Prolog

10.8K 656 19

[MEMORIES erratic]

The days have passed

As well as the memories

Memories that I keep in my memory

Not easily erased time


While recalling

All as if dead

Felt like my back

At this time


Past....

Like a life boat

The tottering time

Do not know where the destination


Oh ... how magic

Want me back

In early life colorful


Gadis itu mengantongi puisi yang ia tulis di kertas berwarna tosca, satu tahun lalu. Dengan tarikan napas pelan, dia berjalan menyusuri jalan raya sendiri. Memang jalan ramai, tapi hatinya tidak.

Dia menatap langit sejenak, kemudian mengeratkan jaketnya karena dingin udara yang menyeruak masuk ke kulitnya.

Pernah, suatu hari, saat ia masih duduk di bangku SMA, seseorang menasehatinya.

"Jangan berharap lebih jika tidak mau dikecewakan. Jangan juga diam jika milikmu tidak ingin direnggut orang lain. Dan satu pesanku untukmu, jangan sampai terlambat memberitahu orang yang kamu sayang kalau kamu adalah yang terbaik diantara yang lain untuk dia."

Terkadang, ketika memikirkannya, seseorang itu benar juga. Selama ini, dia adalah seorang penggemar rahasia yang terlalu takut bermain dengan bahaya. Dia mencari aman, pintar menyembunyikan perasaan, dan yang pasti menyimpan banyak rahasia.

Mungkin, menjadi Secret Admirer adalah takdirnya. Menyenangkan atau tidak itu relatif. Menurutnya, sudah cukup, saatnya mengungkap, pada seseorang, bahwa dia ada dan selalu memikirkannya.

Secret Admirer ✔️Baca cerita ini secara GRATIS!