18

9K 550 13

"Kak Rey mana? Dia udah jengukin gue belom kak?"

Menelan salivanya dalam-dalam dan terdiam entah Zain harus menjawab apa.

"Kak.."

"Rey- Reyhan jengukkin lo kemaren, dia sering jengukkin lo kok." Jawab Zain sedikit terbata.

"Oh, bagus deh pasti bosen banget ya nungguin gue biar bangun."

"Kalok setia mah gak ada bosen-bosen Key." Sela Zain mencoba menyadarkan Keyla bahwa gadis itu sudah salah memilih pasangan.

"Semoga aja. Oya Kak aku pengen keluar kamar, bosen tauk." Rengek Keyla mulai tak betah.

"Terus gue harus apa? Kalok lu bosen. Gue capek kalik habis pulang sekolah." Ujar Zain yang sudah mulai santai karna pertanyaan Keyla bukan bertopikkan Reyhan lagi.

"Kita ke taman, yok."

"Yaudah buru."

Zain membantu Keyla turun dari kasurnya dan menuntunnya menuju kursi roda.
Setelah itu, Zain mendorong kursi roda menuju taman rumah sakit.

"Kak, gue lama ya tidurnya?"

"Pakek nanya."

"Yakan mana aku tau."

"Lo ngapain aja sih di alam lain sampek lama banget bangunnya, secara lo cuma kena pukul doang." Tanya Zain merasa tak logis dengan kecelakaan itu.

"Entah, gue ngerasa yang lo bilang gue koma 2 minggu itu kayak gue cuma tidur dari malem sampek pagi."

"Emang dasarnya lonya aja kebo. Koma sampek betah." Ucap Zain sambil mendorong kursi roda Keyla pelan.

"Ngeselin banget sih. Oya kak, gue boleh minta tolong gak?"

"Apa lagi."

"Telponin kak Rey dong, suruh dia jengukkin gue di rumah Sakit sekarang." Jawab Keyla sambil mendongak melihat wajah Zain dari bawah.

Lagi-lagi Keyla membahas tentang Reyhan yang membuatnya tak bisa bergeming.

"Udhlah Key, masalah Reyhan ntarran aja gue disini buat nemenin lo dan gue gak mau nanti Reyhan dateng gue jadi kambing congek." Cetusnya mencoba menghindar.

Keyla menghembuskan nafas kasar, mukanya murung Zain merasa tak enak hati dengan perkataannya apalagi Keyla batu sadar dari komanya.

"Okey gue telephone nanti." Ucapan pasrah, setelah melihat reaksi Keyla yang langsung murung.

"Gak usah gakpapa kok, gue tau lo gak ikhlas-"

"Okey gue telphone sekarang!" Sela Zain tak mau ribut.

"Nah gitu dong."

Zain menghela nafas, berharap yang dia lakukan dapat membuat Keyla tersenyum bahagia bertemu dengan kekasihnya itu, namun lebih tepatnya kekasih brengseknya!

"Ya, ada apa Zain?"

"Buruan ke Rumah Sakit, Keyla mau ketemu lo."

"K- Keyla udah sadar?"

"Iya, gue harap lo gak nyakitin dia dulu dan ngomong apapun untuk hari ini!" Kini Zain lebih berbisik dan menekan setiap kata.

"I- iya gue tau, gue kesana sekarang."

Sambungan terputus sepihak. Zain langsung memasukkan kembali ponselnya ke saku celana abu-abunya.

"Dia ngomong apa?" Tanya gadis manis disebelahnya dengan tatapan berbinar.

"Ya dia kesini."

"Makasih ya kak."

"Seneng kan lo. Sekarang kita balik ke kamar." Keyla mengangguk cepat, berselingan dengan Zain yang mulai mendorong kursi roda Keyla kembali.

I Love My Stepbrother ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang