35

8K 495 33

"Kak..?" Panggil Keyla, saat menyadari bahwa sedari tadi Zain melamun.

Jangan sekarang. Gue masih pengen dia dideket gue.

Duduk di bibir pantai, memperdekat jarak antara keduanya, Zain sedikit bergeser hingga keduanya bersentuhan, tangan Zain menjulur di belakang punggung Keyla, merangkul adiknya itu.

"Nanti dulu, gue mau nikmatin sunrise bareng lo, dideket lo,dan berdua sama lo." Jawab Zain sambil memandang lurus ke depan, mengikuti kemauan Zain, Keyla menyenderkan kepalanya di pundak Zain.

Sunrise sudah dimulai burung-burung berkicau-kicau, matahari mulai menapakan cahaya yang akan menyinari bumi setengah hari ini.

"Indah ya kak."

"Iya." Lebih indah kalok gue mandang lo kalik Key.

"Oya lo mau jelasin kapan nih?"

"Sekarang aja ya." Keyla mengangguk.
"Lo madep gue deh, mana enak ngomong gak liat-liatan." Keyla mengubah posisinya hingga dia dapat memandang wajah kakaknya yang kelewat tampan.

Bego! Ngapain gue suruh dia madep ke gue? Kan jadi canggung,

"Oyy, gimana??"

"Ok lo jangan potong pembicaraan gue dulu, dan jangan komen,jangan marah, sebelum gue selesai ngomong, ngerti?"

"Hm, buru."

"Gue mau lo putus sama Edgar. Karna tujuan lo pacaran sama dia apa? Buat dia maaffin gue kan? Buat kita akur lagi kan? Tapi lo liat sendiri? Hubungan gue sama Edgar malah tambah ancur. Dan gue pikir hubungan kalian gak usah di perpanjang lagi, toh hasilnya gak sesuai apa yang dia omongin, dia cuma mau cari untung Key. Dan gue harap lo gak egois.." keyla mengkerutkan kening Sambil memblakan mata,tanda ketidak terimaannya.

"Tapi.." sela Keyla.

"Tapi apa? Sekarang lo pikir siapa yang egois lo apa gue, gue gak dapet apa yang gue butuhin, lo dapet apa yang bisa bahagiain lo di atas kesusahan gue, dan lo tetap jalanin itu?"

"Tapi gue udah suka sama kak Edgar."

"Tapi gue juga suka sama lo!! Gue cemburu Key!!!" Bentak Zain.

"Lo?"

"Gakk bukan gitu, sorry-"

"Lo suka sama gue?"

"Gak bukan- Key.."

"Lo cemburu kak?"

"Lupain omongan gue-"

"Maksud lo apaan? Jadi yang selama ini di omongin kak Edgar bener? Lo itu kakak gue, sadar diri dong kak."

"Oke, fine gue emang kakak lo, cuma kakak dan sebatas saudara!fuck!"

Zain pergi meninggalkan Keyla, menahan rasa malu,sakit,dan kecewa.

Dia terlalu bodoh jika harus memiliki perasaan lebih ke adik tirinya itu.

"Kenapa gue bisa kelepasan ngomong kayak tadi, ya Tuhan!" Menjambak rambutnya, dia terlihat frustasi, apalagi dengan balasan dan ucapan Keyla tadi.

"Gue seharusnya mikir kedepan kalok Keyla gak mungkin suka sama gue, dan dia nganggap gue cuma kakak, dan alasan gue buat minta mereka putus udah kebongkar,kalok gue itu cemburu! Brengsek!"

*

Keyla masih tetap duduk di tempat yg sedari tadi dia menikmati sunrise hingga Zain berkata bahwa dia menyukai dirinya.

"Kenapa dia bisa sampek suka sama gue? Dan gue gak bisa nebak dari awal? Padahal selama ini sifat dia itu susah buat ketebak, dingin, cuek, gue harus gimana? Gue harus bersikap gimana kalok satu rumah sama dia, kenapa dia harus suka sama gue? Dan sejak kapan?" Tak mau berfikir lebih tentang kakaknya, dia mengacak ngacak rambutnya lalu mencabik cabik pasir pantai dan melemparnya kedepan.

I Love My Stepbrother ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang