39

7.5K 460 18

Sampainya di UKS.

Keyla meraih air bersih,sapu tangan,kapas,obat peredam nyeri untuk membersihkan luka Zain.

"Aww.. pelan pelan Key.."

"Maaf kak.." Bolak balik Zain mencuri pandang ke Keyla, tapi Keyla sok tak memperdulikan, padahal sewaktu Zain sedang tak meliriknya dia memperhatikan Zain.

"Selesai."

"Makasih Key."

"Iya, kakak masih mau sekolah nih, bonyok kayak gini?"

"Iyalah, gue kan mau jagain lo kalok misalnya ada yang macem-macem gimana?"

"Yaampun, gak kak gue bisa jaga diri kalok cuma di sekolah doang mah."

"Okey okey, oya Key, kapan lo mau ngomongngin semuanya sama Edgar?"

"Ntah.. gue takut."

"Lo gak yakin ya? Lo gak percaya sama gue?" Keyla menunduk.

"Gak gitu kak- gue, gue percaya sam lo."

"Kenapa lo keliatan ragu?"

"Lo masih suka sama Edgar? Atau lo udah mulai jatuh cinta sama si brengsek itu?"

"Diem berarti-"

"Gak gue udah coba buat lupain semuanya. Gue gak cinta sama kak Edgar."

"Terus?"

"Gue- bingung."

"Lo masih ada waktu sampai istirahat. lo pikirrin baik-baik semuanya, gue udah kasih tau lo dan gue percaya sama lo, lo yang bisa ambil keputusan." Zain turun dari kasur UKS.

"Gue duluan Key." Meraih tasnya lalu meninggalkan Keyla yang masih terdiam di UKS.

"Huhh.. gue emang udah mulai tertarik sama kak Edgar, tapi semuanya hilang ketika kak Zain cuekin gue dan gue ngerasa kalok gue lebih tertarik sama kak Zain, dan gak bisa jaga jarak sama kakak gue sendiri, jadi sebenernya gue itu milih siapa? Dan harusnya siapa yang gue pilih, terus gue harus percaya sama siapa?"

"Sama gue Key." Keyla tersentak saat mendengar suara Edgar yang masuk ke dalam UKS.

Jeglekk.. ceklek..

Edgar menutup pintu UKS lalu menguncinya.

"Kak- lo ngapain-"

"Jangan percaya apa kata Zain sayang.. kamu itu harusnya lebih percaya sama pacar sendiri."

Edgar mulai mendekat ke Keyla, hingga gadis ini sudah mulai terdempet dengar kasur UKS.

"Kak lo mundur- lo mau macem-macem gue teriak."

"Teriak aja, ini UKS jauh dari kelas kelas dan ini juga udah bel masuk. Aku mau nunjukin kalok aku cuma cinta sama kamu Key, jangan tinggalin aku.."

"Kak lo mabuk?" Tebak Keyla dari bau mulut Edgar.

"Lo kok jadi sering mabuk sih." Lanjutnya.

"Gue gak mabuk Key.."

"Kak lo mundurr!!! Atau gue teriak seka-" dengan ganas Edgar melumatkan bibirnya di bibir Keyla, hingga badan Keyla kini tertindih Edgar. Dengan sekuat tenaga Keyla mendorong Edgar.

"KAKKK!!"

Plakk..

Keyla menampar pipi Edgar.

"Key.. gue sayang sama lo!"

"Gue benci sama lo!! Pergii!!" Memberontak tapi Edgar sudah mengunci badan Keyla di atara kedua kakinya.

I Love My Stepbrother ✔Baca cerita ini secara GRATIS!