Malam ini tepat 1 bulan kejadian buruk itu. Athena memutuskan untuk berjalan keluar mencari makan malam. Athena berpikir untuk membeli sekotak pizza dan sushi. Ia pun segera mengambil jaketnya dan pergi membeli 1 kotak pizza dan sushi untuk di nikmati.
Setelah mendapatkan yang ia inginkan, ia pun kembali ke apartemennya. Athena hanya berdiam diri di apartemen dengan sekotak pizza dan sushi. Besok pagi ia harus bekerja di restoran tempat ia bekerja. Malam ini ia hanya menonton film yang tayang di televisi. Setelah merasa kenyang, Athena pun mematikan TV lalu tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya.

Semenjak kejadian itu, Athena meluapkan kesedihannya dengan menyibukkan diri dengan semua pekerjaannya. Dia mulai berubah menjadi dingin dan menjauhi semua pria yang berusaha mendekatinya. Irit bicara pun mulai menjadi sifatnya, semua berubah menjadi 180 derajat.

**

Pagi ini Athena berangkat kerja meskipun dalam keadaan sakit. Sepertinya, pola makannya yang sedang tak teratur sangat mempengaruhi kesehatannya, kepalanya terasa pusing dan badannya lemas. Namun, Ia tetap memaksakan diri untuk masuk kerja. Seperti biasa, Athena berjalan kaki dari apartemen menuju tempat ia bekerja karena jaraknya sangat dekat sekitar 4 blok dari apartemen.
Sesampainya di tempat bekerja, Athena segera berganti baju menjadi pakaian pelayan dan siap untuk bekerja. Tapi tak biasanya semua pelayan tampak sibuk namun tak ada satupun pelanggan yang terlihat di dalam restaurant. Ah, baru izin satu hari saja Athena sudah banyak tertinggal 'berita' di tempat ia bekerja.

Athena pun mencari teman seprofesinya yang tidak terlihat terlalu sibuk untuk menanyakan tentang 'keributan' yang terjadi saat ini. Ah itu dia! Kebetulan ada teman yang terlihat tidak terlalu sibuk

Athena menepuk pundak teman seprofesinya yang juga teman dekatnya di restoran.

"Melly, memangnya ada apa hari ini?? Semua pelayan tampak sibuk tapi tak ada satu pun pelanggan yang datang untuk makan"tanya Athena pada Melly, teman seprofesinya.

Melly tersenyum lalu menjawab kebingungan Athena tentang apa yang terjadi di restoran hari ini.

"Hari ini restoran lantai atas disewa untuk sebuah meeting besar. Namun, penyewanya tidak mau ada satu pelanggan yang duduk makan disini, jadi dia membayar lebih untuk menyewa restoran hari ini,"jawab Melly.

"Oh gitu, pantas semuanya sibuk." Athena mengangguk-nganggukkan kepalanya.

"Oh ya, apakah kau sakit? Muka mu tampak pucat hari ini" Melly mengernyitkan keningnya seraya mengamati wajah Athena.

"Ah tidak, mungkin karena akhir-akhir ini pola makanku kurang teratur saja" Athena tersenyum manis seolah menandakan ia baik-baik saja.

"Kalau kau sakit, lebih baik istirahat. Nanti aku akan bilang ke bos kalau kau izin karena sakit" Melly menawarkan bantuan kepada Athena.

"Ah tidak perlu, aku tidak apa-apa. Lagian aku malu kepada bos karena izin kembali, padahal kemarin aku sudah izin"tolak Athena lalu pamit membantu yang lain yang sekiranya butuh bantuan.

Athena membantu pelayan yang lain untuk mempersiapkan restoran. Semuanya tampak baik-baik saja hingga ada seorang pria tampan yang datang, sepertinya pria itu adalah penyewa restoran. Tak sengaja, Athena melihat pria itu. Pria itu. Pria yang telah menodainya. Sekarang, pria itu tengah berbicara dengan pemilik restoran.

Setelah berbincang beberapa saat, pria itu dan pemilik restoran berjalan menuju ke arah Athena dan kerumunan pelayan yang sedang menyiapkan restoran.

BabyBaca cerita ini secara GRATIS!