Penulisan Huruf Besar/Kapital

22.8K 48 2
                                                  

A. Penggunaan Huruf Besar

1. Huruf pertama kata ganti “Anda” pada kalimat langsung.
Contoh:
"Ke mana Anda mau pergi Bang Toyib?" tanya Mira.
"Saya sudah menyerahkan uang itu kepada orang tua Anda semalam!" tegas Badu.

2. Huruf pertama pada awal kalimat.
Contoh:
Aku suka buah apel.
Kemarin ayahku membawaku ke pasar malam.

3. Huruf pertama unsur nama orang (tidak dipakai pada devandervon, dabin, atau binti).
Contoh:
Muhammad Raffael
Paris Nauli Sibarani
Paul van Bosch
Sarifah binti Ahmad Dahlan

4. Huruf pertama untuk penamaan geografi yang diikuti nama diri geografi
(tidak dipakai untuk unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi dan nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis).
Contoh:
Bundaran Sesai
Jalan Air Bersih
Danau Toba
Di danau itu banyak ikan mas.
Kami mulai berparade di bundaran.

5. Huruf pertama petikan langsung.
Contoh:
Pak Dani bertanya, “Siapa yang mengotori halaman rumahku?”
Bawang Merah menjawab, “Aku tidak sudi mengotori tanganku!”

6. Huruf pertama nama jabatan atau pangkat yang diikuti nama orang atau instansi (tidak dipakai jika tidak diikuti nama orang, instansi, atau tempat).
Contoh:
Camat Dumai Timur
Profesor Zainudin Abidin
Sekretaris Daerah Aminah Putri

7. Huruf pertama pada nama negara, pemerintahan, lembaga negara, juga nama dokumen, kecuali kata tugas dan, oleh, atau, dan untuk.
Contoh:
Mahkamah Agung
Mongolia
Badan Intelijen Negara
Badan Meteorogi dan Geofisika

8. Huruf pertama nama agama, kitab Suci, nama Tuhan, dan kata ganti nama Tuhan
Contoh:
Kristen Protestan
Alquran
Sang Hyang Widi Wasa
Pada-Mu, ya Allah.
Tuhan Yesus Kristus

9. Huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas di, ke, daro, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh:
Untukmu Ibu
Anak yang Tertukar
Hari-Hari Udin yang Hilang

B. Kaidah Umum Penggunaan Huruf Kapital

Tidak jarang kita menemukan tulisan yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan huruf kapital (huruf besar). Sebagai perbandingan akan diberikan contoh-contoh penulisan yang salah dan contoh-contoh penulisan yang benar.

Jika nama gelar, jabatan, dan pangkat tidak diikuti nama, gelar, jabatan, dan pangkat tersebut harus ditulis dengan huruf kecil.
Contoh:
Bentuk salah
a. Calon jemaah Haji DKI akan diberangkatkan hari ini ke Mekah.
b. Di Indonesia, Presiden langsung dipilih oleh rakyat.
c. Siapa Bupati yang baru dilantik itu?

Bentuk benar
a. Calon jemaah haji DKI akan diberangkatkan hari ini ke Mekah.
b. Di Indonesia, presiden langsung dipilih oleh rakyat.
c. Siapa bupati yang baru dilantik itu?

Bentuk salah
a. Selama 3,5 tahun Bangsa Indonesia dijajah oleh Jepang.
b. Di Indonesia terdapat Suku Batak, Suku Jawa, Suku Melayu, dan sebagainya.
c. Dalam Bahasa Minang terdapat kata 'mangicuah', artinya berbohong.

Bentuk benar
a. Selama 350 tahun bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda.
b. Di Indonesia terdapat suku Batak, suku Jawa, suku Melayu dan sebagainya.
c. Dalam bahasa Minang terdapat kata 'mangicuah', artinya berbohong.

Namun, jika nama bangsa, suku, dan bahasa itu sudah diberi imbuhan gabung (awalan dan akhiran sekaligus), nama-nama itu harus ditulis dengan huruf kecil, karena tidak menunjukkan nama diri lagi.
Contohnya:

Bentuk salah
a. Gaya berpakaiannya ke- Jepang-Jepangan.
b. Lafal ucapannya masih menampakkan ke-Jawa-Jawaan.
c. Pusat Bahasa berusaha meng-Indonesiakan kata-kata asing.

Bentuk benar
a. Gaya berpakaiannya kejepang-jepangan.
b. Lafal ucapannya masih menampakkan kejawa-jawaan.
c. Pusat Bahasa berusaha mengindonesiakan kata-kata asing.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Bentuk salah
a. Salah satu tokoh pergerakan nasional adalah haji Agus Salim.
b. Ishak adalah anak nabi Abraham.

Bentuk benar
a. Salah satu tokoh pergerakan nasional adalah Haji Agus Salim.
b. Ishak adalah anak Nabi Abraham.

Ejaan yang Disempurnakan (EYD)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang