Part 1

9.8K 267 18

PART 1

At Ji Ahn's apartment 23.45

"Ahh.. Ouhh.." Ji Ahn mendesah hebat saat pria berusia 37 tahun yang sedang menguasai tubuhnya saat ini mencengkeram payudara kanannya dengan kuat. Sedang mulut pria itu menghisap dalam payudara kirinya. Ia hanya bisa mendesah menikmati setiap perlakuan pria itu. Tangannya meremas-remas sprei untuk melampiaskan rasa nikmatnya.

Setelah puas dengan payudaranya, tangan kanan pria itu turun kebwah. Mengusap lembut perut gadis muda itu hingga semakin turun ke pangkal pahanya. Jari-jemarinya menekan-nekan klitoris gadis muda itu. Tak hanya itu, mulutnya telah berpindah pada leher jenjang milik gadis itu. Menjilat lalu menghisapnya. Membuat tanda keunguan disana.

"Akhh.." Ji Ahn setengah berteriak saat pria itu memasukkan jari tengah dan jari telunjukknya sekaligus pada lubang kewanitaannya. "Oh Ahjussiii.. Ahhh.." Gadis itu meracau tak karuan saat pria itu mengoyak lubang sempit itu dengan jari-jarinya yang panjang.

"Mendesahlah lebih keras, sayang. Dan aku akan membuatmu merasakan nikmat yang lebih dari ini." Pria itu berbisik lembut di telinga Ji Ahn.

"Ashh.. Ahjussii. Aku rasa aku mauu.." Ji Ahn merasa ada sesuatu yang mendesak ingin keluar di lubangnya. "Ahh..Ahjussiii.." Ji Ahn meneriakkan nama pria itu saat cairan kental keluar dari lubangnya.

Pria itu terkekeh melihat gadisnya orgasme, "Kau orgasme, sayang.." Ia pun mengeluarkan jarinya dari lubang Ji Ahn. Membiarkannya menikmati orgasmenya sejenak. Lalu pria itu menurunkan wajahnya hingga sejajar dengan vagina Ji Ahn. Sejenak ia menyeringai melihat lubang kewanitaan itu basah dan sudah sangat siap untuk dimasuki. Ia melebarkan paha Ji Ahn dan mulai menjilati permukaan klitoris Ji Ahn.Menikmati cairan kental yang masih tersisa disana. Hingga akhirnya ia menghisap kuat benda lunak itu.

"Ouhhh.." Ji Ahn hanya bisa memejamkan matanya dan meremas sprei lebih kencang saat mulut pria itu menghisapnya klitorisnya lebih dalam.
Setelah cukup puas kewanitaan Ji Ahn, pria itu mulai melepas semua baju yang menempel di tubuhnya. Hingga akhirnya dia pun sama seperti Ji Ahn. Tak tertutup sehelai benang pun.

Ji Ahn dapat melihat dengan jelas batang kejantanan pria itu menegang dan tegak sempurna. Pria itu pun menarik tangan Ji Ahn dan mengarahkannya pada Kejantanannya. "Pegang ini, sayang. Dia yang akan memasukimu."

Mau tak mau Ji Ahn pun memegangnya. "Besar dan.. panjang" Batin Ji Ahn. Dia meneguk salivanya. "Apa ini akan cukup di lubangku?" Pikir Ji Ahn.

"Kau siap? Aku akan mulai memasukkannya." Pria itu memberi aba-aba(?)

Ji Ahn hanya bisa mengangguk pasrah.

"Eunggh.." Kejantanan pria itu baru setengah masuk. Tapi Ji Ahn sudah merasakan sakit yang luar biasa. Matanya mulai berkaca-kaca dan akhirnya cairan bening itupun meluncur dari mata sendunya.

"Ya Tuhan, lubangmu sempit sekali. Tahan. Ini akan sedikit sakit." Pria itu masih memaksakan miliknya masuk.

"Eommaaa..." Ji Ahn berteriak dengan keras saat pria itu tiba-tiba menghujam miliknya sepenuhnya. Air mata Ji Ahn pun menetes dengan sendirinya.

Pria itu masih belum bergerak. Ia pun mengusap air mata Ji Ahn. Membiarkan lubang kewanitaannya terbiasa dengan benda keras dan panjang yang ada di dalamnya.

"Aku akan bergerak. Tahanlah." Perlahan namun pasti, pria itu mulai menggerakkan pinggulnya naik turun.

"Akhh.. ini sakitt. Aku mohon hentikan. Ini sakit." Air mata Ji Ahn mengalir semakin deras seiring dengan cairan merah yang mengalir dari lubang kewanitaannya. Ya, itu darah. Dia sudah tak perawan lagi.

"Aku tak bisa berhenti. Kita sudah sejauh ini. Dan kau membuatku semakin menginginkanmu, Nona Yoon." Pria itu masih memaju-mundurkan kejantanannya dengan perlahan.

Should I Give Up?Baca cerita ini secara GRATIS!