Sesampainya di ruang inap Keyla, gadis itu tak bergeming dari kursi roda, seolah menunggu kepekaan Zain terhadap dirinya. "Bilang dong Key. Mana orang tau." Zain meraih tubuh Keyla dan membawanya ke atas ranjang.

"Hehehe."

10 menit menunggu Keyla terus menunggu kehadiran Reyhan, dan akhirnya yang ditunggupun datang.

"KAK REYY.." teriak Keyla saat melihat Reyhan muncul, sontak membuat Zain meloncat kaget atas teriakkannya astaga! Batin Zain sambil mengelus dada

"Gimana keadaanmu Key?" Reyhan sudah berada di samping Keyla. Mengusap rambut gadisnya lembut.

"Baik udah mulai mendingan."

Zain berdecak kesal mendengar sikap lembut Reyhan 'Ini bakal jadi yang terakhir buat lo Rey. Gak ada lagi celah yang gue kasih buat deket sama Keyla setelah lo jujur nanti.'

"Nih aku bawain kamu bunga sama beberapa cemilan."

Keyla mengangguk cepat, dan tersenyum.

"Makasih ya kak."

"Ceper sembuh ya, i really miss you."

Keyla melempar senyum ke Reyhan.

"Aku juga kangen kak Rey."

Sebisa mungkin Zain tak mempedulikan bagaimana kemesraan mereka sekarang. Untuk saat ini ia akan benar-benar mengalah demi kesehatan Keyla yang baru saja membaik.

"Udah makan?"

"Udah kok."

Reyhan tak henti-hentinya membelai rambut Keyla lembut.

"Masih ngerasa ada yang sakit gak sih?" Tanya Reyhan mencari topik.

"Keyla udah sembuh kak, besok aja Keyla udah boleh pulang."

"Bagus, jaga kesehatan dan hati-hati ya." Keyla mengangguk.

"Oya Key, aku gak bisa lama-lama disini, ada beberapa hal yang mesti aku urus lagi. aku pamit sekarang gakpapa?"

Keyla terdiam, dia memanyunkan bibirnya kecewa. Mendengar kalimat perpisahan yang Reyhan ucapkan.

"Cepet banget, tapi yaudah deh gakpapa kok."

"Benerran?"

"Iya bener."

"Jangan cemberut gitu dong, dimakan ya makanannya. aku pamit dulu."

"Hati-hati di jalan kak Rey."

"Oke, Zain gue pamit."

Zain tak menjawab, ia benar-benar mengabaikan Reyhan. Reyhan hanya bisa menahan emosinya melihat perilaku Zain, dengan segera dia keluar kamar Keyla disusul oleh Zain setelah itu.

"Tunggu!" Reyhan menghentikan langkahnya.

"Apa lagi?"

"Kapan lo mau ngomong yang sejujurnya? Gue udh gak kuat denger perilaku sok manis lo di depan Keyla!"

"Secepatnya! Tunggu gue sedikit puas sama adek lo, cish liat kan? Adek lo tadi masih butuhhin gue di sampingnya."

"Apa perlu gue yang maju dan ngebongkar kedok lo?"

Reyhan terdiam sebentar.

"Gue masih mampu buat jelasin semuanya ke Keyla. Lo gak perlu repot-repot ikut campur."

"Jelas ini urusan gue. Lo memperlambat semuanya, yang bakal bikin Keyla makin sakit hati karna lo!"

"Santai Zain lo gampang kepancing emosi ya? Tenang aja gue gak mau terlalu banyak nyakitin adek lo, besok gue bakal ngomong ke dia, setelah itu lo bakal dapettin Keyla. Itu kan mau lo?"

Zain terdiam. Terpaku pada pernyataan Reyhan yang tiba-tiba.

"Gue gak ada waktu lagi debat sama lo Zain. Gue harus balik. Gue titip Keyla sama lo."

Lalu Reyhan melangkah pergi dari hadapan Zain. Merasa berhadapan dengan Zain hanya akan membuat masalah. Zain juga memutuskan untuk langsung kembali ke kamar Keyla.

"Ngapain lu kak?"

"Gak ngapa-ngapain, udah lo tidur gih."

"Emang lo kira tidur ampek 2 minggu gak capek? Gue mau nonton tv, nyalain Tvnya dong."

Zain membantu Keyla menyalakan Tv dan kembali duduk di sofa.

Zain memblakan matanya saat melihat tingkah Keyla, dia membuang bunga dan beberapa makanan pemberian Reyhan "brengsek! Gue benci!" Teriak Keyla bertepatan dengan dia melempar semua pemberian Reyhan di lantai.

"Kenapa Key?"

"Kenapa lo gak cerita ke gue?"

"C- cerita apaan?" Zain mulai bingung.

"Kalok kak Rey udah tunangan? Dan lo bohong kan tentang dia selalu jengukin gue? Jahat lo kak! Secara gak langsung lo biarrin gue sakit hati!"

"Lo tau dari mana?" kini Zain mendekat ke kasur Keyla, mata gadis itu sudah mulai berkaca-kaca

"Dari Jasmine.." bleesss air matanya turun, dia menangis.

"Gue kira dia bakal ngomong jujur waktu jengukkin gue tadi, tapi apa? Dia malah bikin gue tambah makan hati! Perilakunya nunjukin kalok dia gak punya salah sama sekali, dan dia gak sadar kalok tingkahnya malah buat gue semakin sakit tentang kebenarannya!, gue benci- kak-Reyy!!" Keyla terisak, menangis memeluk bantal dan menutupi wajahnya.

Zain mulai mendekatkan tangannya kebelakang badan Keyla, mencoba mengelus punggung adiknya mencoba menenangkan Keyla.

"Gue gak bermaksud ngulur waktu buat bilangin kejadian sebenernya ke lo Key. Justru gue mau jaga perasaan lo. Gue mau dia bertanggung jawab dan jelasin semuanya baik-baik. Tolong jangan buat gue nyesel sama diri sendiri dan harus ngehajar Reyhan sampek mati sekarang juga."

Mendengar kemarahan Zain membuat Keyla menggeleng cepat. Menahan tubuh Zain agar tetap di sampingnya. Ia meremas kuat seragam Zain dan menangis di dekapan pria itu.

"Gue gak nyangka bakal sesakit ini." Isaknya di dekapan Zain.

"Sekarang lo boleh nangis sepuasnya. Tapi sehabis ini lo harus berhenti dan lupain dia."

"Makasih buat semuanya kak."

***

[Edited]

I Love My Stepbrother ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang