"Keyla..."

"Key.." menoleh kebelakang ternyata bundanya sedang memanggilnya.

"Ayo sini buruan." Berdiri dari atas pasir pantai menuju bunda beserta Amel.

"Iya kenapa bun?"

"Ayo kita sarapan dulu. Oya Zain mana?"

"Gak tau tadi pergi."

"Yaudah deh, ayo makan dulu nanti juga balik, biar ayah aja yang tlp dia."

Keyla mengangguk, dan mengikuti bundanya.

*

Sedari sarapan hingga siang ini Zain tak kunjung kembali, semu cemas takut terjadi sesuatu dengan Zain.

"Yahh, Zain belom balik dari tadi, bunda khawatir, mana ponselnya gak aktif, apa kita minta bantuan ya?"

"Udah bun Zain udah gede, dia bisa jaga diri, pasti dia belom puas keliling pantai sejam lagi kalok gak balik baru kita bener bener cari ya, udah sayang percaya sama ayah." Misca mengangguk, Yasser melilitkantanganya di pinggul Misca, lalu mengecup kening istrinya.

Sedangkan kedua anaknya yang putri, sedang asik bermain istana pasir.

"Kak Zain mana kak? Padahal Amel mau kasih liat istana ini buat kak Zain ."

"Taukk deh."

"Kok kak Key gitu sih, kalok kak Zain ilang gimana?"

"Jangan byk omongin Zain lah Mel, kakak males dengernya."

"Kok kak Key gitu."

"Diem, apa istananya kakak ancurrin?!" Ancamnya yang membuat Amel diam seribu bahasa.

Kak Key kok gitu sih sama kak Zain? Padahal kak zain itukan sayang banget sama kak Key, perhatian, tapi aku jarang liat kak Key perhatian sama kak Zain. Kalok kak Keyla sama kak Zain pacaran, ayah sama bunda gimana? Ah tauk deh, aku masih kecil ini.

"Amell bengong mulu, kirain kamu kesurupan."

"Waaa apaan, gak lah kak. Yaudah Amel mau cari kak Zain dulu deh." Berdiri dari sana, membersihkan roknya yang sedikit kotor.

"Amel, jangan pergi sendiri nanti ilang."

"Biarrin, aku mau cari kak Zain! Kak Keyla jahat!!"

"Gue? Jahat? Zain kalik yang jahat sampek gue gak sudi anggep dia kakak, karna dia jauh egois dari gue!!" Lirihnya.

"Tapi, Amel! Mati gue kalok dia sampek ilang di sini."

"AMELLL TUNGGUU KAKAK IKUT.."

mengejar Amel yang kebingungan mencari Zain

"Kak Zain mana.. Kak Zain.." amel coba memanggil kakaknya.

"Kakkk Zainn.. hiksss.. kak Zain mana." Suara panggilannya menjadi isak tangis.

*
"Mati gue Amel benee ilang kan?? Duhh cepet banget larinya tu anak! Mana ini weekend lagi banyak orang disini, byk anak kecil.. gue sih kebawa emosi."

"Amell.. Amell.." panggil Keyla sambil matanya sibuk mencari sosok Amel.

"Duhh gimama nih, Zain juga pakek ilang!! Udah tau Amel, deket banget sama dia. Kenapa sih Amel keliatan lebih care bgt sama Zain dari pada gue! Jelas waktu dia kecil gue yang lebih sayang dan deket dia, tapi kenapa Zain mulu sih yang deket sama Amel, apasih bagusnya cowok cuek,dingin,sok sokan, bagusan juga kak Edgar!!"

"Balik ke penginapan aja deh, alamat kena marah nih."

Kembali ke penginapan.

"Amel mana Key?" Tanya bunda.

I Love My Stepbrother ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang