Bagian 4

45 5 0

Berbicara tentang pembohong di dalam hidup , ada seseorang yang sebenarnya sejak awal memiliki sebuah keluarga , dia kerap sekali berbohong . Orang tersebut adalah mama.

Seorang wanita yang sejak ia melahirkan seorang anak di dunia ini dan dipanggil dengan sebutan ibu atau mama.

Ya ... dia adalah orang yang kerap sekali berbohong hanya demi keluarga yang dia kasihi , terutama bagi anak - anak nya.

Ada sebuah cerita singkat mengenai seorang ibu yang sangat kerap sekali berbohong,berbohong pada dirinya sendiri , pada suaminya , terutama anak - anak nya.

Ada seorang gadis yang saat ini berusia 21 tahun.
Ayahnya bekerja sebagai seorang montir, tetapi jika dilihat dari luarnya , ayahnya seorang toke ( orang yang memiliki suatu barang yang jumlahnya cukup banyak sehingga bisa mempekerjakan orang lain ) angkutan umum.

Ayahnya yang bekerja sebagai montir tetapi memiliki 4 angkutan umum.
Sebenarnya sih angkutan umumnya tidak yang waw , yang masih baru, hanya saja ayahnya membeli angkutan umum yang harganya cukup terjangkau , ya kalau ada yg 5 - 7 juta harganya , itu lah yang dia beli . Anda bisa kan membaangkan angkot seharga itu berarti angkutan yang sudah rusak . Artinya ayahnya harus merenofasi semua mesin serta cat dan tampilan mobil tersebut agar layak pakai.

Memang apa yang dikerjakan oleh ayahnya pasti berjalan dengan baik.
Jadi jika orang melihat , ya orang beranggapan bahwa dia adalah orang yang cukup kaya , bisa memiliki 4 angkutan sekaligus.

Orang dari luar akan berfikir dalam 1 hari saja 4 angkutan umum pasti bisa menghasilkan uang paling sedikit 200rbu rupiah.

Ya, itu lah yang ada dalam benak orang lain yang hanya melihat dari luarnya saja.

Tetapi kenyataan yang terjadi adalah ayahnya hanya memberikan uang 50rbu saja setiap harinya kepada ibunya dirumah.

Memang sih ibunya bukan hanya ibu rumah tangga, dia bekerja di sebuah koperasi sebagai karyawan swasta.

Tapi gajinya saja hanya cukup menutupi uang arisan - arisan yang sudah di tariknya lebih dulu untuk keperluan rumah tangganya.

Coba anda bayangkan , 50rbu untuk 1 hari , dia memiliki 5 orang anak yang sedang duduk dibangku sekolah , 3 orang putrinya bahkan tengah berkuliah , 2 orang putranya duduk di sma dan smp.

Apakah cukup 50rbu untuk 1 hari bagi keluarga besar itu?

Jajan anak - anak saja sudah minimal 30rb sehari , lalu dia harus meombeli ikan dan beras bagaimana ?

Padahal jika di dalam rumah tersebut , dari pagi sampai malam hari hanya 1 macam ikan saja , contohnya dari pagi sampai malam hari yang dimasak adalah ikan teri sambal dan sayur sawi putih saja , maka ketika sang suami pulang kerumah , dia sudah lelah , dia pasti akan marah dan berkata : "sai lalap do ikkan on na hubereng sian pagi sahat tu malam ! Ai dang adong be ikkan na lain be?! Dang iboto ho iba nga loja karejo ! alai i jabu pe ikkan lalap holan on ! Ai marpikkir ma jolo ho bah ... lak dang i pikkiri ho songon dia asa sonang naeng rohani suamikon molo mulak tu jabu ! "

Artinya : " terus ikan ini saja yang ku lihat dari pagi sampai malam !  Apa gak ada ikan yang lain ?! Yang gak kau tahunya aku sudah capek bekerja ?! tetapi dirumah pun ikan hanya ini saja ! Berpikir lah dulu kau bah .. yang gak kau pikirnya bagaimana caranya supaya senang hati  suami ku ini kalau pulang kerumah !"

Ya begitulah pertengkaran yang kerap sekali terjadi jika keadaan dirumah hanya 1 jenis ikan saja dari pagi sampai malam hari.

Sang ayah selalu menyalahkan si ibu karena beralasan tidak memiliki uang untuk membeli ikan yang berbagai macam jenis.

Just Story About LifeBaca cerita ini secara GRATIS!