30

7.9K 452 10

Jam menunjukan pukul 7 malam sudah dari jam 1 siang tadi Zain tak kunjung pulang. Jujur sebenarnya Keyla sangatlah khawatir dengan Zain sekarang. Edgar sempat curiga saat menghubungi Keyla. Edgar merasa Keyla sedikit aneh, mungkin karna kekhawatirannya terhadap Zain.

"Duhh belom pulang juga. Bentar lagi ayah sama bunda bakal pulang kalok kak Zain belom pulang sampek sekarang? Gue lah yang bakal di introgasi."

Beberapa kali dia menghubungi Zain. Mungkin sudah 60an kali. Kini tingkat kekhawatirnya menaik. Dia rasa ada yang gak beres dengan kakaknya.
Mencoba sekali lagi.

"Halo?" Akhirnya di angkat tapi ada yang berbeda dari ini, suara dentuman musik yang keras, dan seorang wanita yang mengangkatnya.

"Kak Zain? Lo lagi dimana?"

"Hello! Ini siapa ya? Eh tolong dong, ini yang punya hp ini lagi mabuk berat. Lo bisa bantu gue buat bawa dia balik ke rumahnya gak?"

Keyla terdiam, kak Zain?

"Hello?? Woyyy ada orang disana?? Buru deh, apagak lo ajak yang namanya Keyja- Keyla ah iya Keyla. Dia ngigau nama itu terus, buruan kesini! Di Klub kota ya!"

Bipp.. sambungan terputus, keyla masih mematung, mendengar seorang wanita mengangkat telphonenya, dan berkata bahwa kakanya lagi-mabuk-berat.

Tak tau harus berbuat apa, yang dia bisa lakukan sekarang adalah menghubungi Amar dan Kevin, mana mungkin dia menghubungi Edgar, bisa jadi masalah berat kalok kayak gitu.

Selesai menghubungi keduanya, dengan panik selang beberapa menit Amar datang bersama Kevin menggunakan Mobilnya.

"Ke Klub kota kak, buruan!!"

"Oh, okey."

"Key? Yakin itu kakak lo yang ke klub?"

"Iya ada cewek yang bilang kalok kak Zain mabuk berat. Ntah kenapa dia jadi gitu."

"Sabar ya Key, eh curut buruan nyetirnya." Perintah Kevin.

*
Sesampainya disana.

Baru di parkirannya saja, dentuman musik khas clubbing sudah mulai terdengar. Banyak wanita perbakaian minim keluar dari sana. Buru-buru mereka masuk.

"Jaga mata lo sob!" Ujar Kevin.

"Lu juga, secara lo jones." Ejek Amar.

"Kmpret."

Keyla terus menyapu seluruh penjuru diskotik elit ini. Kak lo dimana? Berjalan lebih masuk ke dalamnya, dibuntuti oleh Kevin dan Amar yang kadang matany gak bisa di jaga, namanya juga laki, banyak godaan.

Dia berhenti ketika melihat kakaknya berbaring lemas dengan seorang wanita, yang menumpu kepala kakaknya di atas paha wanita itu. Sudah pasti bahwa dia yang mengangkat telphone Zain.

"Kak Zain." Lirih Keyla.

"Buset, Zain menang banyak, pahanya men." Bisik Kevin.

"Jaga mata lo nyet."

"Lo temennya cowok ini? Atau lo yang namanya Key- Keyla?"

"Iya gue Keyla."

"Bagus deh kalian buruan dateng, dia udah mabuk berat. Mending buruan bawa pulang, tadi dia udah banyak minum dan digangguin cewek, gue pertama liat dia juga tau kalok kesini buat nenangin pikiran, bukan buat main sama jalang(?) Sebelum terlambat gue selamettin aja deh."

"Thanks-"

"Zavya. Nama gue Zavya."

"Thanks Zavya."

I Love My Stepbrother ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang