Extra part 3 end

6.2K 173 3

Jessi pov
Beberapa bulan kemudian

Aku merasakan pusing dan mual. Entah mengapa aku ingin memakan bubur pagi pagi begini. Tidak biasa nya aku menginginkan bubur sepagi ini.

"Sayang, ada apa?" Tanya suami ku.

"Kepala ku pusing dan mual, tiba tiba saja aku ingin makan bubur ayam"

"Ini baru jam 4 pagi sayang, mana ada yang jual bubur di jam segini. Kamu ini ada ada aja"

"Pokok nya cariin aku bubur ayam. Kalau enggak, lebih baik kamu tidur di luar aja."

"Sayang, kamu ini kenapa sih? Kok jadi aneh kayak gini? Kayak ibu ngidam"

Seketika aku terdiam mendengar ucapan dari suami ku. Aku baru ingat kalau aku udah 1 bulan ini telat.

"OMG, fariz beliin aku test kehamilan."

"Buat apa?"

"Buat aku makan, ya buat test kehamilan lah. Aku telat 1 bulan sayang."

"Serius? Ya udah aku beli di apotek yang buka 24 jam."

"Buruan"

"Iya sayang"

Author pov

Fariz pun merasa sangat bahagia, dengan semangat nya dia keluar untuk membeli test kehamilan di apotek. Dan ia pun mampir ke pasar untuk melihat dagang bubur, yang buka sepagi ini. Dan akhir nya ia pun mendapatkan bubur itu.
Hati nya merasa lega, fariz yakin kalau istri nya pasti mengandung lagi.

Ketika ia sudah selesai membeli test kehamilan dan bubur ayam. Ia tak henti henti nya medebar senyum.

"Sayang, ini test nya, sama bubur ayam nya"

"Lama banget, dimana kamu mendapatkan bubur ayam?"

"Aku tadi mampir ke pasar, akhir nya ada yang menjual bubur ayam sepagi ini. Buruan test, aku penasaran dengan hasil nya"

Jessi pun mengambil test itu dan masuk ke dalam toilet, beberapa menit ia menunggu hasil nya. Dan akhir nya jessi pun positive hamil.
Ia pun keluar dengan wajah bahagia. Yah, walaupun sebenar nya belum siap untuk memiliki momongan lagi. Tapi ia harus menerima nya karena suami tercinta nya ini sangat menginginkan keturunan lagi.

"Bagaimana sayang?" Tanya fariz.

"Aku positive sayang"

"Syukurlah, kita punya keturunan lagi. Makasih ya sayang. Kita akan beritahu kan kabar bahagia ini pada si kembar dan juga pada keluarga kita"

"Iya sayang"

Setelah mereka berdua memberitahukan pada si kembar dan menelpon kedua orang tua mereka masing masing. Wajah aretha dan adrian sangat bingung. Tapi fariz dan jessi menjelaskan, bahwa mereka akan mempunyai adik.

"Pap, dimana adik nya ian?" Tanya adrian.

"Masih di dalam perut mami kamu nak"

"Ian, kamu ini bodoh banget sih. Mami lagi hamil, hamil itu arti nya kalau kita punya adik lagi."

"Etha, kamu pintar banget nak" ucap jessi.

"Iya donk anak mami dan papi"

"Dasar sok pintar kamu etha"

"Iiihhh ian, kamu jahat banget sama kakak sendiri"

Mereka semua penuh dengan rasa bahagia. Fariz memberikan kabar buruk untuk mereka, bahwa mereka harus pindah dan ikut bersama nya ke luar negeri, yaitu ke amerika. Karena fariz harus mengurusi perusahaan nya yang ada di amerika, sedangkan perusahaan nya di indonesia mami nya yang menghandle untuk sementara.

"Apa pap? Kita akan pindah?" Tanya aretha.

"Iya nak, kita akan pindah"

"Apa kita akan selama nya di amerika pap?"

"Tidak nak, kita di sana cukup lama. Sekitar 12 tahun."

"Buseeeeetttt lama amat pap!!" Seru adrian.

"Iya nak, dan mami kalian akan melahirkan adik kalian di sana"

"Sayang, sebelum kita pergi, lebih baik kita mengunjungi pemakaman nya marcel. Kita pamitan." Ucap jessi.

"Marcel?? Siapa dia mam?" Tanya adrian.

"Beliau paman kalian nak, beliau lah yang telah memberikan nama untuk kalian berdua" jawab jessi.

"Paman? Jadi ian sama etha punya paman ya mam?"

"Iya sayang, beliau adik dari papi kalian."

"Kenapa bisa paman meninggalkan kita mam?" Tanya aretha.

"Beliau sakit keras, dan Tuhan berkehendak lain. Paman kalian meninggal pada saat kalian lahir."

Penjelasan jessi cukup membuat anak mereka mengerti. Biarpun masih berumur 8 tahun, tapi mereka cepat mengerti. Dan pikiran mereka seperti orang dewasa.

Sebelum kepergian mereka, mereka pergi ke pemakaman marcel. Dan berpamitan. Jessi dan fariz meneteskan air mata nya, karena sangat merindukan marcel.

"Marcel, kami akan pergi, kamu yang tenang di sana ya. Kami semua akan selalu merindukan mu." Ucap jessi.

"Adik ku sayang, kakak sangat merindukan mu, kamu yang tenang ya. Lihat, di sini ada aretha dan adrian keponakan mu yang cantik dan tampan." Ucap fariz.

Aretha dan adrian hanya terdiam, mereka tak tau harus berbicara apa. Tapi mereka sangat merasakan kehilangan paman nya walaupun mereka tidak pernah melihat paman nya, tapi mereka bisa merasakan bahwa Almarhum paman nya itu sangat menyayangi mereka.

Selesai mereka dari pemakaman, mereka berangkat menuju bandara, dan di ikuti dengan kedua orang tua mereka masing masing.

"Jaga kalian baik baik ya," ucap ibu jessi.

"Baik bu," ucap jessi.

"Aretha, adrian, kalian jangan nakal ya, jaga mami kalian. Mami kalian sedang hamil" ucap mami fariz.

"Baik oma," ucap adrian dan aretha barengan.

"Kakek, nenek, oma, kami akan selalu merindukan kalian." Ucap adrian yang langsung memeluk mereka, begitu juga di susul oleh aretha, jessi, dan fariz.

Jessi pov

"Aku akan meninggalkan Indonesia, di sini banyak sekali kenangan yang telah ku lalui bersama fariz. Suami yang sangat aku cintai. Dan anak anak yang sangat aku sayangi. Terimakasih Tuhan engkau sudah mempertemukan ku dengan kebahagiaan ku. Benar seperti yang nenek itu ucapkan. Bahwa hidup ku akan sengsara, tapi di balik kesengsaraan itu tersimpan kebahagiaan yang sangat aku syukuri. Ayah, ibu, mami, aku akan merindukan kalian." Gumam jessi dalam hati.

END.

Hai readers, maaf author percepat cerita nya. Setelah ini author mau bikin cerita tentang Aretha dan Adrian dewasa. Di tunggu ya. Author lagi update cerita lain.
Makasih atas vote dan coment nya selama ini. =)

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!