Extra part 2

4.9K 149 3

Author pov

"Fariz, apa apaan kau ini! Ngapain kamu buang pil KB ku?" Ucap jessi.

"Aku ingin punya keturunan lagi, dan memberikan adik untuk si kembar"

"Aku tidak mau, kamu aja yang mengandung adik mereka. Kamu kira gampang mengandung anak lagi dan melahirkan nya?"

"Lah, kok aku yang kamu suruh. Kalau aku yang mengandung lewat mana aku melahirkan nya? Masak lewat bokong ku. Nanti aku bisa masuk tv karena ada seorang pria melahirkan seorang bayi lewat bokong. Hahahhaa"

"Gag usah bercanda, pokok nya aku gak mau hamil lagi." Tegas jessi.

"Udah berapa lama kamu tidak minum pil itu?" Tanya fariz.

Jessi seketika terdiam, ia lupa bahwa dirinya belum meminum pil KB. Karena ia tiap bulan harus meminum nya, tapi di bulan ini ia pun lupa untuk meminum nya.

"Kenapa diem?" Tanya fariz.

"Bukan urusan mu, aku mau ke dapur. Mau mempersiapkan makan malam."

"Sebelum ke dapur, layani aku dulu di kamar. Kita buat dedek baru"

"Gak mau, aku bilang engak yang enggak"

"Jadi kamu mau cara paksa ni?"

"Fariz kamu ngomong apa sih?"

Fariz pun langsung menggendong jessi bridal, dan menjatuhkan nya di kasur berukuran king size milik mereka. Jessi pun terrsontak kaget dengan perlakuan suami nya. Akhir nya mereka pun melakukan hubungan itu. Dan fariz mengeluarkan benih nya ke dalam rahim jessi.

*sekolah*

"Aretha?" Sahut seorang lelaki yang 2 tahun lebih tua dari nya.

"Kak hendi? Ada apa kak?"

"Kamu pulang sama siapa?"

"Aku di jemput kak, tapi jemputan ku belum datang."

"Si adrian kemana?"

"Dia lagi ngikutin main basket sama kakak kelas nya"

"Terus dia pulang sama siapa?"

"Sama aku lah kak, tapi aku di suruh tunggu dia, kalau udah di jemput baru aku panggil dia. Hmmm dia itu memang licik"

"Gak usah bilang seperti itu, dia itu kan juga saudara mu"

"Iya sih kak, hehehe. Makasih ya kak udah ingetin aku."

"Etha?" Sahut adrian dengan mata sinis melihat hendi.

"Ian? Aku kira kamu masih main basket"

"Udah selesai, hmmm jauh jauh dari saudara ku" ucap adrian sambil menatap hendi kesal.

"Ian, kamu ini apa apaan sih? Jangan kayak gitu ngomong nya sama kak hendi. Dia ini kakak kelas kita"

"Bodoh amat, aku kan udah janji sama papi dan mami, buat ngejaga kamu dari cowok lain"

"Ya ampun ian"

"Sudah sudah jangan bertengkar lagi. Etha, saudara kamu bener. Kamu itu cewek harus di jaga. Ian umur mu masih 8 tahun tapi pemikiran mu dewasa juga ya. Aku salut dengan mu ian" ucap hendi.

"Den ian, non etha." Sahut sopir etha dan ian.

"Pak dodik, lama amat jemput nya" ucap adrian.

"Maaf den, tadi bapak habis kena macet"

"Ayok den, non, kita pulang. Tuan sama nyonya udah nunggu di rumah"

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!