genta juga karena itu, Genta adalah seorang psyco. Emosinya labil dan menakutkan. Cellyn bahkan tidak tau mengapa ia bisa pacaran dengan Genta. Dulu, Genta memang baik, tapi lama-lama kedoknya mulai terlihat.

"Gue mau kita balikan," ucap Genta yang entah mengapa terlihat lembut, tapi matanya menakutkan.

Cellyn mencoba menatap Genta yang menyudutkannya dengan berani. "Gue udah muak sama sikap lo. Dulu lo bersikap manis di awal, tapi sekarang lo menakutkan."

Genta tertawa mengejek. "Itu bagian yang gue suka. Gue suka ngelihat lo menderita."

Genta terus mendekatkan wajahnya dan ingin membuka kancing teratas kemeja Cellyn. Cewek itu tidak bisa memberontak karena Genta mencengkram kedua tangannya.

Cellyn sudah ingin berteriak namun tiba-tiba Genta terhuyung ke samping dengan mengenaskan. Ternyata Darrel datang ke sana dan memukuli Genta sampai cowok itu pingsan. Berkali-kali Darrel mengumpat, lalu ia mendekap Cellyn untuk menenangkannya.

Cellyn tau, Darrel adalah kakak terbaik yang pernah ada di dunia ini. Cellyn terus menangis di pelukan Darrel. Kakaknya itu mengelus rambutnya lembut sampai tangis Cellyn mereda.

"Tenang ya Dek, dia nggak akan ganggu kamu lagi. Kita pindah ke Jakarta. Lupain semuanya ya. Abang pasti jagain kamu," ucap Darrel menenangkan.

Itulah mengapa sampai saat ini Cellyn belum pernah berpacaran lagi. Cellyn takut orang yang ia percayai menjadi seperti Genta. Cellyn takut dia akan disakiti lagi.

Cellyn sadar jika hidupnya bisa terancam tidak tenang seperti dulu. Kehidupan suram, dan penyebabnya adalah orang itu. Genta Nandra. Dia hampir membuat Cellyn seperti orang gila, dulu. Setiap hari terror misterius terus menghantui Cellyn sampai semuanya terbongkar saat promnight itu. Cellyn memijit pelipisnya yang berdenyut sakit, rasa yang sama seperti dulu kembali datang lagi. Cellyn tidak bisa tahan jika harus satu kelas dengan cowok berengsek itu.

Tapi faktanya memang Cellyn harus satu kelas. Gadis itu mengubah posisi duduknya menjadi di depan guru, sedangkan Genta di bangku pojok kanan. Bangku keramat yang dihuni siswa nakal, seperti Genta. Cowok itu datang sangat pagi sebelum bu Irma persis masuk kelas. Dengan gaya yang dibuat-buat, dia masuk kelas dengan sebelumnya berakting salim ke bu Irma. Genta mengerlingkan matanya ke arah Cellyn. Buru-buru gadis itu mengalihkan pandangannya.

Secret Admirer ✔️Baca cerita ini secara GRATIS!