Prolog

35.5K 875 33

Brak

"Ups, sengaja", ucap seorang gadis cantik, putih dan tinggi semampai tersenyum centil ke seorang laki-laki yang berseragam SMA yang berantakan.

Laki-laki itu menatap tajam sang gadis yang masih mempetahankan senyum manis andalannya saat tebar pesona. Tidak dengan laki-laki itu sedikit pun Ia tidak terpesona. Tapi, dia merasa muak untuk bertemu gadis gadis centil yang mengagumi ketampanannya. Dan dengan sengaja menumpahkan jusnya ke baju sang laki-laki.

"Lo", tunjuk laki-laki itu. "Untung lo cewek!", geramnya. Laki-laki itu menurunkan telunjuknya dan hendak berjalan berbalik meninggalkan kantin yang membuatnya kesialan di istirahat jam pertama ini.

"Eh, nama lo siapa?", gadis itu menahan tangan sang laki-laki tanpa merasa bersalah sedikitpun atas kelakuannya yang menumpahkan dengan sengaja jusnya di baju laki-laki itu.

Laki-laki itu pun berhenti berjalan akibat tangannya ditahan sang gadis. Ia melirik tajam sang gadis tapi sang gadis tanpa perduli tetap memegang tangan laki-laki itu. "Lepasin tangan gue!", desisnya tajam. Beberapa penghuni kantin mulai berbisik-bisik memperhatikan dua anak adam ini.

"Eh maaf kelepasan", ucapnya jujur tanpa malu.

"Ck", decak laki-laki itu. "Lo gak tau nama gue? Kemana aja lo selama ini?", ucapnya dingin.

"Well, gue tau nama lo kok Defino Werzagio.Kenalin nama gue Zirana Geraldan, gue anak baru disekolah ini. Gue cuma mau kenalan sama lo", ucapnya lembut dengan senyuman mautnya.

"Gak tau malu ngajak kenalan", ucap Fino pelan kedirinya sendiri. "Berani banget lo ngajakin gue kenalan. Siapa elo siapa gue?", Fino menunjuk Zira dengan tajam.

"Lo tuli ya Defino?. Gue kan bilang nama gue Zirana Geraldan"

"Terus? Gue harus peduli? Nama lo siapa gak ada untungnya buat gue.", setelah mengatakan itu dengan tajam Fino berbalik dan melanjutkan berjalan meninggalkan kantin dan seisinya.

"Sok jual mahal banget sih. Makin tertantang gue", ucap Zira sambil tersenyum memperhatikan kepergian Fino.

"Woi, gila lo Zir", ucap Rina teman sebangku Zira yang sedari tadi juga memperhatikan Zira dan Fino yang beradu mulut.

"Jangan panggil gue Zirana Geraldan kalau gue gak bisa naklukin dia Rin", ucapnya dengan mata yang masih memandang kepergian Fino.

Rina menggeleng tak menyangka. "Belum ada yang bisa naklukin tuh cowok nomor satu terkece di SMA ini. Gosip orang yang iri sama dia sih, katanya dia gak normal Zir.", bisik Rina diakhir kalimatnya.

"Gue yakin dia normal, cuma susah buat ditaklukin aja Rin. Lagian kalo dia gak normal gue bakal buat dia normal kali Rin hahahaa", ucapnya sambil tertawa senang.

"Ih gila lo Zir cowok gak normal masih aja dikejar. Lagian kalo gak normal itu mau lo ajak kenalan ala ala ftv dengan pura pura nabrak kek atau mau lo jebak tek dung ala sinetron sekaligus, namanya gak normal ya gak normal kali Zir. Kalo gue mah ogah mending mundur aja gak sanggup bok saingannya sama laki, minder gue gak punya batang punyanya lobang", cerocos Rina panjang.

"Hahahaha makanya Rin dibikin normal dong. Yang batang sama batang itu belum pernah ngerasain enaknya sama lobang kali Rin. Kalo gak mempan kenalan ala ftv jebak ala sinetron boleh juga sekalian ngenalin dia sama lobang hahahahahaa"

"Dasar aneh lu serah lu dah serah. Jangan nangis aja ke gue karna dia hobinya batangan", Rina mencebikkan bibirnya.

"Siap Rina hahahaahaha", Zira pun tertawa senang.

Tenang aja Rin Mami gue selalu ngajarin gue buat perjuangin apapun yang gue mau. Apapun!.

•••

Salah Cinta {2}Baca cerita ini secara GRATIS!