Tante Alyssa berjalan mendekatiku dan balik tersenyum ramah padaku. "Baik, kok. Kamu sendiri?"

"Baik juga. Tante habis dari mana?"

Tante Alyssa melirik jam tangannya dan terlihat sedang terburu-buru. "Tante barusan pulang dari kantor. Terus tadi lewat sini jadi sekalian mampir buat beli steak kesukaannya Rafa."

"Oh, gitu. Ya sudah, saya mau pulang dulu, Tan," ucapku sambil mengambil kunci mobil dari tasku.

"Kenza, tunggu. Tante boleh minta tolong nggak?"

Aku hanya mengangguk asal dan bertanya balik, "Boleh, kok. Bantuin apa, Tan?"

"Tante baru inget kalo ada berkas yang ketinggalan di kantor. Jadi, kamu mau nggak nganter steak ini ke rumah buat Rafa?"

Aku menelan ludah gugup. Di satu sisi aku mau saja membantu Tante Alyssa sekaligus ingin bertemu dengan Kak Rafa. Tapi, di sisi lain aku takut dimarahi oleh orangtuaku karena pulang larut malam.

"Saya lewat daerah situ, sih, Tan. Nanti saya kasihin ke Pak Satpam aja, ya?" tawarku dengan nada memohon.

Well, semoga itu bukan pilihan buruk. Aku hanya perlu waktu sebentar untuk menemui Pak Satpam.

Tante Alyssa menyetujuinya sambil mengucapkan, "Oke, terima kasih. Hati-hati di jalan, Sayang."

Setelah menerima kantong yang berisi steak kesukaan Kak Rafa, aku pun segera mengendarai mobil dan menuju ke rumahnya. Beberapa menit kemudian aku sudah sampai di depan kediaman Kak Rafa.

"Pak, permisi. Saya temannya Rafa," kataku dari luar pagar.

Pak Satpam itu pun keluar dari pos dan menghampiriku dengan tergopoh-gopoh. "Ada perlu apa, Non?" tanyanya sambil membuka pagar untuk menghampiriku.

"Tadi saya ketemu sama Tante Alyssa di kafe. Beliau nitipin makanan ini buat anaknya."

Pak Satpam itu manggut-manggut mendengar penjelasanku. "Masuk aja, Non."

Aku menggeleng pelan dan mengatakan, "Nggak perlu, Pak. Saya titip aja. Tolong kasihin ke dia, ya."

Aku pun mengulurkan kantong makanan padanya. Belum sempat Pak Satpam menerimanya, tiba-tiba ada yang menarik kasar dari tanganku. Oh, tentu saja aku terkejut. Aku pun mendongak dan ternyata itu adalah Kak Rafa.

"Terima kasih, Pak. Saya permisi."

Aku berjalan cepat menuju mobil tanpa menunggu jawaban dari Pak Satpam itu. Tentu saja aku tidak tahu harus berbuat apa jika berhadapan dengan Kak Rafa. Situasi yang terjadi akhir-akhir ini sangat membingungkan untukku.

"Sok perhatian lo."

Suara itu menghentikan langkahku dan membuatku berjalan ke arahnya. Aku pun menyahut, "Bukannya sok, Kak. Aku cuma mau nganter makanan itu dari Tante Alyssa. Tadi aku nggak sengaja ketemu di kafe. Terus katanya Tante Alyssa ada berkas yang ketinggalan di kantor. Jadi, Tante Alyssa minta tolong ke aku, deh."

Kak Rafa menaikkan satu alisnya dan mengangkat kantong makanan itu tepat di depan wajahku. "Bodo amat. Walaupun dari mama gue, tapi tetep aja makanan ini udah lo sentuh. Jangan harap gue bakal mau gitu aja. Ini, tuh, cocoknya dibuang."

Ucapannya yang sangat menusuk itu membuatku merasa terhina. Bukan sampai di situ saja, dia melempar kantong makanan itu ke pinggir jalan. Tak terasa tetes-tetes air mata sudah menggenang di kedua pelupuk mataku.

"Segitu bencinya, ya, sama aku? Bahkan aku udah mau repot-repot ke sini buat nganter makanan kesukaan Kakak. Tapi, Kakak nggak mau menghargai. Aku juga nggak tau apa nanti orangtuaku bakal marahin aku karena pulang telat. Cuma gara-gara aku, kan, Kakak jadi ngebuang makanan itu?" tanyaku dengan suara terisak dan pipi yang basah. Bahuku mulai bergetar dan timbul isakan kecil. Aku sudah melupakan janji pada diriku sendiri kalau tidak akan menangis di hadapannya.

"Cengeng banget, sih, lo," tandasnya dingin seraya berlalu dari hadapanku.

Aku tak menanggapi lagi. Kurasa ini semua sudah cukup. Tidak ada gunanya lagi aku menjelaskan agar dia mengerti. Sekalinya benci itu pasti akan sulit untuk mengubahnya menjadi cinta. Karena aku tahu, dia bukanlah seseorang yang mau membuka hatinya untuk orang baru sepertiku. Mungkin juga dia tidak menganggap kalau aku benar-benar menyukainya. Atau karena dia belum bisa melupakan seseorang dari masa lalunya. Entahlah, segalanya terasa lebih rumit.

☆♡☆♡☆

Akhirnya gue balik lagi setelah sekian lama ngilang. Kemarin-kemarin itu gue sama sekali nggak punya waktu buat ngetik karena ujian nasional sudah di depan mata. Minta doa kalian ya, semoga gue bisa masuk smafav^^

Don't forget to vote and comment, thanks.

The Force of First SightBaca cerita ini secara GRATIS!