Bagian 6

32 4 0

Pada bagian ini saya mau berbagi sedikit cerita singkat tentang seseorang yang sangat saya kenal dekat.

Dia adalah seorang gadis . Bertubuh pendek , kurus , kecil , ya kalau kata orang sih dia masih kayak anak smp kelas 1. Soalnya umur dan postur badannya sangat bertolak belakang. Ya , dia tak seperti anak gadis perempuan secara umumnya yang seusianya.

Sekitar 3 tahun lebih yang lalu dia mencoba test yang namanya SNMPTN untuk masuk ke universitas negeri yang ada di Indonesia.

Karena dari kelas 2 sma dia sudah bimbel di salah satu  tempat bimbingan ternama , ya akhirnya dia pun memutuskan untuk melanjutkan bimbingan intensife nya setelah UN sma berakhir di kota Medan bersama beberapa teman sma nya dulu.

Bimbingan intensife berjalan selama hampir genap 2 bulan.

Selama dia di Medan , dia jarang untuk pulang ke kota asalnya karena memfokuskan diri untuk belajar. Ya hitung - hitung berusaha secara maksimal buat masuk universitas negri.

sejak awal bimbel dia tidak pernah mendengar berita bahwa orangtuanya bertengkar atau tidak dirumah , apakah ada masalah atau tidak dirumahnya saat itu , dia juga tidak diberi tahu.

bahkan ketika dia menghubungi ibunya , ibunya pasti menjawab dengan baik dan berkata kalau dia sehat - sehat saja dan baik - baik saja.

Singkat cerita , tibalah saatnya para alumni sma di sekolahnya menerima berita kelulusan. Ya disitulah saatnya dia untuk pulang agar mengetahui apakah dia lulus atau tidaknya.

Ternyata sesampainya dirumah neneknya , dengan wajah bersedih sang nenek mengajaknya untuk mengobrol sejenak.

Sang nenek pun bercerita sembari menangis meneteskan air mata . Dia menceritakan semua masalah keluarga ibunya selama dia berada di kota orang untuk belajar. Neneknya menceritakan bahwa dia kecewa pada menantunya itu karena kemarin sang menantu kabur dari rumahnya selama 3 hari , entah kemana mereka tidak tahu.

Mendengar ibunya ternyata pernah sampai kabur seperti ini , dia pun sangat terkejut . Rasa - rasanya dia sangat tak percaya . Karena selama ini meskipun kedua orang tuanya bertengkar hebat , ibunya tak akan melakukan hal itu.

Dia merasa sangat terpukul . Keluarga yang dia anggap selama 1 bulan ini baik - baik saja , ternyata sangatlah tidak baik . Yang dia tahu selama ini lewat telepon adalah ibu dan adik - adiknya baik - baik saja .

Meskipun dia sudah mengetahui hal ini dari sang nenek , dia hanya bisa memendamnya sendiri tanpa mau menanyakan hal tersebut pada sang ibu atau adiknya.

Ya meskipun kejadian tersebut sebenarnya sudah berlalu , rasanya dia masih sungguh tak mampu untuk menanyakannya ,karena mungkin saja sebenarnya berita ini sengaja tak diberitahukan agar dia tidak khawatir selama bimbel.

Singkat cerita setelah menerima surat kelulusan , dia pun kembali lagi untuk mengikuti bimbel.

Suatu hari dia ingin sekali berdoa kesebuah tempat doa yang cukup dikenal oleh orang banyak di Medan , yaitu Velangkani .

Dia memang sama sekali belum pernah pergi ke tempat itu . Tetapi dia memberanikan diri untuk pergi kesana seorang diri dengan menanyakan pada temannya naik angkutan apa untuk menuju ketempat itu.

Akhirnya dia pun pergi seorang diri ke tempat doa velangkani.

Singkat cerita setelah cukup lama di dalam angkutan umum , ya hampir 40 mdnit lebih perjalanan dan senantiasa menanyakan pada para penumpang angkutan apakah tempat yang dia tuju sudah lewat atau belum , akhirnya dia pun sampai pada tujuannya.

Disana dia memilih untuk berdoa dana mengisi selembaran kertas yang telah disediakan untuk menuliskan apa yang ingin dia doakan di tempat tersebut.

Just Story About LifeBaca cerita ini secara GRATIS!