Prolog

10.5K 491 45


Begitu kristal dengan aura membunuh yang luar biasa masuk ke dalam raga seorang anak kecil, suara raungan menggema ke seluruh penjuru ruangan yang sempit dan gelap.

Anak kecil itu meronta. Anak kecil itu meraung. Anak kecil itu menangis mengiba.

Namun semua itu tak pernah digubris sedikitpun oleh dua orang dewasa yang berada di dekatnya. Salah satunya pria berbadan tegap dengan tubuh penuh luka. Dan yang lainya adalah wanita yang menampilkan senyum menyeringai seperti serigala.

Kejam dan bengis. Dua kata yang sangat cocok untuk menggambarkan ekspresi yang mereka buat sekarang.

Keduanya tampak menikmati suara teriakan bocah kecil itu. Rantai yang mengikat seluruh badannya, menambah penderitaan anak itu.

"Apa menurutmu ini tidak apa-apa?"

Sang pria melemparkan pandangan pada wanita yang duduk di sebelahnya.

"Tak masalah. Dia harus melalui ini semua agar bisa berguna untuk kita."

"Bagaimana kalau dia mati?"

"Kalau dia mati, itu artinya dia tak cocok untuk jadi bagian dari rencana kita."

Pria itu menghela napas diiringi senyum tipis.

"Dasar kau ini...!"

Merespons perkataan pria itu, wanita yang memiliki rambut hitam segelap malam menjilat bibirnya sendiri.

"Lagipula... aku tak merasa dia akan mati di sini. Dia akan menjadi senjata utama kita!"


Grand CharlotteBaca cerita ini secara GRATIS!