CHAPTER 1

Aku tahu,
Aku bukan malaikat ataupun bidadari.
Aku hanyalah pendosa ulung.
Aku paham, aku tidak baik... juga tidak buruk.
Aku hanyalah seseorang yang berada dalam prasangka kalian

(Penghijrah).

~~~

Zacquine Raveesha.

Itulah gadis cantik nan jelita tersebut. Biasa dipanggil Zacquine. Atau kau bisa menyebutnya Quine, atau misalnya lagi... Queen?
Terserah... dia tak peduli nama panggilannya. Bahkan ia tak peduli tentang hidupnya.

Seorang gadis blasteran
Arab-Amerika.
Namun tinggal di Indonesia.

Ayahnya... sungguh.
Ia tak peduli dengan kehidupan ayahnya.
Dia tinggal di salah satu apartemen milik ayahnya.
Lagipula jika diberitahu pun... ayahnya takkan pernah peduli.

Ayahnya lebih mencintai ibu tirinya dan pekerjaannya.

Tentang uang? Ia hanya tinggal menjentikkan jemarinya saja.
Uang pun telah ada di hadapannya.

Pekerjaan? Ayolah... dia adalah salah satu DJ ternama di Jakarta.

"Queen." panggil Jacob.

"Kenapa lo panggil-panggil gue?" tanyanya sinis.

"Ayolah... jangan begitu sama gue. Per malem sama lo berapaan? Dua ratus? Tiga ratus? Gue jabanin...." ucapnya sambil menyentuh pipi gadis itu.

"Fuck! Gausah macem-macem ya lo! Lo kira bisa mainin tubuh gue? Ga bakal!" ucapnya sambil berlalu pergi.

"Gausah sok jual mahal deh lo! Tubuh lo murah tau ga! Cih!" balasnya kasar sambil mengejar gadis itu dan memegang tangannya.

"Lepasin gue! Jack! Sakit!" ucapnya sambil meringis.

"Gue bakal lepasin lo.
Asal.... Lo terima tawaran gue. Kalo engga... lo bakal gue siksa disini!" jawabnya dengan mendekatkan wajah.

"Oke! Gue bakal turutin lo! Puas lo? Brengs*k!" balasnya.

"Gadis pintar..." balas Jacob sambil mengusap kepala Queen.

Queen's POV

D*mn! Bener-bener si Jack... Dia mau mainin gue lagi? Sial! Tubuh gue bukan mainan!

Queen's POV end.

"Masuk ke dalam mobil." perintah Jacob.

"Gue bawa mobil sendiri." jawab Queen.

"Mobilnya tinggal aja disini. Biar orang suruhan gue yang ambil." jawabnya.

Queen pun hanya menatap sinis Jacob.

Lalu Queen pun masuk ke dalam mobil Jacob.
Mobil sport bernilai milyaran rupiah.
Tapi tunggu... mobil ini tak sebanding dengan mobil yang dimiliki Zacquine.

Di tengah perjalanan, Jacob pun angkat suara.

"Gue masih sayang sama lo, Queen."

"Basi lo."

"Serius."

"Terus kenapa lo bayar gue, hah?"

"Sebagai alasan biar ketemu lama sama lo."

"Cih."

"Gue pengen semalaman berduaan sama lo. Gue pengen nikmatin tubuh indah lo."

"Diem aja lo"

The beauty from heart (UNPUBLISH)Baca cerita ini secara GRATIS!