Pada suatu hari, hiduplah 6 orang perempuan yang tinggal di sebuah hutan- kenapa jadi dongeng?

Lupakan yang tadi.

"Risya! Kameranya udah nyala!" teriak Nada kepada Risya. Memberitahu bahwa kamera video yang sedari tadi mati sudah hidup.

"Mana mana?"

"Serius udah nyala?"

"Nyusahin ni kamera. Tadi sampe di banting-banting enggak nyala-nyala, tinggal didiemin malah nyala."

"Ini videonya udah di play kan?"

"Akhirnya, setelah sekian lama menunggu."

Nada menyipitkan mata. Perasaan tadi dia hanya memanggil Risya, tapi kenapa malah jadi seperti kawanan domba yang datang?

"Udah nyala 'kan? Yaudah ayo mulai bikin vlognya!" seru Keyren.

Risya yang memegang kameranya langsung memundurkan kamera tersebut. Agar semua yang berada di belakangnya terlihat.

"Hello! Kenalin, di sini ada gue Risya Azura." Adis langsung merebut kamera tersebut dari tangan Risya. Risya membelalakkan matanya terkejut.

"Dan gue Adista Friscillia yang mempunyai anugerah berwajah imut." Adis tersenyum lebar ke kamera. Melihat Adis seperti itu membuat Keyren kesal. Dia pun mengambil paksa kamera itu dari Adis.

"Keyren Natasha yang lucu juga di sini!" sapa Keyren ke kamera.

"Keyren, lihat!" teriak Arra dengan menunjuk ke atap. Kepala Keyren langsung mendongak.

Dengan pelan-pelan Arra mengambil kamera tadi dari tangan Keyren.

"Hai hai! Aku Arra Tamara," ucap Arra dengan berdadah-dadah di depan kamera dan dengan senyum lebarnya.

Sedang tersenyum-senyumnya Arra. Nada tiba-tiba mengambil kamera tersebut dari Arra.

"Dan orang terunyu di dunia berada di sini. Nada Almira." Nada mengibas-ngibaskan rambutnya dengan tangan

Angel yang mendengar itu mencibir. Ia pun mengambil kamera yang dipegang Nada. Awalnya mereka berebutan, tetapi akhirnya Nada mengalah.

"Kenalin. Gue, Angelia Pratama." Angel memasang senyum miringnya dengan menaikkan satu alisnya.

"Nggak usah masang muka gitu deh," ucap Risya kesal dan dia pun mengambil kamera tersebut dari tangan Angel. Akhirnya ..., kamera ini berada di tangan Risya kembali.

Baru Risya membuka mulut. Nada langsung menyambar kamera tersebut. "Gue dulu!"

"Gue dulu lah kalo habis Risya," protes Adis tidak terima. Dia merebut kamera yang berada di tangan Nada.

Dan karena Nada tidak mau mengalah lagi, mereka berdua pun saling tarik-menarik kamera.

Keyren dan Angel yang melihat itu malah ikut-ikutan berebut. Mereka juga pengin kamera itu.

Arra dan Risya memasang muka cengo melihat ke empat sahabatnya berebut kamera video tersebut.

Tanpa disadari kamera tadi terhempas.

Mata ke enam perempuan tadi mengikuti arah kamera tersebut yang melayang di atas.

Brak!

Semua mata membelalak. Kamera tadi menggelinding seperti bola. Hingga akhirnya berhenti setelah membentur tembok.

Mereka mendekati kamera video tersebut dengan jantung berdebar-debar. Mereka melihat-lihat sisi manapun kamera. Aman. Tidak ada yang rusak. Mereka bernapas lega.

Hingga tiba-tiba sebuah lensa keluar dari kamera tadi. Menggelinding dengan indahnya ke arah mereka ber enam

"Aaaaa!!!" teriak mereka kompak.

Pada akhirnya, mereka membuat keputusan untuk tidak sok-sok'an membuat vlog lagi.

Tbc ...

Jum'at | 15 April 2016

Revisi : 31 | Oktober 2016

a/n : Ayey! Aku sudah bisa merevisi Prolog! :D. Kemarin-kemarin bingung sama ide revisi Prolog. Hingga akhirnya ketemu ide ini, setelah sekian lama mencari, meneliti. dan menguji selama 7 hari 7 malam.

Dan ...

Taarraaaa!!! Mendapatkan ide! Dan selesai merevisi!!! :).

Dan aku sangat sangat sangat sangat sangat sangaaattt berharap kalian suka!!! *senyumlebar.

Berikan kritik & saran kalo ada salah di bagian chapter manapun. Insyaallah aku akan perbaiki kalo ada kesalahan.

Sekian. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualikum warohmatullahi wabarakatu.

Thanks for reading ;;).

Six Famous GirlBaca cerita ini secara GRATIS!