part 29

3.4K 225 21

Author PoV
.
.
.
.
.
Sousuke berjalan gontai menuju kamar dimana dia bangun sebelumnya. Dia masih belum dapat mempercayai apa yang dikatakan oleh Kei sebelumnya. Rekannya yang dapat dikatakan cukup kuat, dikalahkan oleh Black One dalam sehari.

Bahkan hanya mereka berdua, dirinya dan Iki yang selamat dalam kejadian itu. Tidak bukan hanya mereka, anggota Vampire Klan pun banyak yang mati dan Klan masih berduka akan hal itu.

Langkahnya terhenti di depan pintu kamar, dia menyandarkan dirinya di pintu itu. Dia pun tertawa, tertawa pahit, menertawai dirinya sendiri.

"Payah." Gumamnya. Dengan begini bagaimana dia akan melaksanakan rencananya untuk membunuh semua anggota Black One, untuk membalaskan dendamnya. Padahal semua rencananya hampir sempurna, dan sekarang... dia harus mengulang semua persiapan itu.

Iki yang sedari tadi khawatir akan Sousuke, mencarinya kemana-mana. Namun hasilnya nihil. Dan memutuskan untuk kembali ke kamar Sousuke di mana dia tertidur selama seminggu. 'Mungkin dia sudah kembali.' Pikirnya cemas.

Dengan langkah cepat dia mencapai lorong kamar itu. Di sana dia melihat seseorang yang tengah bersandar pada pintu keemasan itu. "Sousuke...." lirihnya memanggil nama Sousuke.

Tanpa sadar dia berlari menuju Sousuke. "Hei kemana saja kau?!!." Teriaknya saat berada di hadapan Sousuke.

Sousuke yang mendengar suara familiar itu mendongak melihat Iki di depannya, menunjukkan raut wajah khawatir.

"Jalan-jalan." Katanya singkat dan menghindari kontak mata dengan Iki.

"Bukan kah sudah kubilang, kau butuh istirahat. Jadi kesimpulannya kau tidak boleh kemana-mana dulu." Kata Iki mengeluarkan semua kecemasannya.

"Aku tidak kemana-kemana. Aku hanya berjalan-jalan di mansion Vampire Klan ini." Kata Sousuke datar. Iki membulatkan matanya, 'Dia sudah tahu?.' Pikirnya bertanya.

Sousuke tahu apa yang dipikirkan Oleh Iki sekarang hanya dengan melihat raut wajahnya. "Bukan kah lebih cepat lebih baik untukku mengetahuinya?." Kata Sousuke pada Iki yang masih menghindari kontak mata dengan Iki.

"Ahhh kau benar." Kata Iki berakhir dengan nada rendah.

Selanjutnya tidak ada percakapan di antara mereka. Keheningan canggung sekarang memenuhi sekeliling mereka berdua.

"Ah lebih baik kau makan sekarang. Makananmu ada di dalam." Kata Iki memecah keheningan tersebut. Dia pun meraih tangan Sousuke untuk membawanya masuk ke dalam kamar tersebut. Dan Sousuke tidak berkata apa-apa, dan membiarkan Iki membawanya masuk ke kamar itu.
.
.
.
.
.
Tsubaki PoV
.
.
"Ahhh mnnn." Desahku saat mengeluarkan cairan berwarna putih di perutku dan perut Ryusuke.

Ryusuke pun mendesah nikmat saat mengeluarkan miliknya tapi tidak di dalamku. Takutnya anak kami ada apa-apanya.

Tubuh kami roboh ke atas ranjang, kami berbaring saling berdampingan. Dada kami kembang kempis, berusaha mengambil oksigen untuk mengisi paru-paru kami.

Aku merasakan sesuatu menyentuh pipiku, aku berbalik dan melihat Ryusuke sedang mengelus pipiku. Aku tersenyum padanya, dia membalas senyumku.

Lalu tangannya turun ke leherku dan membuatku mendesah nikmat. Tangannya masih turun sampai berhenti di atas perutku. Dan mengelusnya, "Aku senang kau dan calon bayi kita telah kembali."

"Aku pun senang telah kembali kepadamu," Kataku tersenyum lembut dan meletakkan tanganku di atas tangannya yang sedang mengelus perutku yang sedikit menonjol.

"Hm," Katanya singkat. "Aku harap kita akan selalu bersama," Lanjutnya.

"Aku juga berharap seperti itu," Jawabku.

Contract (BoyxBoy)Baca cerita ini secara GRATIS!