park jimin

8.2K 507 33

Kau yang dulu merubah hidupku, aku merindukan, sangat amat merindukanmu bocah penjual ubi rebus di sisian jalan ketika musim dingin. Entah karena hidupku yang terlalu kelam, atau memang kau memiliki segala sifat optimis hingga mampu selalu menunjukkan senyum bahagia pada wajah itu. Membuat siapapun termasuk diriku ikut tersenyum.

Kau seolah menarikku dari dalam jurang yang gelap, jurang keputus asaan atas hidup kelamku, mengajarkan segala arti sebuah kehidupan yang diberikan tuhan. aku malu, berapa usiamu saat itu? mengapa justru dirimu yang menuntunku kembali pada hidup?.

Hidup yang menurutku tak lagi berguna semenjak ibu meninggalkanku pada ayah yang sedikitpun tidak peduli pada putranya.

Ia hanya memberiku segala tentang materi, tak akan pernah sekali saja aku mendapat atau merasakan kekurangan, namun bukan itu yang kuharapkan. Keadaan itulah yang memaksaku berubah menjadi brandalan dan pembuat onar. Hidupku tak lagi berguna hingga akhirnya kau datang menolongku yang tengah sekarat akibat perkelahian antar geng sekolah.

Lucu, kau bahkan tak peduli aku orang jahat atau baik. Kau hanya mengikuti nalurimu untuk menggendongku, membawa tubuh ini pada sebuah rumah kumuh dipinggir kota.

kau tau Park Jimin? kupikir kau membawaku kesana untuk dibunuh, kupikir kau adalah salah satu dari mereka, namun nyatanya berbeda, hanya karena aku berpikir tempat dirimu membawaku adalah sebuah gudang kosong yang besarnya bahkan tak seluas kamar mandi rumahku. Itu rumahmu, rumah yang kau singgahi dengan belas kasih seoran nenek yang teringat mendiang cucunya.

Tanpa rasa tersinggung oleh pemikiranku kau tetap tersenyum dan mulai dri membersihkan luka hingga, merawat, bahkan kau rela membagi makanan berupa nasi dan sepotong telur dadar yang kau bisa makan sekali dalam satu hari.

Membelikanku obat penurun demam yang hanya mampu kau beli di warung. Seluruh kenangan ini selalu berputar dalam benakku, seolah ini adalah sebuah film yang diputar secara otomatis berulang-ulang.

pertemuanku denganmu, adalag takdir terindah untukku.

'Yoongi hyung,aku tak pernah melihatmu tersenyum,ayo tersenyumlah'

Bodoh...

bagaimana aku bisa tersenyum? alasanku tersenyum adalah dirimu Park Jimin. Dan kini kau meninggalkan ku seperti ibu meninggalkan ku.

aku rindu padamu...park jimin.

aku rindu senyuman mu, aku rindu semangat mu menjalani hidup meski hanya seorang yatim piatu dari sebuah panti asuhan, namun kau bisa begitu tabah menjalani itu semua. Sangat bertolak belakang denganku yang tak pernah bersyukur dengan apa yang tuhan berikan.

Andai aku bisa menukarkan seluruh harta yang ku miliki dengan sebuah kehidupan, aku akan dengan senang hati menukarnya...

Membuat mu kembali hidup.

Dungu...

Ya...

itulah aku.

Membiarkan mu terbujur kaku dirumah kumuh itu.

Salah ku yang tak pernah peka terhadapmu, bahkan aku tak pernah tau penyakit yang kau derita.

Jiminie...

kenapa kau tak pernah cerita padaku? kenapa kau tak pernah terlihat sakit? apa kau sengaja? atau memang sengaja melakukannya?

Yoongi hyung,setelah ini,tetaplah hidup,ingat pada pesan ku dulu,jangan pernah kembali pada dunia mu yang membuatmu menjadi sosok seperti monster.

jadilah Yoongi hyung yang kuat...

andai Tuhan memberiku kesempatan,aku ingin terus bersamamu,tapi aku tidak bisa.

Mungkin saat bibi tetangga sebelah rumah memberikan mu surat ini,aku sudah di kremasi, itu pun jika aku beruntung. Karena aku tak memiliki uang lagi.

Tapi...

jika aku bertemu Tuhan nanti,aku akan meminta kesempatan kedua.

Aku ingin terlahir kembali,dan berada di sisimu,jadi tetaplah hidup dengan tegar,jadilah seseorang yang pantas ayahmu banggakan.

Dan jika sudah saatnya,menikahlah...

Mungkin Tuhan berbaik hati padaku,memberiku kehidupan kedua sebagai anak dari Min Yoongi hyung -

Hyung,aku sangat merindukanmu,terima kasih kau telah menjadi seorang kakak,mengisi kehidupan ku yang hanya sendirian,menjadikan seorang anak yatim piatu sepertiku berharga meski hanya kau hyung...

Aku menyayangimu..

Yoongi hyung...


Aku masih melihat pantulan diriku di kotak kaca,tempat abu mu disemayamkan.

Entah sejak kapan,pipi ku mulai basah karena airmata.

Masih sangat sakit untuk tersenyum.

Dengan balutan jas hitam dan kemeja putih aku menemui dirimu kembali. Membawakan dirimu serangkai bunga baby breath favoritmu.

Manik mataku terus tergenang oleh tetesan demi tetesan air terkutuk ini. Untuk kedua kalinya aku menangis setelah kematian ibu.

Ku rogoh saku jas ku dengan lemah, mengeluarkan lempengan logam bulat berbahan emas dengan tali berwarna biru dan meletakkannya disebelah pigura bergambar dirimu yang tengah tersenyum menampilakan mata yang berbetuk bulan sabit, ciri khas seorang Park Jimin.

"ini adalah janjiku, aku memenangkan kejuaran basket antar sekolah,dan medali pertama itu adalah milikmu, bocah pendek"

"tepatilah janjimu,lahirlah kembali, jika tidak, aku akan menyusulmu kesana dan menendang bokongmu...aku tak suka dibohongi"

Park Jimin...

aku juga merindukamu,terima kasih telah hadir dalam hidupku.

jika kau mengatakan kau menyayangiku, aku bahkan jauh jauh lebih menyayangimu, lebih dari nyawa ku sendiri.

semoga tuhan mengabulkan keinginanmu, dan mempertemukan kita meski dalam bentuk yang berbeda...



-END-

Yoonmin Oneshoot Series (Bts Fanfiction)Baca cerita ini secara GRATIS!