19

9.6K 545 6

Beberapa hari setelah kesadaran Keyla dokter mengizinkan dia untuk pulang.

"Udah siap semua? bajunya? barang-barang Keyla?" Ujar bunda ke ayah.

"Sudah siap, Keyla mana?" Gantian Yasser yang bertanya setelah menyadari bahwa Keyla tak ada di kamarnya.

"Ntah, sepertinya sedang berkeliling dengan Zain?" Jawab Misca, sambil mengenakan Amel jaket hoddie berbulunya.

"Oh, yasudah. Sayang sebaiknya kamu hubungi Zain untuk kembali membawa adiknya kemari dan kita segera check out."

Misca mengagguk, lalu merogoh ponsel di dalam tas mewahnya, setelah itu menghubungi Zain.

"Sayang, ayo cepat kembali ke kamar, kita akan segera check out ... Kalian kemana? ... Oh. Okey... ya cepat" 

"Bagaimana?"

"Sebentar lagi mereka kembali"

*

"Ayo balik, bunda udah nyariin"

"Oh. Okey" Meletakan selembar uang 50.000 di atas meja, lalu mereka meninggalkan cafe shop itu.

Sampai kembali di kamar.

"Keyla, kamu nih belom juga keluar dari rumah sakit udah keluyuran aja, emangnya udah sembuh?"

"Udah kok yah. Keyla kan kuat!"

"Bagus, Zain kamu bawa kunci mobil ayah dulu kalian kemobil dulu bareng amel, bunda sama ayah mau ke bagian administrasi"

Zain mengangguk, meraih kunci mobil, lalu beberapa tas Keyla, sedangkan Keyla menggandeng Amel.

"Amel abis pulang sekolah?" Adik kecilnya,yang tinggi tubuhnya se sikut Keyla ini, mengangguk.

"Gimana sekolahnya Amel jarang cerita ke kakak" tanyanya, sambil terus berjalan Zain diam-diam mendengarkan mereka berdua.

"Kakak sih tidurnya lama"

"Hehe iya kakak capek." Alasan yang payah cibir Zain dalam hati.

"Ada cowok yang ganggu Amel kak.."

"Siapa?"

"Temen sekelas Amel, dia suka dekettin Amel, ngelus rambut Amel. Dia udah beberapa kali Amel pukul, tendang tapi dia tetep dekettin Amel, sampek dia pernah di hukum guru gara-gara dia metik bunga di taman sekolah buat dia kasih ke aku" Ujarnya polos.

"Wah, adek kakak ada yang naksir nih, ganteng gak mel?"

"gak tau."

"Kamu kok jahat banget sih sama cowok itu? Dia kan baik baikkin kamu"

"Aku risih kak, dia nyebelin kayak Kak Zain"

"Apaannnn??!" Zain mulai angkat bicara.

"Penasaran ih sama cowok yang dekettin kamu mel, kapan-kapan kalok kakak ikut jemput kamu kasih tau ya?"

"Okey."

Tak terasa mereka akhirnya sampai di parkiran Zain segera membuka bagasi mobil dan memasukan tas yang berisi baju Keyla, lalu kedua adiknya itu sudah masuk ke dalam mobil.

Setelah itu Zain masuk ke dalan mobil juga.

"Ayah sama bunda lama, Amel udah capek"

"Yaudah sini sender kakak" kata Keyla.

"Gak usah, kakak pasti juga capek kan? Kak Zain aku bobok di pangkuan kakak ya?"

"Gaak! Gue juga capek!!"

"Aku lebih capek, dari tadi aku sekolah! Kakak? Bolos mulukk huu!!"

"Cerewet!!" Bentaknya. Amel cemberut.

I Love My Stepbrother ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang