02

1.3M 60.7K 1.2K
                                                  

__ 

"Adiba Ayudia!"

"Hah?" Aku tersentak kaget saat mendengar panggilan dari Bu Nisa. "Iya, Bu?"

"Mana orangnya? Dari tadi saya panggil nggak nyahut-nyahut. Kamu itu suka melamun di kelas. Perhatikan yang di depan!"

Aku hanya tersenyum canggung. Harusnya saat dengar nama, aku tidak melamun seperti tadi. Tadi aku memang melamun, melamunkan kakak kelas itu. Entah setenar apa dia, tetapi tadi pagi aku mendengar cerita-cerita dari teman-teman kelasku saat berkumpul di koridor depan sekolah. Tentang Agam!

"Kak Agam ganteng banget, udah gitu wibawanya... Aaa, pokoknya Kak Agam keren."

"Kak Agam udah punya pacar belum ya?"

Sambil bergosip ria, mereka memandangi Agam di parkiran. Kelasku, kelas X.2, letaknya di lantai dua dan siswi-siswinya sering berkumpul di koridor depan kelas untuk melihat-lihat pemandangan sambil bercerita. Termasuk aku.

Aku juga sedang melihatnya tadi pagi. Dia baru selesai memarkirkan motornya. Dia ... memang ganteng.

Aku menggeleng-geleng. Stop! Kalau aku memikirkan cowok itu terus, kemungkinan aku akan jatuh cinta padanya. Tidak akan!

"Assalamu'alaikum."

Mulutku terbuka. Mataku mengerjap. Baru saja yang memberi salam itu adalah Agam. Aku melihat Ketua OSIS itu dan wakilnya memasuki kelasku. Agam tersenyum ramah pada Bu Nisa. Suara bisikan terdengar jelas di belakangku. Yakin, fans-fans Agam senang sekarang.

Agam mengatakan entah apa kepada Bu Nisa, lalu cowok itu berdiri tegap di depan sambil memandang ke seluruh penjuru kelas.

Aku terus memerhatikannya, gerak-geriknya, cara bicaranya yang formal, dan pertanyaan bahwa siapa pacarnya tiba-tiba muncul di benakkku.

Okey, siapa pacarnya?

Kusimpan pertanyaan itu dalam pikiranku. Waktu yang akan menjawabnya.

True StalkerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang