Bagian 1

96 6 0

Mungkin ada orang di luar sana yang berangkapan sungguh enaknya hidup menjadi aku . Sesuatu yang hanya dapat dilihat dari luarnya saja.

Apakah kau tahu bagaimana hidup seorang anak perempuan yang bahkan sebentar lagi akan genap menginjak usia 22 tahun namun tidak pernah bisa memiliki kepercayaan diri untuk berbicara secara baik - baik pada ayahnya agar dia tidak marah - marah lagi di rumah . Yang tidak pernah bisa sanggup membela sepatah kata pun ketika ibunya dihina bahkan dikata - katakan dengan kata - kata kotor seperti orang yang sedang berteriak sangat kencang ketika ayahnya marah lagi dan lagi di rumah.

Apakah anda tahu bagaimana rasanya menjadi aku yang selalu merasa sangat berat sekali keluar rumah , baik untuk pergi kuliah atau ke warung saja rasanya sudah sangat menyakit kan.

Sakit rasanya ketika di sekitar tempat tinggal mu sendiri , hanya keluarga mu lah yang tak pernah absen dengan yang namanya keributan.

Apakah kau tahu bagaimana rasanya aku harus berjalan melewati rumah - rumah para tetangga ku yang sudah senantiasa selalu mendengar setiap keributan itu terjadi.

Apakah kau tahu bagaimana rasanya menjadi seorang anak perempuan yang bersifat tertutup karena merasa sangat tidak berguna sedikit pun .

Aku bukan seorang gadis yang seperti layaknya gadis seumuran ku pada umumnya, mereka yang senantiasa tampil cantik , pergi ke salon untuk perawatan diri , yang dengan mudahnya bisa berjalan dengan mengangkat kepala mereka ke depan.

Aku hanyalah seorang gadis perempuan yang untuk berjalan kedepan sambil mengangkat kepala ku sangat susah untuk ku lakukan.
Rasanya sungguh tak sanggup aku berjalan dengan mengangkat kepala ku ke depan. Aku berjalan dengan kepala tunduk kebawah .

Aku hanya lah seorang gadis yang sangat pendek untuk ukuran seorang gadis secara umumnya seusia ku , gadis yang bahkan tinggi badannya tak sampai 140cm tetapi umurnya sudah dewasa.

Gadis yang hanya bisa tersenyum ketika orang - orang berkata : " kok kecil sekali kamu , padahal umurnya sudah segitu ".

Ya aku hanya bsa memasang fake smile saja untuk menanggapi semua perkataan orang yg senantiasa berkata seperti itu.

Apakah kau tahu bagaimana rasanya ketika kau sudah seharusnya memiliki keluarga yang sedikit harmonis, tidak ada keributan lagi dikala kau akan berumur 22 tahun seperti ku , dikala tahun ini kau akan mendapatkan sebuah gelar sarjana.

Apakah kau tahu bagaimana rasanya?

Tidak , kau mungkin saja tidak mengerti. Mungkin kau tahu bagaimana rasanya berdasarkan cerita - cerita yang pernah kau baca, tetapi rasanya akan sangat berbeda dikala kau sendiri yang mengalaminya.

Seseorang pernah berkata padaku : " aku tahu apa yang kau rasakan , aku mengerti apa yang kau rasakan saat ini "

Lalu aku membalas nya : " ya mungkin kau tahu bagaimana rasanya, tetapi kau tidak mengalaminya, dan itu rasanya sangat jauh berbeda . "

Ya , ketika aku harus mendengar keributan itu lagi dan lagi , hanya perkataan nya saja yang terngiang di benak ku.

Dikala dia pernah menyemangati ku ketika aku cerita bahwa ayah ku marah lagi. Dia yang pernah berusaha membuat ku tersenyum dengan isi sms yang dikirimkannya hanya untuk menghibur ku dan membuat aku lupa akan apa yang terjadi saat itu.

Dan ada 1 kalimat yang sampai saat ini aku masih mengingatnya , dia pernah berkata : " jadilah seperti batang korek api "

Batang korek api ? Maksudnya apa ? Mengapa dia meminta ku untuk menjadi sebatang korek api ?

Setelah 4 tahun lebih aku masih belum mengerti apa maksud dan tujuannya mengatakan hal itu pada ku.

Tetapi saat ini sepertinya aku mulai mengerti , hanya saja aku masih belum sanggup melaksankannya .

Apakah kau tahu bagaimana rasanya ketika kau hanya bisa diam saja disaat peperangan itu terjadi lagi di rumah mu?
Kau yang tidak pernah berani mengungkapkan pendapat mu ketika ayah mu marah - marah di rumah.
Bahkan hanya untuk mengatakan : " sudah lah yah, jangan marah - marah lagi , malu sama tetangga, aku kan sudah dewasa sekarang" , bahkan kau sendiri tak memiliki keberanian untuk mengatakannya.

Apakah kau tahu bagaimana rasanya aku lebih memilih menangis di tengah malam dikala orang sudah tidur nyenyak.
Kau juga tak punya tempat lagi untuk cerita pada orang lain , yang kau miliki hanyalah diary , tempat dimana kau bsa menuliskan apa yang kau rasakan saat itu juga.

Terkadang terbersit dibenakku , seandainya Tuhan mengijinkan aku memilih , aku juga tidak akan memilih hidup di tengah - tengah keluarga ini.

Tapi apa pun katanya , jika Tuhan mengijinkan kita memilih keluarga kita sendiri disaat kita akan dilahirkan di bumi , apakah ada orang yang mau milih hidup berkekurangan ? Apakah ada orang yang mau hidup dengan kehidupan yang sangat pas - pasan?
Jawabannya pasti tidak ada.

Dan pasti setiap orang ingin hidup di tengah keluarga yang kaya, mapan, malah kalau bisa jadi anak pejabat saja atau selebriti.

Ya tidak?

Aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi di dalam hidup ku.
Tetapi aku sangat tahu apa yang sangat aku impikan . Ya , yang aku impikan , sampai kapan aku harus merasakan ini semua ? Sampai kapan semua keributan itu akan berhenti.

Mungkin kau berpikir , wajar dalam rumah tangga ada cek cok kecil . Tetapi jika kejadiannya sangat sering , dan yang ada hanya lah terdengar caci makian serta perkataan kotor yang ada , apa yang akan kau perbuat ?

Ketika nantinya kau akan berumah tangga , jangan pernah marah kepada istrimu di hadapan anak - anak mu . Kalau kau tidak meng inginkan anak mu bersifat tertutup dan bahkan ketika kau pulang kerumah , mereka merasa takut kepada mu , dan yang paling parah adalah , sampai ketika dia berusia dewasa , dia akan sulit memperoleh kepercayaan dirinya sendiri . Dia sulit percaya pada orang lain , atau bahakan dia akan lebih memilih mengikuti dunia luar yang bisa saja mengahancurkan dirinya sendiri.

Haduh , chapternya kepanjangan banget , capek nulisnya.
Encok nh jari - jari 😃😅


Just Story About LifeBaca cerita ini secara GRATIS!