Part 1..... Kematian Lee Yoo Ri

Mulai dari awal

******

Awan hitam menaungi desa Myian, seolah-olah memberi pertanda pada penduduk desa Myian bahwa hujan akan segera datang, memberi pertanda pada orang orang yang berada disawah untuk segera pulang, pada orang yang berada disebuah perjalanan untuk segera mencari tempat berteduh. Tapi pertanda itu Ji Eun hiraukan. Ia menangis didepan seonggok pasir merah, ia tak sendiri, dikanan kirinya semua anggota keluargannya juga nampak berduka, rintik-rintik hujan mulai menaungi desa Myian .
"Ji Eun ..?"Seorang anak batita menarik tangan Ji Eun.

"Ayo kita pulang ..Ibu pasti sudah menunggu .."Rengeknya membuat tangis Ji Eun semakin menjadi-jadi, Hanbok merah muda nya mulai basah terkena rintik-rintik hujan.

Usianya masih tiga tahun, tapi ucapannya sudah melampui usiannya, Ji Eun menatap keponakannya iba, tak tau kah keponakannya ini bahwa orang yang terkubur didalam onggokan pasir merah ini adalah ibunya, ibu nya yang ia pikir sedang menunggu itu ? Ji Eun langsung memeluk keponakannya sayang. Seolah-olah Ji Eun sedang menyalurkan kasih sayangnya. Ji Eun melepaskan pelukannya dan kembali berbalik menatap papan nama yang tertancap diatas seonggok pasir dihadapannya, disana tertulis nama Lee Yoo Ri.

"Ji Eun ?Ayoo .."Ibu berkata parau, tangannya mengais sikecil Yoo na, Yoo na kecil yang harus menjadi Yatim piatu diusiannya yang belum genap tiga tahun. Dengan tangis Ji Eun berbalik , mengikuti ibunya, menjauhi seonggok pasir yang masih baru ditengah kuburan, karna hujan telah menyuruhnya pulang.

******

"Ji Eun ..?Kau harus membantu ibu bekerja mencari uang ,karna usiamu sebentar lagi dua belas tahun .."Kakak Yoo Ri tersenyum ,tangannya mencubit pergelangan tangan Ji Eun. Ji Eun meringis ,matanya menatap wajah Kakak Iparnya yang benar-benar cantik .Beruntung Lee Ji Hoon, Kakak sulungnya menikahi Kakak Yoo ri ,selain Cantik Kakak Yoo ri juga pekerja keras, Ji Eun merasa Yoo Ri pantas menjadi Istri para bangsawan ,Bahkan Selir Raja sekalipun .

"Untuk apa ?Masuk sekolah Kerajaan Hakyo Jhyo Jaegsukk?"

Ji Eun mengerucutkan bibirnya tak suka. Ia memakan nasi dan sayur bekalnya. Sekarang ia sedang membantu kakak iparnya menanam padi disawah.

Sekali lagi Ji Eun melirik wajah Cantik Kak Yoo ri yang nampak lelah, sudah dua tahun, suaminya pergi tak ada kabar. Lee Ji Hoon pergi berperang saat usianya delapan belas tahun, itu sudah menjadi tradisi kerajaan Jaegsukk. Laki-laki yang sudah mencapai usia delapan belas tahun diwajibkan pergi berperang. Dan sampai sekarang Kak Yoo Ri masih setia berdiri didepan rumah pada pagi hari menunggu surat dari prajurit kerajaan. Berharap suaminya mengiriminya surat seperti dua tahun silam.

Semua orang tau, kalau Ji Hoon mati dimedan perang, namun telinga Kak Yoo Ri seolah tertutup otomatis saat desas desus berita menyedihkan itu sampai padanya. Sampai sekarang ia masih setia duduk didepan rumah, menunggu surat yang tak akan pernah datang sampai kiamat pun. Membantah semua perkataan penduduk yang menyatakan kalau suaminya sudah tewas.

"Tentu saja ,kakak dulu juga sekolah Kerajaan ..."Kak Yoo Ri tersenyum menerawang, bibir merahnya kotor oleh tanah sawah .

"Untuk apa ?Ji Eun tak berminat ..."

"Ish...Ji eun ,Ji Eun .."Kak Yoo ri menggeleng-gelengkan kepalanya, kepangan rambutnya bergoyang-goyang.

"Daftarnya memang mahal ,tapi itu sebanding dengan Fasilitasnya ...Disana ,kita akan bergabung bersama anak-anak bangsawan .."Kak Yoo ri berbisik dikalimat terakhir. Ji Eun paham betul kata 'KITA' itu tertuju pada siapa, siapa lagi kalau bukan anak miskin. Tapi Ji Eun tampak tak tertarik, pandangannya beralih pada hemparan sawah, Ji Eun mendengus saat pandangannya tak menemukan satu sosok pun manusia berjenis kelamin laki-laki.

"The Queen Of Jaegsukk"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang