41

8.2K 464 9

3 jam mereka tertidur karna ke asikan nonton film bersama, hingga kini pukul 6.30 sore. Tapi tetap saja mereka belum bangun. Misca dan Yasser kini pulang lebih awal karna sehabis ini mereka akan ada acara dan mereka berdua juga harus ikut. Buru-buru Misca masuk ke dalam kamar Keyla.

"Keyla sayang- loh Keyla dimana?"

Menutup kembali kamar Keyla, kini beralih ke kamar Zain.

Membuka pintu kamar putranya. Terlihat gelap. Lalu wanita cantik ini menyalakan sklar lampu kamar anaknya.

"Astaga?" Misca terpelonjak kaget saat melihat ternyata yang sedang berbaring di kasur adlah kedua anakna dmana posisi Zain memeluk Keyla dari belakang.

"Gimana? Udah kasih tau mereka? Sayang-"

"Yah.. kok mereka tidurnya?"

"Udah bangunin aja, liat tuh Tvnya nyala mungkin mereka abis nonton Tv bareng mungkin terus ketiduran, udh buruan, sejam lagibkita udahbharus sampek sana."

"Yaudah aku bangunin mereka dulu ya."

"Dan jangan lupa kamu kasih jasnya ke Zain, dandanin dia sampek ganteng." Tambah Yasser.

"Ok."

Misca merasa aneh dengan kedua anaknya ini, seperti menyimpan sesuatu di antara mereka.

"Zain, Keyla bangun nak.."

"Zain bangun sayang.."

"Keyla.. bangun, udah sore sayang.."

"Umm.. hoamm.. bun."

"Abis ini langsung siap-siap ya kita ada dinner bareng keluar."

"Oya Zain baju kamu nanti bunda siapin, Keyla kamu dandan yang cantik ya."

"Hm."

"Bunda sama ayah tunggu 45 menit lagi, buruan!"

*

Bersiap siap. Keyla sibuk dengan riassan wajahnya sedangkan Zain sibuk dengan jas dan kemejanya. Cowok itu terlihat sangat tampan. Begitupun gadisnya yang terlihat begitu cantik dengan dress putih salju selututnya.

"Zain.. Keyla buruann nak." Teriak bunda dari bawah. Mendengar panggilan itu mereka buru-buru keluar kamar.

Saat membuka pintu bersamaan tak sengaja pandangan mereka bertemu lalu melihat penampilan satu sama lain.

"Wishh.. cantiknya, mau kemana neng? Kehati abang ya?"

"Iyuhh." Lalu Keyla meninggalkan Zain yang masih cengengesan.

Saat menuruni tangga Keyla menyimpan rasa keterkejutannya. Baru kali ini dia melihat kakaknya berdandan seperti itu, terlihat begitu tampan, mapan, dan berwibawa.

"Duhh anak ayah cantik sama ganteng banget sih, orang tuanya sampek kalah."

Merekapun terkekeh, setelah itu masuk ke dalam mobil bersama.

Dalam perjalanan Keyla yang duduk bersebelahan dengan Zain di bangku belakang.

"Bun.. kita emang mau dinner bareng siapa? Tumben harus dandan gini."

"Bareng dokter Jeff, itu dokternya yang waktu nanganin Zain pas sakit."

"Oalah." Mereka kembali terdiam, berlahan tangan Zain mulai nakal. Tangannya berlahan mendekati tangan Keyla Zain menggenggam berlahan tapi tatapannya masih fokus ke depan. Menarik Keyla supaya lebih mendekat duduknya dengannya hingga keduanya saling berdempetan.

"Duduknya jangan jauh jauh dong sayang." Bisik Zain dengan lembut.

"Kampret! Jangan panggil gue sayang!" Mereka kini saling berbisik.

I Love My Stepbrother ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang