Time to Change

1.7K 106 13

ONESHOT
"Saatnya aku yang melindungi mu. Hinata!"

Genre : Romance
Pairing : NaruHina
Very OOC. Cerita seperti pada umumnya.

Warning! This is not plagiatisme but u may read the little same story from the other.
Because author is a reader too.

~ Happy Reading ~

Kaki kecil berlari. Tergesa-gesa tak sabaran. Memasuki rumah yang ternyata bukan rumah miliknya. Mengucapkan salam sebagai bentuk tatakramanya. Langkahnya tak berhenti di ruang tamu rumah itu. Kakinya masih berpacu yang kali ini menaikki tangga. Membuka pintu tanpa mengetuk. Memasukinya tanpa izin dari sang pemilik kamar.

"Narutoo-kuun!!" Suara kecil itu berteriak.

Yang di panggil tak menyahut.

"Naruutoo-kun!!" Suara itu semakin kencang.

Masalahnya sebesar apapun volume suaranya dinaikkan suara itu akan tetap lembut.

Dan yang memiliki nama memang kebal dengan suara itu.

Atau..

Sengaja.

Hinata mengembungkan pipinya.

Jengkel.

Sudah tak ada waktu. Dia harus segera membangunkan temannya ini jika tak ingin terlambat ke sekolah.

'Buk' menjatuhkan tubuhnya diatas orang yang masih bergelung dalam selimut. Hanya rambut kuningnya saja yang terlihat.

"Banguuunn Naruutoo-kuun!!" Ucap Hinata di telinga Naruto.

Mengacak rambut blonde itu walaupun awalnya ia berniat menjambaknya.

Eh.. ralat.

Ia memang menjambak tapi karna terlalu lembut jatuhnya seperti mengacak halus helaian blonde tersebut.

"Berisik.." suara itu terdengar juga.

"Naruto-kun. Cepat bangun.." ucap Hinata lagi. Kesal.

"Bagaimana aku bisa bangun jika badan berat mu menimpa ku." Suara bangun tidur terdengar.

"Eh.." hinata mencerna kata-kata yang keluar.

'Buak' satu hantaman dari bantal. Kali ini benar-benar sakit. Bukan karna bantal empuk itu yang menyebabkan sakit. Tapi karna setelah dihantam kepala Naruto membentur dinding.

"Ack!" Ringisnya.

"Rasakan!" Hinata berujar cuek.

"Uh.. dasar sadako!!" Ucap Naruto. Kali ini dia benar-benar bangun.

"Sadako? Rambut ku kan pendek. Dari mana asal julukan itu. Huh." Hinata makin manyun.

"Sadako.." ejek Naruto.

"Ku tunggu di bawah. Sepuluh menit belum siap. Ku tinggal." Hinata keluar dari kamar si pirang.

Kegiatan pagi ini berlangsung terus dan terus menerus.

Dari waktu ke waktu.

Hingga umur mereka bertambah.

¤♡¤

Hari ini hari pertama masuk Senior High School.

Seperti pada umumnya. Program pengenalan siswa akan dilaksanakan. Jika zaman dulu identik dengan yang namanya kekerasan atas nama balas dendam bin berlindung terhadap kalimat tradisi. Maka saat ini hal itu tak akan ditemukan.

Time to ChangeBaca cerita ini secara GRATIS!